Sabtu, 29 Mei 2021

(Syeikh Ali Jaber)

 🍁 Kalam Mutiara 🍁


Kemuliaan manusia bukanlah dilihat dari apa yang dimilikinya di dunia,


tapi apa yang sudah dipersiapkannya untuk bekal di akhirat kelak




🌹 Semoga bermanfaat

*`AMALAN-AMALAN RINGAN DENGAN PAHALA BESAR.


1. Berdoa Sesudah Wudhu

Dari Umar bin Khaththab radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: 

أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ

“Tidaklah salah seorang di antara kalian berwudhu dan menyempurnakan wudhunya, kemudian mengucapkan, ‘Asyhadu an laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lahu, wa asyhadu anna Muhammadan ‘abduhu wa rasuluhu’ 

[Aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan Allah.] 

kecuali Allah akan bukakan untuknya delapan pintu surga yang bisa dia masuki dari pintu-pintu mana saja.” 

[HR Muslim]

Dalam riwayat lain disebutkan dg tambahan doa "Allahummaj'alni minat tawwabina waj'alni minal mutatohhirin waj'alni min ibadikassholihin"

2) Menjawab Adzan dan Membaca Do'a Setelah

    Adzan.

Dari Jabir bin 'Abdillah, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda: 

"Barangsiapa yang mendengarkan adzan kemudian dia membaca do'a:

"Allahumma rabba hadzihid da'watittammah washshalatil qaa'imah, ati sayyidana muhammadanil wasilata wal fadhilah wab'ats-hu maqamam mahmudanilladzi wa'adtahu innaka la tuhkhliful mi'ad"

(Ya Allah, Rabb pemilik panggilan yang sempurna dan shalat wajib yang ditegakkan,

berikanlah kepada  junjungan kami Nabi Muhammad wasilah dan fadhilah. Bangkitkanlah beliau ke tempat terpuji yang telah Engkau janjikan kepadanya. Sesungguhnya Engkau tidaklah mengingkari janji)

maka dia berhak mendapat syafaatku pada hari kiamat."

[Shahiih: HR. Bukhari]

3) Berdzikir Setelah Subuh Sampai Matahari

    Terbit

Dari Anas bin Malik, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang shalat subuh berjamaah, kemudian tetap duduk di masjid sampai terbit matahari, kemudian shalat dua rakaat (shalat sunnah Syuruq) maka dia mendapat pahala haji dan umrah, sempurna, sempurna."

[Hasan: HR. At-Tirmidzi ] 

4) Membaca Doa Ketika Bangun Tidur

Dari Ubadah bin Shaamit, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang terbangun dari tidur kemudian dia membaca: 

لااله الاالله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد وهو على كل شيء قدير...سبحان الله والحمد لله ولااله الا الله والله اكبر ولا حول ولا قوة الا بالله العلي العظيم...واغفرلى

"laa ilaha illallahu wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir...subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar wa laa haula wa laa quwwata illa billahil aliyyil adzim...waghfirli"


Maka orang tersebut mendapatkan 3 keuntungan : dosa2nya diampuni, ibadahnya diterima, dan doa2 nya mustajab (dikabulkan)"

[HR. Al-Bukhari & Abu Dawud] 

5) Membaca Doa Ketika Masuk Pasar Atau Tempat Keramaian.

Dari Abdullah bin Amr bin al-'Ash, Nabi shallallaahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Barangsiapa yang masuk pasar kemudian dia membaca: 

لااله الاالله وحده لا شريك له له الملك وله الحمد يحيي ويميت وهو حي لا يموت بيده الخير وهو على كل شيء قدير

ثلاث مرات

"laa ilaha illallah wahdahu laa syarikalah lahul mulku wa lahul hamdu yuhyi wa yumiitu wa huwa hayyun laa yamuutu, biyadihil khair wa huwa 'ala kulli syai'in qadiir" 3 kali maka Allah catat untuknya satu juta kebaikan, Allah hapuskan satu juta kesalahan, dan Allah angkat untuknya satu juta derajat."

[Hasan: HR. At-Tirmidzi, Al-Hakim] 

6) Membaca Sholawat Anzil

Dikutip dari Kitab Nashaihud Diniyyah Karya Al Habib Abdullah Bin Alawi Al Haddad, Sohiburrotib :Nabi SAW bersabda “Barangsiapa mengucapkan;

اللهم صلى على سيدنا محمد وانزله المقعد المقرب عندك يوم القيامة

"Allahumma Shalli ‘Alaa Sayyidina Muhammad Wa Anzilhu al-Maq’adal Muqarrab ‘indaka Yaumal Qiyaamah"

(Ya Allah bershalawatlah untuk Sayyidina Muhammad dan tempatkan dia di tempat yang dekat di sisi Mu pada hari kiamat),

maka Wajiblah ia mendapat syafa’atku”.

