Jumat, 31 Juli 2020

RENUNGAN : KESULITAN ADA KEMUDAHAN

THE OWL AND THE BAT

Sejak lahir, burung hantu menderita satu kesulitan yaitu tidak bisa menggerakkan bola matanya. Karena sebenarnya mata yang dimiliki burung hantu bukan berbentuk bola seperti manusia, sehingga kedua mata tersebut hanya bisa menatap lurus ke depan.

Meski demikian, Allah Maha Bijaksana. Kesulitan tersebut tidak dibiarkan begitu saja, karena Allah menciptakan desain anatomi khusus, yang memungkinkan burung hantu memutar kepalanya hingga 270 derajat putaran.

Tidak hanya itu, burung hantu juga dilengkapi dengan tiga lapis kelopak mata. Satu untuk tidur, satu untuk berkedip, dan satu lagi untuk membersihkan matanya.

Jadi meski burung hantu memiliki satu kesulitan, bersamanya Allah sertai dua kemudahan. Yaitu kemampuan memutar kepala, dan kelopak mata yang berlapis-lapis.

Hewan malam lainnya yang juga terlahir membawa kesulitan adalah kelelawar. Karena mereka lahir dalam keadaan memiliki kaki yang kecil dan rapuh. Begitu lemahnya, hingga kaki kelelawar tak bisa menopang tubuhnya sendiri untuk berdiri.

Lagi-lagi kita melihat kebijaksanaan Allah pada mamalia kecil ini. Kepada kelelawar diberikan otot khusus pada kaki sehingga ia bisa nyaman bergelantungan dalam keadaan terbalik.

Kekuatan sayap kelelawar pun tercipta dengan sangat unik, sehingga dari posisi terbalik ia bisa terbang begitu mudahnya dengan cara menjatuhkan diri dari atas ketinggian.

Maka meski kelelawar memiliki satu kesulitan, bersamanya Allah sertai dua kemudahan. Yaitu kemampuan bergelantung terbalik, dan sayap uniknya yang sanggup terbang dengan gerakan khas.

Benarlah kiranya kedua ayat dalam surat Al-Insyirah ini,

فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا. إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا

"Karena sesungguhnya bersama satu kesulitan ada sebuah kemudahan. Sungguh, bersama satu kesulitan (yang sama) ada sebuah kemudahan (yang lain lagi)."

Para ulama bahasa Arab mengupas rahasia bahwa al-'usri menggunakan redaksi alif lam, berarti kesulitan yang dimaksud dalam kedua ayat tersebut adalah satu kesulitan yang sama.

Sedangkan yusron sebaliknya tanpa imbuhan alim lam untuk menunjukkan bahwa kemudahan dalam ayat berikutnya adalah berbeda dengan kemudahan yang dimaksud pada ayat sebelumnya.

Maka sesungguhnya, satu kesulitan akan disertai dengan dua kemudahan! Maha Benar Allah atas segala firman-Nya.

Jika kepada mahluk-mahluk mungil saja Allah memberikan dua kemudahan pada setiap kesulitan mereka, maka kita sebagai manusia lebih pantas lagi untuk yakin bahwa Allah juga akan menyertai setiap masalah kita dengan dua solusi. Sungguh Allah Maha Luas Rahmat-Nya.

SUMBER:https://telegram.me/motivasi_alfath

RENUNGAN : CIRI DITERIMA TAUBAT TERKADANG DIIKUTI 5 KEMUDAHAN


.
Pertama, Alloh mudahkan  hatinya  rasa nikmat beribadah. 
Sholat bisa khusyuk, nikmat duduk berlama sambil dzikir, nikmat qiyamul lail, nikmat puasa, nikmat2 di majelis ilmu dan seterusnya. Bahagia hatinya saat beramal kebaikan.
.
Kedua, Alloh mudahkan ia menegakkan amalan sunnah.
Jika sudah nikmat dengan yang wajib. Ia akan dekat dengan yang sunnah. Mulai memburu amal lain sebagai upayanya menutup kekurangan.
.
Ketiga, Alloh mudahkan  bertemu dengan kawan yang sholeh.
Ini sebagai penjaga bagi pertaubatannya. Alloh menjaganya dengan menghadirkan kawan-kawan sholeh di dalam perjalanan taubatnya.
.
Keempat, Alloh mudahkan hatinya menerima nasihat. 
Hatinya melembut. Hidayah mudah masuk saat menerima nasihat kebaikan. Sehingga perilakunya terjaga dari keburukan.
.
Kelima, Alloh mudahkan air mata keluar dari dua matanya.
Ia mudah menangis.Bukan karena cengeng.. Tapi karena mengingat semua dosa masa lalunya. Ia menangis karena mengingat semua nikmat Alloh. Ia menangis atas kesempatan yang sudah Alloh berikan. Ia menangis sebagai bentuk penyesalan, sekaligus rasa bersyukur kepada Alloh.
.
Semoga Ramadhan kali ini.. kita termasuk hamba-hamba yang menikmati ampunan Alloh azza wa jala. Aamiin..

