Sabtu, 30 Maret 2024

10 SIFAT ISTRI YANG MEMBUAT REZEKI SUAMI MENGALIR*

 *

Banyak suami yang mungkin tidak tahu bahwa rezekinya dengan izin Allah mengalir lancar atas peran istri. Memang tidak bisa dilihat secara kasat mata, namun bisa dijelaskan secara spiritual bahwa 10 sifat istri ini ‘membantu’ mendatangkan rezeki bagi suaminya.


1. ISTRI YANG PANDAI BERSYUKUR


Istri yang bersyukur atas segala karunia Allah pada hakikatnya dia sedang mengundang tambahan nikmat untuk suaminya. Termasuk rezeki. Punya suami, bersyukur. Menjadi ibu, bersyukur. Anak-anak bisa mengaji, bersyukur. Suami memberikan nafkah, bersyukur. Suami memberikan hadiah, bersyukur. Suami mencintai setulus hati, bersyukur. Suami memberikan kenikmatan sebagai suami istri, bersyukur.


وَإِذْ تَأَذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ ۖ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ عَذَابِي لَشَدِيدٌ


“Dan ingatlah ketika Tuhanmu memaklumkan: jika kalian bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu dan jika kamu mengingkari (nikmatKu) maka sesungguhnya adzabku sangat pedih”. (QS. Ibrahim: 7).


2. ISTRI YANG TAWAKKAL KEPADA ALLAH


Di saat seseorang bertawakkal kepada Allah, Allah akan mencukupi rezekinya.


وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ ۚ


“Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya.” (QS. Ath Thalaq: 3).


Jika seorang istri bertawakkal kepada Allah, sementara dia tidak bekerja, dari mana dia dicukupkan rezekinya. Allah akan mencukupkannya dari jalan lain, tidak selalu harus langsung diberikan kepada wanita tersebut. Bisa jadi Allah akan memberikan rezeki yang banyak kepada suaminya, lalu suami tersebut memberikan nafkah yang cukup kepada dirinya.


3. ISTRI YANG BAIK AGAMANYA


Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan bahwa wanita dinikahi karena empat perkara. Karena hartanya, kecantikannya, nasabnya dan agamanya.


فاظفر بذات الدين تربت يداك


“Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya (keislamannya). Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,


إذا جاءكم من ترضون دينه وخلقه فزوجوه إلا تفعلوه تكن فتنة في الأرض وفساد كبير


“Jika datang kepada kalian seorang lelaki yang kalian ridhai agama dan akhlaknya, maka nikahkanlah ia. Jika tidak, maka akan terjadi fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar.” (HR. Tirmidzi. Al Albani berkata dalam Adh Dho’ifah bahwa hadits ini hasan lighoirihi)

Jika demikian, maka ilmu agama adalah poin penting yang menjadi 


perhatian dalam memilih pasangan. Karena bagaimana mungkin seseorang dapat menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, padahal dia tidak tahu apa saja yang diperintahkan oleh Allah dan apa saja yang dilarang oleh-Nya? Dan disinilah diperlukan ilmu agama untuk mengetahuinya.


Maka pilihlah calon pasangan hidup yang memiliki pemahaman yang baik tentang agama

Beruntung itu beruntung di dunia dan di akhirat. Beruntung di dunia, salah satu aspeknya adalah dimudahkan mendapatkan rezeki yang halal.

Coba kita perhatikan, insya Allah tidak ada satu pun keluarga yang semua anggotanya taat kepada Allah 


kemudian mereka mati kelaparan atau nasibnya mengenaskan. Lalu bagaimana dengan seorang suami yang banyak bermaksiat kepada Allah tetapi rezekinya lancar? Bisa jadi Allah hendak memberikan rezeki kepada istri dan anak-anaknya melalui dirinya. Jadi berkat taqwa istrinya dan bayi atau anak kecilnya yang belum berdosa, Allah kemudian mempermudah rezekinya. Suami semacam itu sebenarnya berhutang pada istrinya.


4. ISTRI YANG BANYAK BERISTIGHFAR


Di antara keutamaan istighfar adalah mendatangkan rezeki. Hal itu bisa dilihat dalam Surat Nuh ayat 10 hingga 12. 

Bahwa dengan memperbanyak istighfar, Allah akan mengirimkan hujan dan memperbanyak harta.


فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)


“Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu’, sesunguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, memperbanyak harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) sungai-sungai untukmu.” (QS. Nuh : 10-12).


5. ISTRI YANG GEMAR SILATURAHIM


Istri yang gemar menyambung silaturahim, baik kepada orang tuanya, mertuanya, sanak familinya, dan saudari-saudari seaqidah, pada hakikatnya ia sedang membantu suaminya memperlancar rezeki. Sebab keutamaan silaturahim adalah dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya.


Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.