 

Sholawat tsb juga termaktub dalam kitab Dalail Khoirot.


7) Membaca Sholawat Jaza'


Dari kitab : Aqdu Jawahir Al Bahiyyah Fi As Shalaati 'alaa Khair Al Bariyyah, halaman; 30, Lis Syaikh Al Allaamah Al Imam Abil Hasan Al Bakri As Syafi'i Al Misri, disebutkan


بسم الله الرحمن الرحيم

عن ابن عباس رضي اللَّه عنهما قال، قال رسول اللّه صلى اللّه عليه وسلّم : « من قال ←جَزَى اللّٰهُ عَنَّا مُحَمّدًا مَا هُوَ أَهْلُه أَتْعَبَ سَبْعِيْنَ كَاتِبًا أَلْفَ صَبَاحٍ→» رواه الطّبراني.


•←إعلم أنّ هذا الحديث معناه : أنّ السّبعين يكتبون له الثّواب ألف يوم 

•←ومعنى إتعابهم : كثرة كتابتهم في هذه المدّة 

•← وعُبِّرَ عن اليوم بالصّباح لأنّ الصّباح لازم لليوم . والله أعلم


(كتاب : عقد جواهر البهيّة في الصّلاة على خير البريّة للشيّخ العلاّمة الإمام أبي الحسن البكري الشافعي المصري ؛ ص: ٣٠)


Diriwayatkan hadits dari Ibnu Abbas Radhiyallaahu Ta'ala Anhuma berkata; Rasulullah shalallahu 'alaihi wasallam bersabda :

"Barangsiapa yang membaca →Jazallaahu 'anna sayyidana Muhammadan shallallahu alaihi wa sallam maa huwa ahluh←, maka sesungguhnya dia telah membuat capek 70 malaikat selama 1000 hari".


Ketahuilah bahwa sesungguhnya makna dari hadits ini adalah :"Sesungguhnya 70 malaikat mencatat pahala amal kebaikannya selama 1000 hari

8) Membaca Dzikrul Jalaalah 4 Kali

Dinukil dari kitab Minhatul ilah,

As-Sayyid Al-Imam Alwi bin Abbas Al-Maliki memberikan faedah dengan sanad yang bersambung kepada Al-Quthb Abil hasan As-Syadzili dari Nabi shollallahu alaihi wa sallam


أفاده السيد الإمام علوي بن عباس المالكي بسنده إلى الشيخ القطب أبى الحسن الشاذلي عن النبي صلى الله عليه وسلم. اھ منقولا من ( منحة الإله )

فائدة : يؤتى بهذ الذكر أربع مرات بعد كل صلاة مكتوبة : لا إله إلا الله، محمد رسول الله، في كل لمحة ونفس عدد ما وسعه علم الله.

وهو بإثنين وسبعين ألف تهليلة؛ لأن أنفاس إبن آدم كل يوم أربعة وعشرون ألف نفس، ولمحاته ثمانية وأربعون ألف لمحة، فجملته ما ذكر.


Barangsiapa membaca tahlil ini

لَا إلَهَ إِلَّا اللَّهُ، مُحَمَّدٌ رَسُوْلُ اللَّهِ، فِيْ كُلِّ لَمْحَةٍ وَ نَفَسٍ عَدَدَ مَا وَسِعَهُ عِلْمُ اللَّهِ.

4 kali maka itu sebanding dengan membaca 72.000 tahlil.

(karena seluruh nafas setiap manusia dalam sehari 24.000 kali nafas dan kedipan manusia dalam sehari 48.000 kali berkedip, maka jumlahnya seperti yang disebutkan tadi.


Faedah : dibaca dzikir ini 4 kali setiap setelah sholat 5 waktu. Dan apabila dibaca lalu pahalanya dihadiahkan untuk si mayit maka telah cukup menjadi tebusan dari api neraka

9) Membaca Istighfar Untuk Mukminin

    Mukminat

Di dalam kitab al Minahus Saniyah karangan Syekh Abdul Wahab As Sya'roni disebutkan sebuah hadits, 

bahwa Nabi berkata kepada Sayyidina Ali, 

"Wahai Ali barang siapa yang mengucapkan "Astaghfirullahal adzim li waliwalidayya wa li jami'il muslimina wal muslimati wal mukminina wal mukminati al ahya'i minhum wal amwat sehari semalam 25 kali (dalam riwayat lain 27 kali)  maka Allah mencatat orang tersebut termasuk golongan waliNya..."