SUMBER:https://telegram.me/motivasi_alfath

RENUNGAN: 6 Kebaikan Mandi Sebelum Subuh Yang Luar Biasa, Rugi Kalau Tak Amalkan



Inilah 6 Kebaikan Mandi Sebelum Subuh Yang Luar Biasa, Rugi Kalau Tak Amalkan, Menurut kajian sains, kandungan gas ozon pada waktu pagi lebih tinggi dari waktu lain. oleh itu, gas ozon ini juga amat penting untuk tubuh badan anda. jika anda mandi sebelum waktu subuh, ia bukan sahaja membersihkan malah memberikan kesegaran dan manfaat untuk tubuh badan anda.

Antara manfaat Mandi Sebelum Subuh ialah :

1. Kulit lebih lembut dan halus

Pada waktu pagi selalunya anda akan memasang “water heater” untuk mendapatkan air yang hangat dan menghilangkan kesejukan. selepas ini, jika anda memiliki lingkaran hitam di bawah mata, mandi menggunakan air sejuk dapat mengurangkan kegelapan pada bawah mata. begitu juga dengan kuku, ia akan menjadi lebih sihat, kuat dan tidak mudah retak. kulit pula menjadi lebih lembut dan halus.

2. Melancarkan peredaran darah

Jika peredaran darah anda lancar maka tubuh badan anda akan menjadi lebih sihat dan bertenaga. malah anda juga boleh melakukan aktiviti seharian tanpa rasa letih.

3. Meningkatkan kesuburan

Kesihatan tubuh badan manusia akan mendapat reaksi yang positif apabila anda mandi pada waktu pagi. ia dapat meningkatkan hormon testosteron pada lelaki dan hormon estrogen untuk wanita.

4. Mengurangkan risiko darah tinggi

Untuk anda yang memiliki penyakit darah tinggi, mungkin ini merupakan salah satu cara untuk anda mengurangkan penyakit anda. Insya ALLAH, dengan izin ALLAH, jika ia diamalkan selalu, penyakit anda akan pulih.

5. Mengurangkan tekanan serta tenang

Air yang sejuk akan melancarkan kembali peredaran darah setelah lama berbaring. buat anda yang mengalami depresi, inilah cara yang terbaik utk anda menghilangkannya. oleh itu, ubahlah tabiat kpd mandi pagi sebelum subuh.

6. Meningkatkan sel darah putih

Mandi dengan air sejuk, ia akan meningkatkan sel darah putih di dalam tubuh badan. apabila sel darah putih banyak, maka daya tahan penyakit dan tubuh badan boleh melawan virus. oleh itu, anda tidak mudah untuk dijangkiti dengan sebarang penyakit.

Wallahualam…
SUMBER: https://telegram.me/motivasi_alfath

Sabtu, 25 Juli 2020

SEPULUH HARI PERTAMA BULAN DZULHIJJAH, KEUTAMAAN DAN AMALAN-AMALAN UTAMA DIDALAMNYA

╔»✭☆✧◦●◉✿❀~•♥️•~❀✿◉●◦✧☆✭«╗



Diantara nikmat dan anugerah Allah Ta’ala adalah dijadikannya hari-hari tertentu sebagai lahan beramal shaleh yang pahala dan keutamaannya lebih besar dibandingkan hari-hari lainnya, diantaranya yaitu sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah.

Di hari-hari tersebut mengandung keberkahan dan keutamaan sehingga sangat dianjurkan memperbanyak beramal shaleh didalamnya.