مَنْ أَحَبَّ أَنْ يُبْسَطَ لَهُ فِي رِزْقِهِ وَأَنْ يُنْسَأَ لَهُ فِي أَثَرِهِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ


Artinya: “Barangsiapa yang senang untuk dilapangkan rezekinya dan diakhirkan ajalnya (dipanjangkan umurnya), maka hendaklah ia menyambung (tali) silaturahim.” (HR. Al Bukhari dan Muslim).


Dalam hadits yang mulia ini, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang jujur dan terpercaya, mejelaskan tiga manfaat yang terealisir bagi orang yang memiliki dua sifat ; bertaqwa kepada Allah dan menyambung silaturrahim. Dan salah satu dari tiga manfaat itu adalah keluasan rezeki.


6. ISTRI YANG SUKA BERSEDEKAH


Istri yang suka bersedekah, dia juga pada hakikatnya sedang melipatgandakan rezeki suaminya. Sebab salah satu keutamaan sedekah sebagaimana disebutkan dalam surat Al Baqarah, akan dilipatgandakan Allah hingga 700 kali lipat. Bahkan hingga kelipatan lain sesuai kehendak Allah.


Jika istri diberi nafkah oleh suaminya, lalu sebagiannya ia gunakan untuk sedekah, mungkin tidak langsung dibalas melaluinya. Namun bisa jadi dibalas melalui suaminya. Jadilah pekerjaan suaminya lancar, rezekinya berlimpah.


ﻣَﺜَﻞُ ﺍﻟَّﺬِﻳﻦَ ﻳُﻨْﻔِﻘُﻮﻥَ ﺃَﻣْﻮَﺍﻟَﻬُﻢْ ﻓِﻲ ﺳَﺒِﻴﻞِ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﻛَﻤَﺜَﻞِ ﺣَﺒَّﺔٍ ﺃَﻧْﺒَﺘَﺖْ ﺳَﺒْﻊَ ﺳَﻨَﺎﺑِﻞَ ﻓِﻲ ﻛُﻞِّ ﺳُﻨْﺒُﻠَﺔٍ ﻣِﺎﺋَﺔُ ﺣَﺒَّﺔٍ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻳُﻀَﺎﻋِﻒُ ﻟِﻤَﻦْ ﻳَﺸَﺎﺀُ ۗ ﻭَﺍﻟﻠَّﻪُ ﻭَﺍﺳِﻊٌ ﻋَﻠِﻴﻢٌ


“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipatgandakan (ganjaran) bagi siapa saja yang Dia kehendaki. Dan Allah Mahaluas lagi Maha Mengetahui.”

(QS. Al Baqarah: 261).


7. ISTRI YANG BERTAQWA


Orang yang bertaqwa akan mendapatkan jaminan rezeki dari Allah Subhanahu wa Ta’ala. Bahkan ia akan mendapatkan rezeki dari arah yang tak disangka-sangka. Sebagaimana firman Allah dalam surat Ath Talaq ayat 2 dan 3.


ﻭَﻣَﻦْ ﻳَﺘَّﻖِ ﺍﻟﻠَّﻪَ ﻳَﺠْﻌَﻞْ ﻟَﻪُ ﻣَﺨْﺮَﺟًﺎ (2) ﻭَﻳَﺮْﺯُﻗْﻪُ ﻣِﻦْ ﺣَﻴْﺚُ ﻟَﺎ ﻳَﺤْﺘَﺴِﺐُ (3)


“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangka”. (QS. At Thalaq: 2-3).


8. ISTRI YANG SELALU MENDOAKAN SUAMINYA


Jika seseorang ingin mendapatkan sesuatu, ia perlu mengetahui siapakah yang memilikinya. Ia tidak bisa mendapatkan sesuatu tersebut melainkan dari pemiliknya.


Begitulah rezeki. Rezeki sebenarnya adalah pemberian dari Allah Azza wa Jalla. Dialah yang Maha Pemberi rezeki. Maka jangan hanya mengandalkan usaha manusiawi namun perbanyaklah berdoa memohon kepadaNya. Doakan suami agar senantiasa mendapatkan limpahan rezeki dari Allah, dan yakinlah jika istri berdoa kepada Allah untuk suaminya pasti Allah akan mengabulkannya.


ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺑُّﻜُﻢُ ﺍﺩْﻋُﻮﻧِﻲ ﺃَﺳْﺘَﺠِﺐْ ﻟَﻜُﻢْ


“DanTuhanmu berfirman: Berdoalah kepadaKu niscaya Aku kabulkan.” (QS. Ghafir: 60).


9. ISTRI YANG GEMAR SHALAT DHUHA


Shalat dhuha merupakan shalat sunnah yang luar biasa keutamaannya. Shalat dhuha dua raka’at setara dengan 360 sedekah untuk menggantikan hutang sedekah tiap persendian. Shalat dhuha empat rakaat, Allah akan menjamin rezekinya sepanjang hari.