Dalam kitab Khulashoh Madad Nabawi, Habib Umar memberikan redaksi yg lebih singkat, 


استغفرالله العظيم للمؤمنين والمؤمنات ٢٧ x


Dalam hadist riwayat Imam Thabrani disebutkan,

"Barang siapa (berdo'a) memintakan ampun untuk orang-orang beriman laki-laki maupun, maka Allah tuliskan baginya (pahala) kebaikan atas setiap laki-laki dan perempuan beriman (mendapat pahala sebanyak seluruh mukminin dan mukminat yg masih hidup maupun yg telah wafat).

10) Membaca Istighfar Ketika Berbuka

Dalam kitab Kanzun Najah was Surur, Sayyid Al Wana'i rahimahullah berkata, "Dari Anas bin Malik ra beliau dapat dari Rasulullah saw bersabda, "Tidaklah seorang muslim yang sedang berpuasa kemudian ketika berbuka dia membaca


يَا عَظِيْمُ يَا عَظِيْمُ أَنْتَ إِلَهِيْ لَا إِلَهَ غَيْرُكَ اِغْفِرِلى الذَّنْبَ العَظِيْمَ فَاِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذَّنْبَ العَظِيْمَ إِلَّا العَظِيْمُ 


Ya Adzim ya Adzim anta ilahi la ilaha ghoiruk ighfir li dzanbal adzim fa innahu la yaghfiru dzanbal adzim illal adzim


Kecuali ia telah keluar dari semua dosanya seperti baru dilahirkan ibunya.

Rasulullah saw bersabda, "Ajarkanlah doa ini kepada orang setelah kalian, sesungguhnya kalimat ini sangat dicintai Allah dan Rasulnya, kalimat yang akan memperbaiki keadaan dunia dan akhirat kalian.


Alahumma sholli ala Sayyidina Muhammad wa alihi wa sohbihi wa sallim


Wallahu a'lam..

KIAT MERAJUT CINTA DAN KASIH SAYANG SUAMI*

 *📝


*♦️Bagi para istri yang menginginkan cinta dan kasih sayang suaminya terhadap dirinya tetap langgeng dan bahkan semakin kuat hendaknya dia melakukan kiat-kiat berikut ini:*


*1⃣ Taat dan ridha terhadap suami selama tidak dalam kemaksiatan*

*👆Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:*

```إِذَا صَلَّتِ اْلمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَصُنَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ بَعْلَهَا دَخَلَتْ مِنْ أَيِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شَاءَتْ```

*“Apabila seorang perempuan melaksanakan shalat lima waktu,  berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya dan taat terhadap suaminya maka (di akhirat) dikatakan kepadanya “masuklah ke dalam surga melalui pintu yang kamu kehendaki” HR Ahmad*


*2⃣ Menghormati dan mengakui keutamaan dan kebaikan suami.*

*👆Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:*

```لَوْكُنْتُ ءَامِرَ أَحَدٍ أَنْ يَسْجُدَ لِأَحَدٍ لَأَمَرْتُ اْلَمرْأَةَ أَنْ تَسْجُدَ لِزَوْجِهَا```

*“Apabila aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud (untuk menghormati) kepada seseorang maka aku perintahkan seorang perempuan untuk bersujud kepada suaminya”. HR Ahmad dan Ibnu Majah*

*👆Dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:*

```فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَتْ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ جَزْلَةٌ وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ قَالَ تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ```

*"Sesungguhnya aku melihat kaum wanitalah yang paling banyak menjadi penghuni Neraka." Seorang wanita yang pintar di antara mereka bertanya, "Wahai Rasulullah, kenapa kaum wanita yang paling banyak menjadi penghuni Neraka?" Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam. bersabda:* *"Kalian banyak melaknat dan mengingkari (pemberian nikmat dari) suami" HR Muslim*


*3⃣ Bergaul dengan suami dengan pergaulan yang baik ketika suami keluar rumah*

*👍Di pagi hari hendaknya seorang istri bangun tidur lebih dulu dari suami sebagai bentuk perhatian istri terhadap suami dan untuk mempersiapkan makan pagi dan pakaian kerjanya.*

*👍Ketika suami keluar rumah lepaslah kepergiannya dengan baik dengan senyuman dan do’a, semoga ia selamat di perjalanan dan mendapatkan rizki yang halal dan baik ketika suami pulang ke rumah*

*👍Sesaat sebelum suami datang si istri hendaknya bersiap-siap untuk menyambut kedatangannya dengan sambutan yang baik dan hangat.*

*👍Setelah suami datang, istri hendaknya menyambut kedatangannya dengan senyuman dan penuh kegembiraan dan jangan lupa memuji Allah atas keselamatannya.*

*👆Meskipun misalnya suami datang dengan tidak membawa sesuatu yang ia harapkan.*

*👍Dalam hal ini, hendaknya istri mengenakan pakaian yang bersih nan indah.*

*👍Ketika suami telah duduk di rumah istri hendaknya duduk di depan suami dengan penuh penghormatan dan mempersiapkan pakaian rumah suami.*

*👍 Janganlah sekali-kali istri menyambut kedatangan suami dengan muka muram dan susah, meski ia kecapekan, karena kesibukan di rumah dan mengurus anak-anak.*

*👍Dan apabila suami terkena musibah maka istri hendaknya meringankan bebannya*


*4⃣ Memperhatikan makan suami*

*👆Istri hendaknya tidak lupa memperhatikan makan suami, mengingat hal itu bisa menarik simpati dan perhatian, cinta dan kasih sayang suami.*

*👆Istri hendaknya selalu berusaha agar suaminya tidak tidur dalam keadaan lapar dan marah karena perbuatannya.*

*👆Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdo’a:*