Allah Ta’ala berfirman:

ﻭﺍﻟﻔﺠﺮ ‏( 1 ‏) ﻭﻟﻴﺎﻝٍ ﻋﺸﺮ (2) ‏

“Demi Fajar (1), demi malam yang sepuluh (2).” ( QS. Al-Fajr: 1-2)

Yang dimaksud dalam ayat ini adalah sepuluh hari dibulan Dzulhijjah. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir )

Allah Ta’ala juga berfirman:

ﻭﻳﺬﻛﺮﻭﺍ ﺍﺳﻢ ﺍﻟﻠﻪ ﻓﻲ ﺃﻳﺎﻡ معلومات

“…Dan agar mereka menyebut nama Allah pada beberapa hari yang telah ditentukan…” (QS. Al-Hajj:28)

Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, Imam Asy-Syafii rahimahullah dan mayoritas ulama mengatakan, maksudnya adalah hari-hari yang sepuluh dibulan Dzulhijjah (Lihat Al-Adzkar karya Imam An-Nawawi dalam bab “dzikir-dzikir disepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah”)

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﺒﺎﺱ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﺃﻥ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ – ﻳﻌﻨﻲ ﺃﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ – ﻗﺎﻟﻮﺍ : ﻳﺎ ﺭﺳﻮﻝ ﺍﻟﻠﻪ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ؟ ﻗﺎﻝ ﻭﻻ ﺍﻟﺠﻬﺎﺩ ﻓﻲ ﺳﺒﻴﻞ ﺍﻟﻠﻪ ﺇﻻ ﺭﺟﻞ ﺧﺮﺝ ﺑﻨﻔﺴﻪ ﻭﻣﺎﻟﻪ ﺛﻢ ﻟﻢ ﻳﺮﺟﻊ ﻣﻦ ﺫﻟﻚ ﺑﺸﻲﺀ

Dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun”. (HR. Al-Bukhari)

ﻋﻦ ﺍﺑﻦ ﻋﻤﺮ ﺭﺿﻲ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻤﺎ ﻋﻦ ﺍﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺎﻝ : ﻣﺎ ﻣﻦ ﺃﻳﺎﻡ ﺃﻋﻈﻢ ﻭﻻ ﺍﺣﺐ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﺍﻟﻌﻤﻞ ﻓﻴﻬﻦ ﻣﻦ ﻫﺬﻩ ﺍﻷﻳﺎﻡ ﺍﻟﻌﺸﺮ ﻓﺄﻛﺜﺮﻭﺍ ﻓﻴﻬﻦ ﻣﻦ ﺍﻟﺘﻬﻠﻴﻞ ﻭﺍﻟﺘﻜﺒﻴﺮ ﻭﺍﻟﺘﺤﻤﻴﺪ

Dari Umar radhiyallahu ‘anhuma, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini. Maka perbanyaklah pada saat itu tahlil, takbir dan tahmid” (HR. Ahmad)

“Apabila amal pada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah itu lebih utama dan lebih dicintai oleh Allah daripada amal pada hari-hari lainnya dalam setahun, maka amal pada waktu tersebut -walaupun pada asalnya tidak utama- menjadi lebih utama dari pada amal pada waktu selainnya walaupun amal tersebut asalnya utama”. (Mukhtashar Lathaiful Ma’arif)

Amalan Utama Yang Dianjurkan Pada Sepuluh Hari Pertama Dibulan Dzulhijjah

Diantara amalan-amalan yang dianjurkan untuk dilakukan oleh kaum muslimin pada sepuluh hari pertama dibulan Dzulhijjah adalah sebagai berikut:

1. Memperbanyak amal shaleh secara umum

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “Tidak ada hari yang paling agung dan amat dicintai Allah untuk berbuat kebajikan di dalamnya daripada sepuluh hari (Dzulhijjah) ini”…(HR. Ahmad)

2. Meningkatkan kualitas dan menjaga shalat

Terutama shalat wajib, yang merupakan salah satu rukun islam, juga meningkatkan shalat-shalat sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.