Dari Abu Dzar radhiallahu anhu, dari Nabi shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda,


ﻳُﺼْﺒِﺢُ ﻋَﻠَﻰ ﻛُﻞِّ ﺳُﻼﻣَﻰ ﻣِﻦْ ﺃَﺣَﺪِﻛُﻢْ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻓَﻜُﻞُّ ﺗَﺴْﺒِﻴﺤَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﺤْﻤِﻴﺪَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﻬْﻠِﻴﻠَﺔٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻛُﻞُّ ﺗَﻜْﺒِﻴﺮَﺓٍ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ﻭَﺃَﻣْﺮٌ ﺑِﺎﻟْﻤَﻌْﺮُﻭﻑِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻧَﻬْﻲٌ ﻋَﻦْ ﺍﻟْﻤُﻨْﻜَﺮِ ﺻَﺪَﻗَﺔٌ ، ﻭَﻳُﺠْﺰِﺉُ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﺎﻥِ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ ‏( ﺭﻭﺍﻩ ﻣﺴﻠﻢ، ﺭﻗﻢ 1181 ) .


Pada setiap persendian kalian harus dikeluarkan sedekahnya setiap pagi; Setiap tasbih (membaca subhanallah) adalah sedekah, setiap tahmid (membaca Alhamdulillah) adalah sedekah, setiap tahlil (membaca Lailaha illallah) adalah sedekah, setiap takbir (membaca Allahu Akbar) adalah sedekah, amar bil ma'ruf adalah sedekah, nahi ‘anil munkar adalah sedekah. Semua itu dapat terpenuhi dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha." (HR. Muslim, no. 1181)


Imam Nawawi rahimahullah berkata, "Sabda beliau shallallahu alaihi wa sallam,


ﻭَﻳُﺠْﺰِﺉُ ﻣِﻦْ ﺫَﻟِﻚَ ﺭَﻛْﻌَﺘَﺎﻥِ ﻳَﺮْﻛَﻌُﻬُﻤَﺎ ﻣِﻦْ ﺍﻟﻀُّﺤَﻰ


'Semua itu dapat terpenuhi (cukup tergantikan) dengan (shalat) dua rakaat yang dilakukan di waktu Dhuha'


Dalam hadis qudsi Allah berfirman:


ﻋَﻦِ ﺍﻟﻠﻪِ ﺗَﺒَﺎﺭَﻙَ ﻭَﺗَﻌَﺎﻟَﻰ ﺃَﻧَّﻪُ ﻗَﺎﻝَ : ﻳﺎ ﺍﺑْﻦَ ﺁﺩَﻡَ ﺍﺭْﻛَﻊْ ﻟِﻲ ﺃَﺭْﺑَﻊَ ﺭَﻛَﻌَﺎﺕٍ ﻣِﻦْ ﺃَﻭَّﻝِ ﺍﻟﻨَّﻬَﺎﺭِ ﺃَﻛْﻔِﻚَ ﺁﺧِﺮَﻩُ .


Allah Ta'ala berfirman: “Wahai anak Adam, rukuklah untukku sebanyak empat rakaat di awal siang, maka akan aku cukupkan kebutuhanmu hingga sore hari. (HR. Al-Tirmidzi)


10. ISTRI YANG TAAT DAN MELAYANI SUAMINYA


Salah satu kewajiban istri kepada suami adalah mentaatinya. Sepanjang perintah suami tidak dalam rangka mendurhakai Allah dan Rasul-Nya, istri wajib mentaatinya.


Apa hubungannya dengan rezeki? Ketika seorang istri taat kepada suaminya, maka hati suaminya pun tenang dan damai. Ketika hatinya damai, ia bisa berpikir lebih jernih dan kreatifitasnya muncul. Semangat kerjanya pun timbul. Ibadah juga lebih tenang, rezeki mengalir lancar.


ﺭَﺑَّﻨَﺎ ﻫَﺐْ ﻟَﻨَﺎ ﻣِﻦْ ﺃَﺯْﻭَﺍﺟِﻨَﺎ ﻭَﺫُﺭِّﻳَّﺎﺗِﻨَﺎ ﻗُﺮَّﺓَ ﺃَﻋْﻴُﻦٍ ﻭَﺍﺟْﻌَﻠْﻨَﺎ ﻟِﻠْﻤُﺘَّﻘِﻴﻦَ ﺇِﻣَﺎﻣًﺎ


"Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami istri-istri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. (Al Furqon: 74)


Wa'allahu a'lam.