```اللَّهُمَّ أَعُوْذُ بِكَ مِنَ الْجُوْعِ فَإِنَّهُ بِئْسَ الضَّجِيْجِ```

*“Ya allah aku berlindung kepadamu dari lapar yang membinasakan. Karena itu adalah sejelek-jelek keadaan”.*

*👆Istri hendaknya mendampingi suami di meja makan dalam keadaan cantik dan muka yang ceria serta senyuman yang manis.* 

*👆Istri hendaknya mempersiapkan makanan yang enak dan lezat yang menjadi kesukaan suami.*


*5⃣Memperhatikan istirahat suami*

*👆Istri hendaknya menjaga ketenangan istirahat dan tidur suami dan jangan sampai ia ribut dengan bersuara keras atau lainnya yang bisa mengganggu istirahat suami.*


*6⃣ Mencari ridha suami dan tidak cemburu buta*

*👆Rasulullah shallahu ‘alaihi wasallam bersabda:*

```أَيُّمَا امْرَأَةٍ مَاتَتْ وَزَوْجُهَا رَاضٍ عَنْهَا دَخَلَتِ اْلجَنَّةَ```

*“Apabila seorang perempuan mati dan suaminya dalam keadaan ridha kepadanya maka ia masuk surga”*

*👆Abu Darda’ memberi nasehat kepada istrinya:*

```خُذِ اْلعَفْوَ مِنِّي تَسْتَدِيْمِيْ مَوَدَّتِيْ. وَلَا تَنْطِيقِي فِي سُوْرَتِي حِيْنَ أَغْضَبُ```

*“Mintalah maaf kepadaku maka kamu akan selalu mendapatkan kasih sayangku.* 

*Dan janganlah kamu berbicara ketika aku sedang marah”*

*👆Agar  si istri mendapat ridha suami hendaklah ia memperbanyak sabar dan tidak banyak mengeluh terhadap perkataan dan tindakan suami terlebih lagi di depan orang lain, karena itu bisa menhancurkan hatinya dan menghilangkan  cinta dan kasih sayangnya pada si istri itu sendiri*

*👆Apabila ada perbedaan atau permusuhan dengan suami hendaknya istri segera menghilangkannya.*

*👆Dan hendaknya istri tidak cemburu buta terhadap suaminya.*

*👆Salah seorang ulama berkata kepada anak perempuannya:*

```إِيَّاكَ وَاْلغيْرَةَ فَإِنَّهَا مِفْتَاحُ الطَّلَاقِ```

*“Jauhilah cemburu buta karena itu adalah pintu talak (perceraian)"*


*7⃣ Memperhatikan pakaian, perhiasan diri si istri sendiri*

*👆Rasulullah suatu ketika ditanya tentang perempuan yang paling baik, kemudian beliau menjawab:*

```الّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ  وَتُطِيْعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَلَا مَاِلهَا بِمَا يَكْرَهُ```

*“Perempuan yang menyenangkan suami jika suami melihatnya, mentaati suami jika suami memerintahkannya, dan tidak melakukan sesuatu yang tidak disukai suami baik dalam hal perbuatan maupun dalam membelanjakan harta yang ia miliki”.*

*👆Istri hendaknya memenuhi penglihatan suami dengan keindahan pakaian dan perhiasannya dan kebersihan rumahnya, istri memakai pakaian yang paling disukai suami dan memakai wangi-wangian yang bisa menyenangkan dan mendekatkan suami.*