Bagi lelaki diwajibkan shalat berjamaah di masjid dan berlomba-lomba mendapatkan shaf/barisan pertama.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hendaknya kamu memperbanyak sujud kepada Allah, karena tidaklah kamu sujud kepada Allah dengan satu kali sujud, melainkan dengannya Allah mengangkat satu derajat dan menghapuskan satu kesalahan darimu” . (HR. Muslim)

3. Puasa

Dianjurkan berpuasa pada tanggal satu hingga tanggal sembilan dzulhijjah, dan yang paling ditekankan adalah ditanggal sembilan yaitu hari arafah bagi yang tidak menunaikan ibadah haji.

Hunaidah bin Khalid meriwayatkan dari istrinya, dari sebagian istri-istri Nabi shallallau ‘alaihi wasallam yang mengatakan, “Adalah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berpuasa pada tanggal sembilan Dzul
hijjah, hari asyura, dan tiga hari pada setiap bulannya”. ( HR. Ahmad)

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata ” …Tidak dimakruhkan puasa sembilan hari pertama dibulan Dzulhijjah bahkan sangat dianjurkan terutama ditanggal sembilannya yaitu hari arafah”. (Syarah Shahih Muslim)

4. Menunaikan ibadah haji dan umrah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ikutilah antara haji dan umrah, sungguh keduanya menghilangkan kefakiran dan dosa sebagaimana alat peniup pandai besi menghilangkan kotoran yang melekat pada besi, emas, dan perak, dan tidak ada balasan bagi haji mabrur kecuali surga Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:

ﻭﺍﻟﺤﺞ ﺍﻟﻤﺒﺮﻭﺭ ﻟﻴﺲ ﻟﻪ ﺟﺰﺍﺀ ﺇﻻ ﺍﻟﺠﻨﺔ

” …Dan haji yang mabrur itu tidak ada balasan melainkan surga”. (HR. Muslim)

5. Membaca takbir, tahlil, dan tahmid

Imam Al-Bukhari rahimahullah menuturkan, Umar radhiyallahu ‘anhu bertakbir dikubah masjid di Mina, kaum muslimin yang berada dalamnya mendengarnya, lalu mereka juga bertakbir, begitu juga orang-orang yang berada di pasar sehingga Mina penuh dengan gemuruh takbir.”

Imam Al-Bukhari rahimahullah juga menuturkan bahwa Ibnu Umar dan Abu Hurairah Rmradhiyallahu ‘anhuma pergi ke pasar pada sepuluh hari tersebut dan keduanya bertakbir, maka orang-orang pun bertakbir mengikuti takbir keduanya”.

Imam An-Nawawi Asy-Syafii rahimahullah berkata dalam kitab Al-Adzkar “Ketahuilah, sesungguhnya telah dianjurkan memperbanyak dzikir disepuluh hari pertama (bulan Dzulhijjah) melebihi hari-hari lainnya, lebih ditekankan lagi pada hari arafah”

6. Berqurban

ﻋَﻦْ ﻋَﺎﺋِﺸَﺔَ ﺃَﻥَّ ﺍﻟﻨَّﺒِﻰَّ – ﺻﻠﻰ ﺍﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ – ﻗَﺎﻝَ ‏« ﻣَﺎ ﻋَﻤِﻞَ ﺍﺑْﻦُ ﺁﺩَﻡَ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟﻨَّﺤْﺮِ ﻋَﻤَﻼً ﺃَﺣَﺐَّ ﺇِﻟَﻰ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﻣِﻦْ ﻫِﺮَﺍﻗَﺔِ ﺩَﻡٍ ﻭَﺇِﻧَّﻪُ ﻟَﻴَﺄْﺗِﻰ ﻳَﻮْﻡَ ﺍﻟْﻘِﻴَﺎﻣَﺔِ ﺑِﻘُﺮُﻭﻧِﻬَﺎ ﻭَﺃَﻇْﻼَﻓِﻬَﺎ ﻭَﺃَﺷْﻌَﺎﺭِﻫَﺎ ﻭَﺇِﻥَّ ﺍﻟﺪَّﻡَ ﻟَﻴَﻘَﻊُ ﻣِﻦَ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻋَﺰَّ ﻭَﺟَﻞَّ ﺑِﻤَﻜَﺎﻥٍ ﻗَﺒْﻞَ ﺃَﻥْ ﻳَﻘَﻊَ ﻋَﻠَﻰ ﺍﻷَﺭْﺽِ ﻓَﻄِﻴﺒُﻮﺍ ﺑِﻬَﺎ ﻧَﻔْﺴًﺎ »