*Semoga bermanfa'at*


🌸🪷🌸

5 Penyebab malas sholat

Sumber:

https://www.fimela.com/lifestyle/read/4921472/5-penyebab-malas-sholat-yang-sering-diabaikan?page=4

1. Sering Berbuat Maksiat

Penyebab malas sholat yang pertama adalah karena sering berbuat maksiat dan memiliki banyak dosa. Hal ini seringkali dilakukan karena seseorang sangat menikmati kebahagiaan duniawi, sehingga melupakan Allah SWT. Jika tidak bertaubat, maka orang yang terus menerus melakukan maksiat dan dosa akan mendapatkan murka Allah, seperti firman-Nya dalam QS, Asy-Syura:30: 

قَالَ اَوَلَوْ جِئْتُكَ بِشَيْءٍ مُّبِيْنٍ – ٣٠

Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri.QS, Asy-Syura:30)

2. Lupa Akan Pentingnya Ibadah

Karena terlalu sibuk dengan hal-hal duniawi, dapat membuat seorang menjadi lupa akan pentingnya ibadah. Lupa melakukan ibadah adalah faktor utama seseorang menjadi malas beribadah. Ada juga orang yang sengaja lupa untuk melakukan ibadah, karena takut waktu kesibukannya terpotong untuk ibadah. Dalam QS, Al-Ankabut:69 Allah telah berfirman:

وَالَّذِيْنَ جَاهَدُوْا فِيْنَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَاۗ وَاِنَّ اللّٰهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِيْنَ ࣖ – ٦٩

Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaannya) kami, benar-benar akan kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik.(QS, Al-Ankbut:69)

3. Lupa Akan Kematian

Kematian adalah suatu hal yang pasti, tetapi kita tidak akan pernah tahu kapan akan mengalami kematian. Orang-orang yang lupa akan kematian biasanya akan malas sholat. Padahal saat mengingat kematian, kita diminta untuk lebih mendekatkan diri kapada Allah, agar dihindarkan dari siksa kubur yang mengerikan. Allah berfirman dalam QS. Ali Imran:185: 

كُلُّ نَفْسٍ ذَاۤىِٕقَةُ الْمَوْتِۗ وَاِنَّمَا تُوَفَّوْنَ اُجُوْرَكُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ ۗ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَاُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ ۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ – ١٨٥

Tiap-tiap berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu.(QS. Ali Imran:185).

4. Lupa Akan Pahala Sholat

Melaksanakan sholat dengan penuh kerendahan hati, hati yang bersih dan tulus, bisa membukakan surga untuk orang yang melakukannya. Namun, malas sholat dapat disebabkan karena seseorang lupa akan pahala sholat. Ada banyak pahala yang bisa kita dapatkan jika rajin sholat. Dalam surat Ar-Ra’d (13): 22 tertulis bahwa:

وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَاءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلَاةَ وَأَنْفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلَانِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُولَٰئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat kesudahan (yang baik)


5. Berlebihan dalam Hal Mubah

Mubah adalah sesuatu yang diperintahkan, tapi apabila tidak dikerjakan tidak berdosa. Orang yang malas sholat biasanya dipengaruhi karena terlalu berlebihan dalam hal mubah. Contoh perbuatan mubah terdapat dalam firman Allah Surat Al-Maidah:2 yaitu:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُحِلُّوْا شَعَاۤىِٕرَ اللّٰهِ وَلَا الشَّهْرَ الْحَرَامَ وَلَا الْهَدْيَ وَلَا الْقَلَاۤىِٕدَ وَلَآ اٰۤمِّيْنَ الْبَيْتَ الْحَرَامَ يَبْتَغُوْنَ فَضْلًا مِّنْ رَّبِّهِمْ وَرِضْوَانًا ۗوَاِذَا حَلَلْتُمْ فَاصْطَادُوْا ۗوَلَا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَاٰنُ قَوْمٍ اَنْ صَدُّوْكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اَنْ تَعْتَدُوْۘا وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖوَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗاِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu melanggar syiar-syiar kesucian Allah, dan jangan (melanggar kehormatan) bulan-bulan haram, jangan (mengganggu) hadyu (hewan-hewan kurban) dan qala'id (hewan-hewan kurban yang diberi tanda), dan jangan (pula) mengganggu orang-orang yang mengunjungi Baitulharam; mereka mencari karunia dan keridaan Tuhannya. Tetapi apabila kamu telah menyelesaikan ihram, maka bolehlah kamu berburu. Jangan sampai kebencian(mu) kepada suatu kaum karena mereka menghalang-halangimu dari Masjidilharam, mendorongmu berbuat melampaui batas (kepada mereka). Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan. Bertakwalah kepada Allah, sungguh, Allah sangat berat siksaan-Nya. (QS. Al-Ma'idah Ayat 2

Rabu, 27 Maret 2024

📜 3 KEMUNGKINAN TERKABULNYA DOA*

 ┅┅══❃✿ 🪷 ✿  ﷽  ✿ 🪷 ✿❃══┅┅


*

.

Dalam sebuah hadits disebutkan,

.

« ما مِنْ مُسْلِمٍ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ لَيْسَ فِيهَا إِثْمٌ وَلاَ قَطِيعَةُ رَحِمٍ إِلاَّ أَعْطَاهُ اللَّهُ بِهَا إِحْدَى ثَلاَثٍ إِمَّا أَنْ تُعَجَّلَ لَهُ دَعْوَتُهُ وَإِمَّا أَنْ يَدَّخِرَهَا لَهُ فِى الآخِرَةِ وَإِمَّا أَنُْ يَصْرِفَ عَنْهُ مِنَ السُّوءِ مِثْلَهَا ». قَالُوا إِذاً نُكْثِرُ. قَالَ « اللَّهُ أَكْثَرُ »

.