*8⃣ Setia di samping suami ketika dalam keadaaan kesulitan keuangan dan ditimpa musibah*

*👆Istri hendaknya bersegera untuk menolong dan berusaha menghilangkan kesusahan suami jika suami dalam keadaan kesulitan keuangan dan tertimpa musibah.*

*👆 Istri hendaknya menjadi air segar dikala suami dalam keadaan susah dan menjadi balsam untuk meringankan dan mengobati kesusahan dan penderitaan suami.*


*والله أعلم بالصواب*

*#رابطةالمبلغين النهضية كديري*

KEWAJIBAN SUAMI TERHADAP ISTRI*

 *📝


*✅ Suami adalah pemimpin bagi istri, Allah ta’ala berfirman:*

```الرِّجَالُ قَوَّامُوْنَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِمْ```

*“Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh Karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan Karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka” (Q.S an Nisa: 34)*


*👆Sebagai pemimpin dalam rumah tangga seorang suami mempunyai kewajiban-kewajiban terhadap istrinya, yaitu:*


*1⃣ Menyiapkan nafkah, tempat tinggal dan pakaian.*


*👆Adapun nafkah yang wajib diberikan oleh suami kepada istrinya adalah:*


*1) Makanan pokok setiap hari*

*- 2 mud bagi suami yang kaya*

*- 1 mud bagi suami yang miskin*

*- 1 mud setengah bagi suami yang setengah kaya*

*👆Makanan tersebut diberikan dalam keadaan siap dimakan*

*2) Pakaian secukupnya*

*3) Alat-alat kebersihan*

*4) Rumah yang meliputi dapur, kamar kecil, satu kamar, kasur, selimut serta bantal*

*5) Lampu penerangan secukupnya*

*2⃣ Tidak dhalim atau memukul istri tanpa hak*


*3⃣ Mengajar istri ilmu agama yang pokok (ilmu agama yang wajib dipelajari oleh setiap muslim, seperti pokok-pokok akidah, thaharah, shalat, puasa, kewajiban hati dan kemaksiatan anggota badan)*


*👆 Atau mempercayakannya kepada orang lain, apabila ia tidak bisa melakukan hal itu maka ia harus mengizinkan istri untuk pergi menuntut ilmu agama.*


*4⃣ Menyuruh istri untuk melakukan hal-hal yang baik seperti shalat, puasa Ramadhan dan menutup aurat dari laki-laki yang bukan mahram.*


*5⃣ Berakhlak mulia dan tawadhu’ dalam bergaul dengan istri.*



*❤️ Salah satu tujuan pernikahan adalah untuk membentuk keluarga yang mawaddah warahmah (penuh cinta dan kasih sayang) dan sakinah (penuh dengan kedamaian dan ketenangan).*


*👆Allah ta’ala berfirman:*


```وَمِنۡ ءَایَـٰتِهِۦۤ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَ ٰ⁠جࣰا لِّتَسۡكُنُوۤا۟ إِلَیۡهَا وَجَعَلَ بَیۡنَكُم مَّوَدَّةࣰ وَرَحۡمَةًۚ إِنَّ فِی ذَ ٰ⁠لِكَ لَـَٔایَـٰتࣲ لِّقَوۡمࣲ یَتَفَكَّرُونَ```


*“Dan di antara tanda-tanda kebesaran Allah, ketika Allah menjadikan untuk kalian dari diri kalian istri-istri sehingga kalian mendapatkan ketenangan padanya. Dan Allah menjadikan di antara kalian cinta dan kasih sayang di antara kalian. Sungguh di situ terdapat tanda-tanda kekuasaan Allah bagi kalian yang berfikir”.*


*👆Untuk meraih tujuan tersebut, maka dalam bergaul dengan istrinya seorang suami harus mengedepankan akhlak mulia dan tawadhu' (rendah hati/ tidak sombong) terhadap sang istri.*


*👆 Allah ta’ala berfirman:*

```وَعَاشِرُوْهُنَّ بِاْلمَعْرُوْفِ```

*“Dan pergaulilah istri-istri kalian dengan baik”*


*👆Dalam ayat yang lain Allah ta’ala berfirman:*

```وَأَخَذْنَ مِنْكُمْ مِيْثَاقًا غَلِيْظًا```

*“Dan mereka telah mengambil perjanjian yang kuat dari kalian (akad nikah)”* 


*👆Ayat ini diperkuat oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam dalam sebuah haditsnya, beliau bersabda:*

```فَاتَّقُوا اللهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُمْ أَخَذْتُمُهُنَّ بِأَمَانَةِ اللهِ```

*“Bertakwalah kalian pada Allah dalam bergaul dengan istri karena kalian mendapatkan mereka dengan amanat Allah”.*


*♦️Mengingat pentingnya berbuat baik pada seorang istri, sehingga Rasulullah menjadikannya sebagai pertanda kesempurnaan iman seseorang.*


*👆Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:*