Dari ‘Aisyah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Tidaklah pada hari nahr (hari raya qurban) manusia beramal suatu amalan yang lebih dicintai oleh Allah daripada mengalirkan darah dari hewan qurban. Ia akan datang pada hari kiamat dengan tanduk, kuku, rambut hewan qurban tersebut. Dan sungguh, darah tersebut akan sampai kepada (ridha) Allah sebelum tetesan darah tersebut jatuh ke bumi, maka bersihkanlah jiwa kalian dengan berqurban.” (HR. Ibnu Majah dan At-Tirmidzi)

Dan masih banyak lagi amalan-amalan utama yang dianjurkan untuk dikerjakan di hari-hari tersebut seperti memperbanyak membaca al-Quran, memperbanyak taubat, bersedekah, duduk di masjid beribadah didalamnya saat selesai shalat subuh sampai terbitnya matahari sebagaimana yang dilakukan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, menjaga shalat wajib dengan berjamaah, menjauhkan diri dari loyalitas kepada orang-orang kafir atau setia kepada mereka, menjaga waktu dengan memanfaatkannya sebaik mungkin serta amalan-amalan lainnya. (Lihat Kitab Durusu al-‘Am)

Wallahu A’lam. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan keilmuan kita.

Oleh: Abul Fata Miftah Murod, S. Ud; Lc

Artikel:
alghurobasite.wordpress.com

📚Inilahfikih.com
http://t.me/majelisilmutarbiyah

╚»✭☆✧◦●◉✿❀~•♥️~•❀✿◉●◦✧☆✭«╝
Dikutip dari telegram link kitab aswaja

Kamis, 16 Juli 2020

AMALAN (KAJIAN): 10 AMALAN AGAR BISA BERSAMA DENGAN NABI ﷺ DI SURGA FIRDAUS*

بِسْــــــــــــــــــــــمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْم

*(1). Taat kepada Allah dan Rasul-Nya ﷺ*
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama (di akhirat) dengan orang-orang yang telah dianugerahi nikmat oleh Allah, yaitu : para Nabi, para shiddiiqiin, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang shalih. Dan mereka itu sebaik-baik teman" (QS. An-Nisaa' : 69)

*(2). Mencintai Nabi Muhammad ﷺ*
"Kami tak pernah gembira tentang sesuatu melebihi kegembiraan kami terhadap sabda Nabi ﷺ : "Engkau Akan Bersama Dengan Siapa Yang Engkau Cintai". Anas berkata : "Aku mencintai Nabi ﷺ, Abu Bakar dan Umar. Dan aku pun berharap akan bersama mereka dengan sebab kecintaanku kepada mereka, meskipun aku tidak beramal seperti amalan mereka" (HR. Bukhari no. 3688 dan Muslim no. 2639, hadits dari Anas bin Malik)

*(3). Melaksanakan rukun Islam serta tidak durhaka kepada kedua orang tua*
"Seorang laki-laki telah datang kepada Nabi ﷺ kemudian ia berkata : "Wahai Rasulullah, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan selain Allah dan sungguh engkau adalah utusan Allah. Aku telah shalat lima waktu, menunaikan zakat hartaku dan berpuasa di bulan Ramadhan". Maka Nabi ﷺ bersabda : "Barangsiapa yang telah mati atas dasar ini, maka ia akan bersama dengan para Nabi, para shiddiqin, dan para syuhada pada Hari Kiamat seperti ini - sambil mengacungkan 2 jari - selagi ia tidak durhaka kepada kedua orang tuanya" (HR. Ahmad, Ibnu Khuzaimah dan Ibnu Hibban, hadits dari 'Amr bin Murrah al-Juhani, Shahiihut Targhiib no. 2515)

*(4). Memperbanyak shalat sunnah*
"Aku pernah bermalam bersama Rasulullah ﷺ, lalu aku pun menyiapkan air wudhu dan keperluannya. Beliau bersabda kepadaku : "Mintalah sesuatu !". Maka aku menjawab : "Aku meminta kepadamu agar aku dapat bersamamu di Surga". Beliau menjawab : "Ada lagi selain itu ?". Aku katakan : "Itu saja ya Rasulullah". Maka beliau bersabda : "Maka bantulah aku atas dirimu itu dengan memperbanyak sujud (shalat)" (HR. Muslim no. 489, dari Rabi’ah bin Ka’ab al-Aslami)

