Minggu, 09 Juni 2013

"HAKEKAT DO'A"

Dalam bahasa Sufistik, soal ikhtiar, doa dan takdir dilihat dari dimensi hakikatnya. Bahwa secara hakikat, upaya dan doa itu tidak akan menjadi sebab terwujudnya takdir, dan tidak akan mengubah takdir. Mengapa demikian? Karena takdir Allah Swt, dengan semua ketentuanNya telah mendahului ikhtiar dan doa kita. Bagaimana mungkin, sesuatu yang baru (berupaya upaya dan doa kita) bisa mengubah sesuatu yang mendahului  (ketentuan Allah Swt)?

Doa dan ikhtiar itu sesungguhnya juga takdir.
Bila Allah Swt hendak memberi anugerah seseorang, maka si hamba juga ditakdirkan dan diberi kemampuan untuk berdoa dan berikhtiar.
Doa dan ikhtiar hanyalah tanda-tanda takdir itu sendiri.
Allah memerintahkan kita berupaya dan berdoa agar kita memahami bahwa kita sangat terbatas dan tak berdaya, sehingga doa dan upaya adalah bentuk kesiapan kehambaan belaka agar kita siap menyongsong takdirNya.
Aturan syariat mengharuskan kita berikhtiar dan berdoa, karena syariat adalah aturan bagi keterbatasan manusia, dengan bahasa dan tugas manusiawi (taklifi), maka seseorang akan berdoa dan beriktiar dengan penuh kepasrahan dan kerelaan pada ketentuan dan pilihan terbaikNya. Bukannya berdoa untuk memaksaNya mengubah takdirNya.
Maka Ibnu Athaillah menegaskan dengan ucapan beliau:“Maha Besar (jauh) bila hukum AzaliNya harus disandarkan pada sebab akibat yang baru.”
Allah Swt adalah sebab segalanya. Dan segalanya bergantung semua kepada Allah Swt. Allah Swt tidak pernah menjadi akibat; seperti akibat kita berdoa Allah menuruti apa yang kita mau, akibat kita berusaha Allah mengubah takdirNya. Jauh dan Maha Suci dari hal-hal seperti itu.
Berdoa kita lakukan semata untuk ‘ubudiyah, manifestasi kehambaan kita akan terwujud ketika kita berdoa. Sebab dengan berdoa manusia merasa hina dina, merasa butuh, merasa tak berdaya dan merasa lemah di hadapanNya. Dan itulah hakikat ubudiyah dibalik doa, agar kita tetap menjaga rasa hina, rasa fakir, rasa tak berdaya dan rasa lemah. Karena dengan nuansa seperti itu kita akan cukup bersama Allah, mulia bersamaNya, mampu bersamaNya, kuat bersamaNya. Wallahu A’lam.
Dikutip dari www.sufinews.com

"NAFSU TERSEMBUNYI"


Syeikh Ibnu ‘Athaillah As-Sakandary
“Bagian nafsu dalam kemaksiatan itu jelas nyata. Sedangkan bagian nafsu di dalam ta’at, itu tersembunyi dan tidak nyata. Mengobati yang tersembunyi itu sangat sulit terapinya.”
Bahwa nafsu itu memiliki kecenderungan maksiat dan melakukan tindak maksiat itu sangat nyata dan jelas, karena naluri nafsu memang demikian. Namun ketika nafsu menyelinap di balik aktivitas taat, kebajikan, amaliah, sangat tersembunyi.
Sedangkan perselingkuhan nafsu dibalik taat dan ibadah kita begitu tersembunyi. Tiba-tiba ia merasa lebih tinggi dibanding orang lain, lebih suci, kemudian muncul rekayasa untuk manipulasi, dengan tujuan tertentu atau imbalan tertentu, yang menyebabkan riya’.
Mari kita bertanya pada diri sendiri dibalik nafsu yang tersembunyi ini. Apakah ketika kita beribadah, melakukan aktivitas kebajikan dan amaliyah lainnya, agar kita disebut berperan? Agar disebut lebih dibanding yang lain? Mendapat pujian  dan kehormatan orang lain? Anda sendiri dan orang-orang sholeh yang memiliki matahatilah yang mengenal karakter itu.
Ahmad bin Abul Hawary ra, mengatakan, “Siapa pun bila senang kebaikannya dipandang orang lain atau disebut-sebut, ia benar-benar musyrik dalam ibadahnya. Karena orang yang berbakti pada cinta, tidak senang bila baktinya dipandang oleh selain yang dijabdi.”
dikutip dari www.sufinews.com

Jumat, 07 Juni 2013

"5 LANDASAN IKHLAS"

Lima landasan ikhlas guna memperkokohnya:

  1. upayakan ikhlas dilandaskan akan mahabbah/cinta Alloh.Ketika tindak tanduk bertumpu pada cinta,maka muncul kekuatan luar biasa.coba renungilah:cinta akan menumbuhkan orang rela berkorban demi sang yang dicintai.
  2. upakan ikhlas dilandaskan karena rasa syukur/terima kasih pada Alloh.Semata-mata ucapan terima kasih pada-NYA.lantara dia telah menumpahkan nikmat pada kita.diantaranya kita = makhluk hidup dimulyakan oleh Alloh.Kita =diberi hidayah Alloh menjadi insan Muslim.
  3. upayakan ikhlas dilandaskan untuk orientasi akherat
  4. upayakan ikhlas dilandaskan untuk Alloh Swt semata.
  5. upayakan ikhlas dilandaskan pada adanya ikhlas itu sendiri.
Ikhlas memberi efek besar pada kehidupan manusia.diantaranya;sesosok nabi yusuf yang mukhlasin (qs.yusuf) niscaya akan terjaga dari kekejian dan keburukan.seperti;kemaksiatan,perzinaan dll.sesosok nabi Musa yang mukhlasin (qs.maryam 51),dijauhkan dari sifat kemunafikan (qs.annisa 145).Cobalah praktekan selama 40 hari semua karena Alloh,bisa sholat,bisa sedekah,bisa sehat,bisa jalan,bisa makan,dll semua adanya lantaran Alloh.(ikhlas)insya Alloh,akan tumbuh muka seri-seri,lisannya penuh hikmah,bicaranya seperti menyihir orang.
dikutip dari ceramah ust.m.shaleh Dharem Lc. disurabaya.

"HAKEKAT IKHLAS"

Hakekat ikhlas memuat pemahaman:

  1. Ikhlas = mengesakan Alloh dalam setiap tindakan.Tujuan akhir perbuatan hanya Alloh.Semua sikap,tindak tanduk terarah untuk mencari ridlo Alloh.
  2. Ikhlas = melupakan pandangan dari manusia apa yang kita lakukan.Tidak butuh penilaian manusia atau orang lain.
Amal dikategorikan kebaikan adalah berbanding lurus dengan bobot keikhlasan yang diembannya.
ini memiliki pemahaman;semakin tinggi bobot keikhlasan pada amal tersebut,maka Amal tersebut mempunyai   kategori amal kebaikan tinggi.
dikutip dari ceramah ust.m.shaleh dharem Lc. disurabaya.


Minggu, 02 Juni 2013

"10 tip dapat Cinta Allah"

10 tip dapat cinta Allah:

  1. Baca Qur'an dan ditadabur
  2. Lakukan amal-amal sunnat baik bentuknya sholat,shodaqoh dll
  3. Istiqomah berdzikir.Upayakan memiliki jadwal dzikir tiap hari
  4. Tinggalkan yang Allah tidak suka
  5. Pelajari dan hayati nama-nama Allah(asmaul husna)
  6. Pikirkan kebaikan Allah
  7. Cobalah kholwat di tengah malam,mengadukan unek-uneknya sama Allah
  8. Duduklah bersama-sama orang sholeh
  9. Jauhkan dari perbuatan yang dapat menjauhkan dari Allah
  10. Qiyamul lail
Dikutip dari ceramah ust.Syekh Ali Al Jaber.

"Tiga penciptaan Tuhan "

Tuhan menciptakan makhluk hidup  terbagi menjadi 3 type:
  1. Tuhan ciptakan Makhluk hidup dengan dibekali akal tapi tidak dibekali Syahwat(hawa nafsu).Makhluk ini adalah yang disebut sesosok MALAIKAT.
  2. Tuhan ciptakan Makhluk hidup dengan dibekali Syahwat tapi tidak dibekali akal.Makhluk ini adalah yang sering disebut BINATANG.
  3. Tuhan ciptakan Makhluk hidup dengan dibekali akal juga dibekali syahwat.Makhluk ini adalah penyempurnaan dari dua tipe penciptaan makhluk hidup di atas. yaitu MANUSIA.
Tuhan mengembankan pada manusia  dua amanat  yakni akal dan syahwat.Diantara keduanya,mana  yang akan mendominasi si manusia.Akalkah atau syahwatnya?maksud dan tujuan Tuhan adalah menguji  MANUSIA" siapakah  yang mencapai  amal terbaik dihadapan-NYA?". dikutip dari mukhasyatul qulub karya Imam al Ghazali.

Minggu, 26 Mei 2013

"PILIHAN TUHAN UNTUK MANUSiA"

Tuhan menawarkan pada manusia,ada beberapa klaim diri manusia :
  1. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok muslim
  2. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok mukmin
  3. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok penjaga diri selalu dalam kebaikan
  4. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok shodiq
  5. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok penyabar
  6. maukan anda menjadikan diri sebagai sesosok diri khusyu
  7. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok penjaga diri selalu dalam puasa
  8. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok penjaga kelaminnya dari perbuatan keji
  9. maukah anda menjadikan diri sebagai sesosok pendzikir yang banyak.
penawaran akan pilihan diri untuk manusia di atas.dikutip (Qs.33:35) Tuhan sangat bijaksana menentukan pilihan tersebut.ketika sesosok manusia melakukan pilihan ,maka akan ada konsekuensi logis yang harus ditanggung diri manusia itu.