```أَكْمَلُ اْلمُؤْمِنِيْنَ إِيْمَانًا أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَخِيَارُهُمْ خِيَارُهُمْ لِنِسَائِهِمْ```

*“Orang mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya dan orang mukmin yang paling baik adalah yang paling baik pada istrinya”*


*👆Dalam hadits yang lain, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:*

```خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ```

*“Sebaik-baik kalian adalah orang yang yang paling baik pergaulannya pada istrinya dan aku adalah orang yang paling baik pada istriku”.*


*👆Sayyidah Aisyah ketika ditanya tentang pekerjaan yang selalu dilakukan oleh Rasulullah di rumah beliau berkata: “Rasulullah membantu pekerjaan istrinya dan ketika tiba waktu shalat beliau keluar untuk mengerjakan shalat”.*


*والله أعلم بالصواب*

*#رابطةالمبلغين النهضية كديري*

TAKABBUR

 


Takabbur adalah keadaan jiwa seseorang yang merasa lebih tinggi daripada orang lain. 

Berbeda dengan Ujub yang merupakan kekaguman pada diri, sifat takabbur adalah buah dari ujub. 


Selain menggagumi diri, pada sifat takabbur terkandung perasaan akan keunggulan diri dan orang lain tidak punya kemampuan untuk menyetarainya sehingga timbul keangkuhan.


Semua penyebab takabbur berhulu pada ilusi akan adanya kesempurnaan di dalam dirinya sehingga menhijabi dirinya dari mengenali kelebihan orang lain.


Takabbur dapat ditemui pada ahli ma'rifat yang menganggap dirinya dipenuhi ma'rifat dan penyaksian dan mempertunjukkan superioritasnya atas ahli fiqh, filsafat, hikmah, atau ahli hadits dan memandangnya sebagai orang2 dangkal.


Di kalangan Ahli Hikmah terdapat pula orang2 yang menganggap dirinya memiliki bukti rasional akan segala eksistensi, tapi ia memandang ilmu lain tak bernilai dan hamba2 Allah yang lain kurang paham. Maka timbullah kecongkakan di dalam hati mereka.


Di kalangan Ahli Tasawuf sifat takabbur muncul dalam bentuk perendahan terhadap ilmu. 


Mereka memandang rendah ilmu fiqh dan ilmu lainnya. Ilmu pengetahuan mereka anggap sebagai duri dalam perjalanan spiritual dan para ilmuwan mereka anggap sebagai syetan yang menyesatkan para musafir perjalanan spiritual.


Sifat takabbur pada ahli fiqih dan hadits berupa munculnya padangan bahwa dirinya patut menerima pujian dan penghargaan dan orang-orang harus patuh perintah mereka dengan buta.


Semoga Allah menghindarkan kita dari sifat takabbur ini.

*selamat membaca & beramal*

BERGELIMANG DALAM KESESATAN_*

 *MUHASABAH*


*

Saudaraku,

ِAllah Azza wa Jalla berfirman:


 فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ﴿٥﴾وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ﴿٦﴾فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ﴿٧﴾وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ﴿٨﴾وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ﴿٩﴾فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ


"Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah. Dan adapun orang-orang yang bakhil dan merasa dirinya cukup, serta mendustakan pahala terbaik, maka kelak kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar."


(QS. Al-Lail: 5-10)


Allah Azza wa Jalla menjelaskan bahwa aktifitas yang dilakukan manusia itu bermacam-macam, ada yang baik dan ada yang buruk. Yang baik akan berbuah kebahagian dunia dan akhirat, sebaliknya yang buruk akan menyeret pelakunya ke lembah penderitaan dunia dan akhirat. Oleh karena itu, Allah Azza wa Jalla berfirman:


 فَأَمَّا مَنْ أَعْطَىٰ وَاتَّقَىٰ


 “Adapun orang yang memberikan” segala yang diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla baik berupa ibadah harta, seperti zakat, kafarat, nafkah, sedekah, infak dalam kebaikan; atau ibadah badan, seperti shalat, puasa dan sejenisnya; ataupun perpaduan antara ibadah badan dan harta, seperti; haji dan umrah. “Dan bertakwa” maksudnya menjauhkan diri dari perbuatan yang dilarang Allah.

 وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَىٰ 


"Dan membenarkan adanya ganjaran yang terbaik (al-husna)”, maksudnya, mengimani kandungan ‘la ilaha illallah’ dan segala keyakinan agama yang berhubungan dengannya serta beriman dengan konsekuensinya berupa ganjaran berlipat ganda di akhirat yang telah dijanjikan oleh Allah Azza wa Jalla. Untuk orang seperti ini, Allah Azza wa Jalla berfirman,

 

فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْيُسْرَىٰ 


Maka Kami akan menyiapkan baginya jalan yang mudah”. Maksudnya, Allah Azza wa Jalla akan mempermudah orang tersebut untuk senantiasa melakukan kebaikan dan meninggalkan perbuatan buruk. Ini adalah “buah” usaha-usaha yang telah ia lakukan.


 وَأَمَّا مَنْ بَخِلَ وَاسْتَغْنَىٰ﴿٨﴾وَكَذَّبَ بِالْحُسْنَىٰ 


“Dan adapun orang-orang yang bakhil” dengan tidak mengeluarkan infak yang wajib yaitu zakat, apalagi infak sunat serta tidak menunaikan berbagai ibadah yang menjadi kewajibannya. “Dan merasa dirinya cukup” sehingga enggan beribadah kepada Allah Azza wa Jalla; tidak merasa butuh dengan Allah Azza wa Jalla; “Serta mendustakan pahala terbaik” maksudnya, dia tidak beriman terhadap apa yang Allah Azza wa Jalla wajibkan kepada para hamba-Nya untuk diimani. Untuk orang seperti ini, Allah Azza wa Jalla berfirman:


 فَسَنُيَسِّرُهُ لِلْعُسْرَىٰ 


“Maka kelak Kami akan menyiapkan baginya (jalan) yang sukar”, maksudnya, dia akan dipermudah untuk terus melakukan perbuatan buruk dan meninggalkan perbuatan baik, yang pada akhirnya akan menyeretnya ke neraka.


Saudaraku,

Ayat-ayat di atas menunjukkan bahwa apabila seseorang senantiasa melakukan amal shaleh maka Allah Azza wa Jalla akan memberikan kemudahan kepadanya untuk terus beramal shaleh. Sebaliknya, apabila seseorang terbiasa melakukan suatu yang buruk, maka Allah Azza wa Jalla akan mempermudah jalannya melakukan keburukan. Di dalam Al-Qur’an kita akan mendapatkan banyak sekali ayat-ayat seperti ini, di antaranya adalah sebagai berikut:


 فَلَمَّا زَاغُوا أَزَاغَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ ۚ وَاللَّهُ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الْفَاسِقِينَ


"Maka tatkala mereka berpaling (dari kebenaran), Allah Azza wa Jalla memalingkan hati mereka. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum yang fasik."


(QS. Ash-Shaff:5)

 

وَنُقَلِّبُ أَفْئِدَتَهُمْ وَأَبْصَارَهُمْ كَمَا لَمْ يُؤْمِنُوا بِهِ أَوَّلَ مَرَّةٍ وَنَذَرُهُمْ فِي

 طُغْيَانِهِمْ يَعْمَهُونَ 


"Dan Kami memalingkan hati dan penglihatan mereka seperti mereka belum pernah beriman kepadanya (al-Qur’an) pada permulaannya, dan kami biarkan mereka bergelimang dalam kesesatannya yang sangat." 


(QS. Al-An’am: 110)


Saudaraku, 

Allah Azza wa Jalla sudah mentakdirkan segala sesuatu. Lalu untuk apa kita beramal? Pertanyaan itu pernah ditanyakan kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawabannya, sebagaimana pada hadits:


 عَنْ عَلِيٍّ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ-… قَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ ؟ قَالَ:(اعْمَلُوا, فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ, أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ, وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ ثُمَّ قَرَأَ {فَأَمَّا مَنْ أَعْطَى وَاتَّقَى وَصَدَّقَ بِالْحُسْنَى} الآيَةَ


"Dari ‘Ali Radhiyallahu anhu. Para sahabat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Ya Rasulullah! Apakah kita pasrah saja dengan apa yang dituliskan untuk kita dan kita tidak beramal?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Hendaklah kalian beramal ! Setiap orang akan dimudahkan sesuai dengan tujuan dia diciptakan. Barangsiapa yang tergolong orang-orang yang berbahagia maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang berbahagia tersebut. Barangsiapa yang yang tergolong orang-orang yang sengsara maka ia akan dimudahkan untuk melakukan amalan orang-orang yang sengsara itu.” Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah Azza wa Jalla (yang artinya) Adapun orang yang memberikan (hartanya di jalan Allah) dan bertakwa, dan membenarkan adanya pahala yang terbaik, maka kami kelak akan menyiapkan baginya jalan yang mudah.