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan do’a pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahmi (antar kerabat, pen) melainkan Allah akan beri padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.” Para sahabat lantas mengatakan, “Kalau begitu kami akan memperbanyak berdo’a.” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam lantas berkata, “Allah nanti yang memperbanyak mengabulkan do’a-do’a kalian.” (HR. Ahmad 3/18, dari Abu Sa’id; derajat hasan)

.

Ingatlah bahwa Allah Ta’ala memang Maha Mengijabahi setiap do’a. Allah Ta’ala berfirman,

.

ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ

.

“Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu.” (QS. Ghafir : 60). Boleh jadi Allah mengabulkan do’a tersebut sebagaimana yang diminta. Boleh jadi Allah ganti dengan yang lebih baik. Boleh jadi pula Allah ganti dengan yang lain karena yang kita minta barangkali tidak baik untuk kita.

.

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ

.

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu.” (QS. Al Baqarah: 216)

.

Jika setiap orang memahami hal ini, maka tentu ia akan terus banyak berdo’a dan banyak memohon pada Allah. Karena setiap do’a yang dipanjatkan pasti bermanfaat. Segala sesuatu yang Allah karuniakan, itulah yang terbaik.


https://rumaysho.com/1299-3-kemungkinan-terkabulnya-doa.html




 ┅┅══❃ 🪷 ✿❃══┅┅ 🪷 ✿❃══┅┅

Minggu, 17 Maret 2024

PAHALA BAGI ORANG YANG DIGHIBAH*

 *Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*


*

Oleh :

Ustadz Ammi Nur Baits


*Pahala Bagi Orang yang diGhibah_*

Jika kita dighibah orang lain, apakah kita dapat pahala? Mohon dijelaskan.


Jawab:

Bismillah was shalatu was salamu ala Rasulillah, wa ba’du,


Perbuatan kedzaliman, tidak akan pernah dilupakan Allah.


Allah berfirman,


وَلَا تَحْسَبَنَّ اللَّهَ غَافِلًا عَمَّا يَعْمَلُ الظَّالِمُونَ


Janganlah sekali-kali kamu mengira, bahwa Allah lalai dari apa yang diperbuat oleh orang-orang yang zalim..” (QS. Ibrahim: 42)


Kedzaliman tidak akan pernah dilupakan Allah, meskipun manusia begitu mudah melupakannya.


Ketika di hari kiamat, akan dilakukan hisab, dimana pahala orang yang mendzalimi akan diserahkan kepada orang yang didzalimi, hingga kedzaliman itu habis.


Nabi shallallahu alaihi wa sallam pernah menceritakan kondisi orang muflis (bangkrut).


أَتَدْرُونَ مَنِ الْمُفْلِسُ قَالُوا الْمُفْلِسُ فِينَا مَنْ لَا دِرْهَمَ لَهُ وَلَا مَتَاعَ فَقَالَ إِنَّ الْمُفْلِسَ مِنْ أُمَّتِي مَنْ يَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِصَلَاةٍ وَصِيَامٍ وَزَكَاةٍ وَيَأْتِي قَدْ شَتَمَ هَذَا وَقَذَفَ هَذَا وَأَكَلَ مَالَ هَذَا وَسَفَكَ دَمَ هَذَا وَضَرَبَ هَذَا فَيُعْطَى هَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ وَهَذَا مِنْ حَسَنَاتِهِ فَإِنْ فَنِيَتْ حَسَنَاتُهُ قَبْلَ أَنْ يُقْضَى مَا عَلَيْهِ أُخِذَ مِنْ خَطَايَاهُمْ فَطُرِحَتْ عَلَيْهِ ثُمَّ طُرِحَ فِي النَّارِ


Tahukah kalian siapa muflis (orang yang bangkrut) itu?


Para sahabat menjawab, Muflis (orang yang pailit) itu adalah yang tidak mempunyai uang maupun harta benda.”


Kemudian Nabi ﷺ menjelaskan,


Muflis (orang yang bangkrut) dari umatku ialah, orang yang datang pada hari Kiamat membawa (pahala) shalat, puasa dan zakat, namun (ketika di dunia) dia telah mencaci dan (salah) menuduh orang lain, makan harta, menumpahkan darah dan memukul orang lain (tanpa hak). Maka orang-orang itu akan diberi pahala dari kebaikan-kebaikannya. Jika telah habis kebaikan-kebaikannya, maka dosa-dosa mereka akan ditimpakan kepadanya, kemudian dia akan dilemparkan ke dalam neraka” (HR. Muslim 6744 & Ahmad 8029).


*GHIBAH TERMASUK KEDZALIMAN*

Allah menyebut ghibah dalam al-Quran sebagai perbuatan makan bangkai sesama muslim.