*(5). Memperbanyak membaca shalawat*
"Sesungguhnya manusia yang paling utama (dekat) denganku pada Hari Kiamat adalah yang paling banyak bershalawat atasku" (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Abdullah bin Mas’ud, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 1668)

*(6). Merawat dan menyantuni anak yatim*
"Aku dan orang yang merawat anak yatim di Surga kelak seperti ini" dan beliau pun memberi isyarat dengan jari tengah dan telunjuknya" (HR. Bukhari no. 6005, hadits dari Sahl bin Sa’d)

*(7). Mendidik dua anak wanita sehingga menjadi wanita mukminah shalihah*
"Barangsiapa yang memelihara (mendidik) dua wanita sampai mereka dewasa, maka aku akan masuk Surga bersamanya kelak seperti ini", beliau pun mengisyaratkan jari telunjuk & jari tengahnya" (HR. Bukhari, hadits Anas, Shahih al-Adabul Mufrad no. 686)

*(8). Memiliki akhlak yang mulia*
"Sesungguhnya seseorang yang paling aku cintai & paling dekat majelisnya denganku di antara kalian pada Hari Kiamat (di Surga) adalah yang paling baik akhlaknya…" (HR. At-Tirmidzi, hadits dari Jabir, lihat Shahiihul Jaami' ash-Shaghiir no. 2649)


*(9). Selalu memperbanyak do’a*
اَللَّهُمَّ إنِّي أسْألُكَ إيْمَانًا لاَ يَرْتَدُّ وَنَعِيْمًا لاَ يَنْفَدُ وَمُرَافَقَةَ مُحَمَّدٍ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم فِي أعْلىَ جَنَّةِ الخُلْدِ

"Ya Allah, aku mohon kepada-Mu iman yang tidak pernah lepas, kenikmatan yang tidak pernah habis serta dapat menyertai Nabi Muhammad ﷺ di Surga yang tertinggi dan kekal" (HR. Ahmad VI/128 dan Ibnu Hibban no. 1970, atsar dari Abdullah bin Mas'ud, lihat Silsilah ash-Shahiihah V/379)

*(10). Anak shalih yang dapat mengangkat derajat orang tuanya atau sebaliknya*
"Dan orang-orang yang beriman serta anak cucu mereka yang mengikuti mereka dalam keimanan, Kami hubungkan mereka dengan anak cucu mereka..." (QS. Ath-Thur [52]: 21)

Jika anak bersama Nabi ﷺ di Surga, maka orang tuanya diangkat derajatnya bersama dengan anaknya di Surga yang sama, begitu pula jika orang tua yang bersama Nabi ﷺ.


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar
Dikutip dari wa mushola an nur

KAJIAN: BENTUK DURHAKA KEPADA ORANG TUA

HADITS 1

Dari *Mughirah bin Syu'bah* _radhiallahu 'anhu,_ bahwa *Nabi* _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda:

إِنَّاللَّهَ تَعَالَى حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ اْللأَمَّهَاتِ، وَمَنْعًا وَهَاتِ وَوَأْدَ اْلبَنَاتِ، وَكَرِهَ لَكُمْ قِيْلَ وَقَالَ، وَكَشْرَةَ اْلسُّؤَالِ، إِضَاعَةَ اْلمَالِ

_*"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kamu, durhaka pada ibu dan menolak kewajiban, dan minta yang bukan haknya, dan membunuh anak hidup-hidup, dan Allah membenci padamu banyak bicara, dan banyak bertanya demikian pula memboroskan harta (menghamburkan kekayaan)."*_ [HR. Bukhari dan Muslim]

HADITS 2

Sebagaimana hadis dari *Abu Darda* bahwasanya *Nabi* _shallallahu 'alaihi wa sallam_ bersabda:

لاَ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَاقٌ وَلاَ مُدْمِنُ خَمْرٍ وَلاَ مُكَذِّبٌ باْلقَدَرِ

_*"Tidak masuk Surga anak yang durhaka, peminum khamr (minuman keras) dan orang yang mendustakan qadar."*_ [HR. Ahmad 6/441 dan di hasankan oleh Al-Albani dalam Silsilah Hadis Shahihnya, 675]

PENJELASAN 1

Di antara bentuk-bentuk durhaka pada orang tua, di antaranya:

*1• Menimbulkan gangguan terhadap orang tua,* baik berupa perkataan atau pun perbuatan yang membuat orang tua sedih atau sakit hati.