(QS. Al-Lail: 5-7)


Saudaraku,

Dalam ayat-ayat di atas terdapat penegasan sunnatullah yaitu pemberian dari taufiq Allah Azza wa Jalla kepada seorang hamba tergantung pada kesukaan, pilihan, usaha yang dilakukan seorang hamba, antusiasmenya serta usahanya untuk mengendalikan hawa nafsunya dalam menggapai taufiq itu sendiri. Jika sebaliknya, maka hasil yang diprolehnya sejalan dengan usaha dan pilihannya...


Kendatipun kita mengetahui bahwa Allah Azza wa Jalla telah menetapkan takdir setiap insan, sampai-sampai Allah Azza wa Jalla menakdirkan apakah nanti dia akan masuk surga atau neraka, kita tetap diperintahkan untuk beramal dan berusaha...


Saudaraku,

Orang-orang yang senantiasa beriman dan beramal shaleh serta menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat harus bersyukur kepada Allah Azza wa Jalla, karena ini merupakan ciri kebaikan untuknya. Meskipun demikian, dia tidak boleh merasa aman dari ancaman neraka, karena amalan seseorang itu tergantung dengan bagaimana akhir hayatnya nanti...


Semoga Allah Azza wa Jalla mengaruniakan hidayah-Nya kepada kita, sehingga kita tetap istiqamah senantiasa beriman dan beramal shaleh, mengendalikan hawa nafsu untuk meraih ridha-Nya... 

Aamiin Ya Rabb.


_Wallahua'lam bishawab_

EMPAT SIFAT TERPUJI NABI IBRAHIM ALAIHISSALAM*

 *

*Ibrahim 'alaihissalam banyak mendapatkan keistimewaan dari Allah. Namanya harum abadi dalam pujian al-Quran. Allah juga menyebut beliau sebagai qudwah atau teladan bagi segenap ummat Muhammad shallallaahu 'alaihi wasallam, dalam firman-Nya*:


قَدْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌۭ فِىٓ إِبْرَٰهِيمَ وَٱلَّذِينَ مَعَهُۥٓ 


_"Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia..."_ [QS. Al-Mumtahanah: 4] 


Bersama baginda Nabi shallallaahu 'alaihi wasallam, Ibrahim 'alaihissalaam meraih predikat khaliilurrahmaan, Kekasih Allah Yang Maha Penyayang. 


Derajat yang tinggi di sisi Allah itu, beliau raih karena terkumpulnya sifat-sifat agung pada diri beliau. Al-Qur'an menyebutkannya dalam surah an-Nahl ayat yang ke-120, Allah berfirman:


إِنَّ إِبْرَٰهِيمَ كَانَ أُمَّةًۭ قَانِتًۭا لِّلَّهِ حَنِيفًۭا وَلَمْ يَكُ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 


_"Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan),"._ [Surat An-Nahl: 120]


Ayat yang mulia ini menyebutkan 4 sifat agung yang ada pada diri IBrahim 'alaihissalaam: 


Pertama: Ibrahim 'alaihissalam adalah seorang "ummah", yaitu seorang pemimpin yang menjadi teladan sekaligus guru yang mengajarkan kebaikan. 


Kedua: Ibrahim 'alaihissalaam memiliki sifat "qaanitan lillaah", yang senantiasa berada di atas ketaatan dan ketundukan pada Allah. 


Ketiga: Ibrahim 'alaihissalam disebutkan bersifat "haniif", yang berpaling secara total dari kesyirikan, menghadap sepenuhnya kepada Allah, tidak kepada selain-Nya.. 


Keempat: Ibrahim 'alaihissalam disifatkan "lam yaku minal musyrikiin", dia secara total memisahkan diri dari kesyirikan, dia mengingkari kesyirikan orang-orang musyrik dengan jiwanya, dengan lisannya, dan dengan raganya. 


Keempat sifat tersebut, merupakan inti ajaran tauhid yang wajib kita wujudkan pada diri kita. Karena Allah memerintahkan kita untuk menjadikan beliau sebagai qudwah (teladan). 

 

*** 

Referensi: 

al-Mulakh-khash fii Syarhi Kitab at-Tauhid (hal. 34-35), Syaikh Dr. Shalih Fauzan al-Fauzan. 

 

✍ Abu Ziyan Jo Saputra Halim

 

Page: fb.com/kristaliman 

Channel Telegram: *kristaliman*



Reshare : #bassfm

https://bassfm.id

https://instagram.com/bassfm

https://facebook.com/bassfmid