Allah berfirman,


وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ


Janganlah menggunjingkan satu sama lain. Adakah seorang diantara kamu yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya."(QS. al-Hujurat: 12)


Karena itu, para ulama memahami, kedzaliman ghibah akan berlanjut di akhirat. Dimana orang yang dighibah akan diberi pahala dari orang yang meng-ghibahnya. Sehingga ghibah mengurangi pahala seseorang. Sebaliknya, orang yang dighibah akan semakin bertambah pahalanya.


Berikut beberapa keterangan ulama mengenai konsekuensi ghibah:


*1. Perkataan Ulama Tabi’in Hasan al-Bashri,*


والله لَلغِيبةُ أسرعُ في دين المؤمن من الأَكَلة في جسده


Demi Allah, ghibah lebih cepat menggerogoti agama seorang mukmin dibandingkan orang yang makan badannya.” (As-Shumt, Ibnu Abi Dunya, hlm. 129)


*2. Keterangan Hasan al-Bashri,*

Ada orang yang datang menemui Hasan al-Bashri, lalu orang ini memberikan info, Bahwa si A telah meng-ghibah anda.


Lalu Hasan al-Bashri mengirim satu kotak kurma basah ke orang itu, beliau mengatakan,


بلغني أنك أهديتَ إليَّ حسناتِك، فأردتُ أن أكافئك عليها، فاعذرني، فإني لا أقدر أن أكافئك بها على التمام


Saya dapat info bahwa anda telah menghadiahkan pahalamu untukku. Maka saya ingin untuk membalasnya kepadamu. Mohon maaf, saya tidak mampu memberikan balasan yang setimpal. (Tanbih al-Ghafilin, 1/176)


*3. Keterangan Fudhail bin Iyadh*


Ada orang yang mengatakan kepada Fudhail, Si A telah meng-ghibahku.


Lalu Fudhail bin Iyadh mengatakan,


قد جلب لك الخير جلبًا


Berarti dia telah memberikan pahala untukmu."(Hilyah al-Auliya, 8/108)


*4. Keterangan Abdurrahman bin Mahdi,* beliau mengatakan,


لولا أني أكره أن يُعْصى الله، لتمنيت أن لا يبقى أحد في المصر إلا اغتابني، أي شيء أهنأ من حسنات يجدها الرجل في صحيفته لم يعمل بها؟!


Andaikan bukan karena benci maksiat kepada Allah, (maka aku akan lakukan maksiat), dan sungguh aku ber-angan-angan andaikan semua penduduk kota ini meng-ghibahku. Tidak ada sesuatu yang lebih membahagiakan melebihi orang yang melihat pahala yang tertulis di catatan amalnya, sementara dia tidak pernah mengamalkannya.” (HR-Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman, 5/305)


*5. Keterangan Abdullah bin Mubarak,* beliau mengatakan,


لو كنت مغتابًا أحدًا لاغتبت والديَّ؛ لأنهما أحق بحسناتي


Andai saya boleh meng-ghibah orang lain, tentu saya akan meng-ghibah kedua orang tuaku. Karena mereka yang paling berhak untuk mendapatkan pahala dariku.


Abdullah bin Mubarak pernah berdiskusi dengan Sufyan at-Tsauri tentang Abu Hanifah,


ما أبعد أبا حنيفة من الغِيبة! ما سمعته يغتاب عدوًّا له، قال: والله هو أعقل من أن يسلِّط على حسناته ما يذهب بها


Sungguh Abu Hanifah sangat menghindari ghibah. Belum pernah aku mendengar beliau meng-ghibah seseorang sampaipun musuhnya.


Lalu Sufyan mengatakan,


Demi Allah, beliau sangat menyadari sehingga jangan sampai pahalanya hilang."(Manaqib Abu Hanifah, 1/190)


*6. Keterangan Ibrahim bin Adham*


يا مكذب، بخلت بدنياك على أصدقائك، وسخوت بآخرتك على أعدائك


Wahai manusia pembohong, kamu sangat bakhil terhadap dunia sehingga tidak kamu kasihkan ke sesama muslim, namun kalian begitu pemurah dalam memberikan pahala akhirat kalian kepada musuh kalian."(Tanbih al-Ghafilin, 1/177)


Yang beliau maksud adalah meng-ghibah orang lain.


Demikian, Allahu a’lam.

Sabtu, 16 Maret 2024

TIGA HAL YANG MENYEBABKAN AMAL JADI SIA-SIA*

 *Assalamualaikum warahmatullahi Wabarohkatuh*


*


_Bismillahirrahmanirrahim..._

_*Ada tiga hal yang menyebabkan amal seseorang menjadi sia-sia.* “Ada manusia yg beramal di dunia ini tapi hasilnya tidak ada atau rusak._


*Rasulullah SAW bersabda yang berarti :* "Sesungguhnya amalan itu tergantung pada niatnya, dan sesungguhnya seseorang itu akan dibalas dengan apa yg ia niatkan." (Muttafaqun 'alaihi)._


_*✍️Seperti yg tersirat Allah SWT berfirman : Surat Al-Kahfi (18) ayat 103-106 :*_