*2• Berkata _“Ah”_ atau _“Cis”_ dan tidak memenuhi panggilan orang tua.*

*3• Membentak atau menghardik orang tua.*

*4• Bakhil atau kikir, tidak mengurus orang tuanya,* bahkan lebih mementingkan yang lain daripada mengurus orang tuanya, padahal orang tuanya sangat membutuhkan. Seandainya memberi nafkah pun, dilakukan dengan penuh perhitungan.

*5• Bermuka masam dan cemberut di hadapan orang tua,* merendahkan orang tua, mengatakan bodoh, kolot, dan lain-lain.

*6• Menyuruh orang tua,* misalnya menyapu, mencuci atau menyiapkan makanan. Pekerjaan tersebut sangat tidak pantas bagi orang tua, terutama jika mereka sudah tua dan lemah. Tetapi, jika si ibu melakukan pekerjaan tersebut dengan kemauannya sendiri, maka tidaklah mengapa, dan karena itu seorang anak harus berterima kasih dan membantu orang tua.

*7• Menyebut kejelekan orang tua di hadapan orang banyak atau mencemarkan nama baik orang tua.*

*8. Lebih mentaati istri daripada kedua orang tua.* Bahkan ada sebagian orang yang tega mengusir ibunya demi menuruti kemauan istrinya. Nas-alullaahas salaamah wal ‘aafiyah.

*9. Malu mengakui orang tuanya.* Sebagian orang merasa malu dengan keberadaan orang tua dan tempat tinggal ketika status sosialnya meningkat. Tidak diragukan lagi, sikap semacam itu adalah sikap yang sangat tercela, bahkan termasuk kedurhakaan yang keji dan nista.



```》Bentuk-Bentuk Berbakti Kepada Orang Tua```

*Allah memerintahkan dalam Al-Quran agar berbakti kepada kedua orang tua.* Mengenai wajibnya seorang anak berbakti kepada orang tua, *Allah* _Subhanahu wa Ta'ala_ berfirman:

AYAT 1

وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

```"Dan Rabbmu telah memerintahkan kepada manusia janganlah ia beribadah melainkan hanya kepadaNya dan hendaklah berbuat baik kepada kedua orang tua dengan sebaik-baiknya. Dan jika salah satu dari keduanya atau kedua-duanya telah berusia lanjut di sisimu maka janganlah katakan kepada keduanya 'ah' dan janganlah kamu membentak keduanya."``` [QS. Al-Isra: 23]

PENJELASAN 2

Di antara bentuk-bentuk berbakti kepada kedua orang tua, di antaranya:

*1• Bergaul bersama keduanya dengan cara yang baik.* Di dalam hadis *Nabi* _shallallahu 'alaihi wa sallam_ disebutkan bahwa memberi kegembiraan kepada seseorang Mukmin termasuk sedekah, lebih utama lagi kalau memberi kegembiraan kepada orang tua kita.

*2• Berkata kepada keduanya dengan perkataan yang lemah lembut.* Hendaknya dibedakan adab berbicara antara kepada kedua orang tua dengan kepada anak, teman atau dengan yang lain. *Berbicara dengan perkataan yang mulia kepada kedua orang tua.*

*3• Tawadhu (rendah hati).* Tidak boleh kibr (sombong) apabila sudah meraih sukses atau memenuhi jabatan di dunia, karena sewaktu lahir, kita berada dalam keadaan hina dan membutuhkan pertolongan, kita diberi makan, minum, dan pakaian oleh orang tua.

*4• Memberi infak (sedekah) kepada kedua orang tua,* karena pada hakikatnya semua harta kita adalah milik orang tua. Oleh karena itu *berikanlah harta itu kepada kedua orang tua, baik ketika mereka minta ataupun tidak.*

*5• Mendoakan kedua orang tua.* Di antaranya dengan doa berikut:

*رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيْرًا*

_“Wahai Rabbku, kasihilah keduanya, sebagaimana mereka berdua telah mendidikku sewaktu kecil.”_

*Seandainya orang tua masih berbuat syirik serta bid’ah, kita tetap harus berlaku lemah lembut kepada keduanya, dengan harapan agar keduanya kembali kepada Tauhid dan Sunnah.* Bagaimanapun, syirik dan bid’ah adalah sebesar-besar kemungkaran, maka kita harus mencegahnya semampu kita dengan dasar ilmu, lemah lembut dan kesabaran. Sambil terus berdoa siang dan malam agar orang tua kita diberi petunjuk ke jalan yang benar.