Katakanlah (Muhammad), Apakah perlu Kami beri tahukan kepadamu tentang orang yg paling rugi perbuatannya?" (QS. Al-Kahf 18: Ayat 103)._


(Yaitu) orang yang sia-² perbuatannya dalam kehidupan dunia, sedangkan mereka mengira telah berbuat sebaik-baiknya." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 104)._


Maka sia-sia amal mereka, dan Kami tidak memberikan penimbangan terhadap (amal) mereka pada hari Kiamat." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 105)._


*Demikianlah, balasan mereka itu Neraka Jahanam,* karena kekafiran mereka, dan karena mereka menjadikan ayat-ayat-Ku dan rasul-²-Ku sebagai bahan olok-²." (QS. Al-Kahf 18: Ayat 106)._


_*✍️Tiga hal yang menyebabkan amal jadi sia-sia :*_


Yang pertama, ‘ujub terhadap diri sendiri :* Kagum atas pencapaian ibadah ritual & sosial sehingga cenderung meremehkan orang lain._


Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-² yg sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman: 18)._


*Kedua, menyebut-nyebut  kebaikan yang dilakukan di masa lalu :*_


Termasuk, jika bersedekah menyakiti hati orang yg menerimanya, seperti dinyatakan Allah dalam Surat Al-Baqarah (2) ayat 262-264,”


*Ketiga, riya dan sum'ah :*_

_*Beramal hanya karena kepentingan duniawi atau pribadi. Ingin dipuji & dihormati sebagai orang baik, bukan karena mengharap ridha Allah SWT._


*Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam bersabda :* "Barangsiapa yg berbuat karena riya’ (ingin dilihat) & sum’ah (ingin didengar), maka Allah akan memperlihatkan & memperdengarkan (niat) orang itu pada hari Kiamat. (Diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Imam Baihaqi)._


️Juga, merasa lebih taat dan suci dari orang lain, sebagaimana ditegaskan Allah dalam Surat An-Najm (53) ayat 32,")_


_*☝️Semua itu, adalah tipu daya setan untuk menjeumuskan manusia ke dalam neraka kelak.* Itulah manusia paling rugi dari amal perbuatannya. Menduga banyak & baik amalannya ternyata tak bernilai apa² di hadapan Allah._


_*🤲Beramallah semata karena hanya Allah SWT*

Minggu, 10 Maret 2024

6 Kondisi Manusia di Padang Mahsyar: Tidak Berpakaian-Jalan Tersungku

 


6 Kondisi Manusia di Padang Mahsyar: Tidak Berpakaian-Jalan Tersungkur

Rahma Harbani - detikHikmah
Sabtu, 03 Des 2022 08:00 WIB
688049648
Ilustrasi. Seperti apa gambaran Padang Mahsyar? (Foto: Getty Images/iStockphoto/Trifonov_Evgeniy)
Jakarta - Setelah Malaikat Israfil meniup sangkakala yang kedua, seluruh makhluk hidup dibangkitkan kembali dan dikumpulkan pada satu tempat yang dikenal dengan Padang Mahsyar. Para makhluk itu akan dimintai pertanggungjawaban amalnya selama di dunia.

Bagaimana Keadaan Manusia di Padang Mahsyar?

Ada ayat-ayat Al-Qur'an hingga hadits Rasulullah SAW yang dapat menjawab pertanyaan ini. Salah satunya hadits yang diriwayatkan dari Aisyah RA yang pernah mendengar perkataan Rasulullah SAW.

1. Tidak Berpakaian

Hadits dari Aisyah RA menjelaskan, manusia di Padang Mahsyar dalam kondisi seperti saat mereka dilahirkan yakni tidak beralas kaki, tidak berpakaian, hingga tidak dalam kondisi khitan. Berikut bunyi hadits Rasulullah SAW dalam Shahih Muslim selengkapnya.

Artinya: "Manusia pada hari kiamat akan dihimpun di Padang Mahsyar dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang bulat. dan tidak bersunat," Aku (Aisyah RA) bertanya, "Wahai Rasulullah, apakah wanita dan pria semuanya berkumpul jadi satu dan saling memandang?" Beliau bersabda, "Di sana keadaannya sangat mencekam sehingga tidak ada kesempatan bagi mereka untuk saling melihat." (HR Muslim).

Melansir Abdu Muhsin al-Muthairi dalam Buku Pintar Hari Akhir, kondisi manusia di Padang Mahsyar itu pun ditegaskan dalam firmanNya surah Al Anbiya ayat 104. Allah SWT berfirman,

يَوْمَ نَطْوِى السَّمَاۤءَ كَطَيِّ السِّجِلِّ لِلْكُتُبِۗ كَمَا بَدَأْنَآ اَوَّلَ خَلْقٍ نُّعِيْدُهٗۗ وَعْدًا عَلَيْنَاۗ اِنَّا كُنَّا فٰعِلِيْنَ

Artinya: (Ingatlah) hari ketika Kami menggulung langit seperti (halnya) gulungan lembaran-lembaran catatan. Sebagaimana Kami telah memulai penciptaan pertama, begitulah Kami akan mengulanginya lagi. (Itu adalah) janji yang pasti Kami tepati. Sesungguhnya Kami akan melaksanakannya.