PENJELASAN 3

```》Apabila Kedua Orang Tua Telah Meninggal```

Maka yang harus kita lakukan adalah:
*1). Meminta ampun kepada Allah _Azza wa Jalla_ dengan taubat nashuha* (jujur) bila kita pernah berbuat durhaka kepada keduanya di waktu mereka masih hidup.

*2). Menshalatkannya dan mengantarkan jenazahnya ke kubur.*

*3). Selalu memintakan ampunan untuk keduanya.*

*4). Membayarkan hutang-hutangnya.*

*5). Melaksanakan wasiat sesuai dengan syariat.*

*6). Menyambung silaturahmi kepada orang yang keduanya juga pernah menyambungnya.*

Semoga dengan memahami dan mengamalkan nilai-nilai Islam tersebut, kita dimudahkan oleh *Allah* _Azza wa Jalla_ dalam mewujudkan keluarga yang sakinah, mawaddah wa rahmah. Aamiin.

والله أعلم، وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم

*📓 Sumber:* Buku "Bingkisan Istimewa Menuju Keluarga Sakinah."

🖋️ _Penulis: Ustadz Yazid bin Abdul Qadir Jawas hafidzahullah_

*----------••♛♛♛••----------*
Dikutip dari grup wa dakwah harian

Rabu, 15 Juli 2020

Nasehat : Sampaikan Dan Jangan Gubris Kicauan Mereka

https://t.me/yusufassidawi/869




Abu Ubaidah As Sidawi

Diantara kalimat yang sering disampaikan oleh Syaikh al Albani adalah:

ألق كلمتك وامش

Sampaikan kalimatmu lalu teruslah melangkah.
Ya,  tugas kita hanyalah menyampaikan kebenaran dari Al Quran dan As Sunnah demi mencari ridho Allah,  baik manusia mau menerima atau tidak mau menerimanya. Itu bukan urusan kita,  karena hidayah di tangan Allah semata. 

Tidak perlu engkau menanggapi semua cemoohan mereka.  Tidak perlu juga engkau habiskan energi dan waktumu untuk menanggapi dan meladeni mereka.  Ingatlah selalu pesan Nabi kita :

أنا زعيم ببيت في ربض الجنة لمن ترك المراء وإن كان محقا

Saya menjamin sebuah istana rumah di pinggir surga bagi orang yang meninggalkan debat kusir walaupun dia benar.  (HR.  Abu Dawud dan dihasankan al Albani)

Orang jawa bilang "Seng Waras Ngalah". Apalagi harus meladeni argumen yg isinya hanya celaan dan kata kata kotor semata,  bukan hujjah ilmiah. Syeikhul Islam Ibnu Taimiyyah berkata:

فإن الرد بمجرد الشتم والتهويل لا يعجز عنه أحد . والإنسان لو أنه يناظر المشركين وأهل الكتاب: لكان عليه أن يذكر من الحجة ما يبين به الحق الذي معه والباطل الذي معهم". "مجموع الفتاوى" ( 4-186).

Membantah hanya dg mencela dan umpatan maka semua orang juga bisa.  Seorang yg hendak membantah orang musyrik dan ahli kitab saja harus menjelaskan hujjah yg menjelaskan kebenaran dan membongkar kebathilan mereka.  (Majmu Fatawa 4/186)

Tinggalkan debat kusir.  Kembalikan semua permasalahan kepada dalil.  Yuk,  kembali sibukkan diri dengan ilmu,  ilmu dan ilmu agar kita bisa membedakan antara yg benar dan salah.

Janganlah kecintaan kita kpd seseorang menjadikan kita meninggalkan dalil. 
Tanda ahli sunnah wal jamaah itu meninggalkan omongan manusia demi dalil,  sedangkan ahli bidah mereka meninggalkan dalil demi ucapan seorang.
Dikutip dari grup wa dakwah muslim