2. Wajah Tertunduk

Melalui surah Thaha ayat 111, manusia di Padang Mahsyar akan tertunduk lesu menanti gilirannya untuk dihisab. Allah SWT berfirman,

وَعَنَتِ الْوُجُوْهُ لِلْحَيِّ الْقَيُّوْمِۗ وَقَدْ خَابَ مَنْ حَمَلَ ظُلْمًا

Artinya: Semua wajah tertunduk di hadapan (Allah) Yang Mahahidup lagi Maha Mengurus. Sungguh rugi orang yang membawa kezaliman.

Di samping itu, manusia saat itu digambarkan senantiasa dalam kondisi ketakutan dan berdegup kencang hingga matanya terbelalak. Mufradat Alfazh al Qur'an menafsirkan mata terbelalak dalam surah Al Qiyamah ayat 7 sebagai rasa takut yang mendera.

Sementara kondisi ketakutan manusia itu digambarkan dalam surah An Nazi'at ayat 8,

قُلُوْبٌ يَّوْمَىِٕذٍ وَّاجِفَةٌۙ

Artinya: Hati manusia pada hari itu merasa sangat takut.

3. Tidak Berbicara

Di antara seluruh manusia yang dikumpulkan dari zaman ke zaman itu tidak ada yang berbicara sepatah kata pun saat di Padang Mahsyar kelak. Hal ini digambarkan dalam surah Thaha ayat 108 yang menyebut, semua manusia hanya menaati perintah malaikat tanpa membantah.

Kemudian, menurut surah Al Mursalat ayat 35-36, manusia di Padang Mahsyar juga tidak diizinkan mengemukakan alasan untuk memohon ampunan pada Allah SWT.

(35) هٰذَا يَوْمُ لَا يَنْطِقُوْنَۙ
(36) وَلَا يُؤْذَنُ لَهُمْ فَيَعْتَذِرُوْنَ

Artinya: Inilah hari ketika mereka tidak dapat berbicara. Mereka tidak diizinkan (berbicara) sehingga (dapat) meminta maaf.

Meski demikian, ada pula pendapat yang menyebutkan bahwa hanya makhluk yang diizinkan Allah SWT untuk berbicara di Padang Mahsyar tersebut. Sesuai dengan surah An Naba ayat 37-38.

4. Lupa dengan Keluarga

Kondisi di Padang Mahsyar yang mencekam membuat manusia melupakan nasab, keturunan, dan keluarganya. Tiap manusia sibuk mengurusi dirinya masing-masing.

Allah SWT berfirman dalam surah Luqman ayat 33,

يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوْا رَبَّكُمْ وَاخْشَوْا يَوْمًا لَّا يَجْزِيْ وَالِدٌ عَنْ وَّلَدِهٖۖ وَلَا مَوْلُوْدٌ هُوَ جَازٍ عَنْ وَّالِدِهٖ شَيْـًٔاۗ

Artinya: Wahai manusia, bertakwalah kepada Tuhanmu dan takutlah akan hari yang (ketika itu) seorang bapak tidak dapat membela anaknya dan seorang anak tidak dapat (pula) membela bapaknya sedikit pun!

5. Berlutut

Posisi manusia di Padang Mahsyar digambarkan dalam surah Al Jasiyah ayat 28 dalam keadaan berlutut. Allah SWT berfirman.

وَتَرٰى كُلَّ اُمَّةٍ جَاثِيَةً

Artinya: (Pada hari itu) engkau akan melihat setiap umat berlutut

Sementara, Rasulullah SAW menjelaskan, orang kafir dikumpulkan di Padang Mahsyar dalam posisi tersungkur. Dalam artian, Dr. KH. Rachmat Morado Sugiarto, Lc., M.A. al-Hafizh dalam buku Fikih Akhir Zaman menafsirkan, wajah mereka di atas tanah dan mereka berjalan dengan menyeretkannya menuju Padang Mahsyar.

Dari Anas bin Malik RA menceritakan ada seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah, bagaimanakah orang kafir dikumpulkan dengan posisi tersungkur?" Rasulullah bersabda, "Bukankah yang mampu membuatnya berjalan dengan kaki di dunia mampu untuk membuatnya berjalan dengan mukanya di hari kiamat?" (HR Muttafaqun 'alaih).

6. Tenggelam oleh Keringat

Matahari didekatkan di atas kepala manusia dengan jarak satu mil di Padang Mahsyar. Teriknya panas matahari membuat keringat manusia digambarkan bercucuran hingga ada yang menenggelamkan diri mereka sendiri.

Rasulullah SAW dalam haditsnya mengatakan, peluh tersebut didasarkan dari kadar amalan manusia di dunia. Kemudian Rasulullah SAW juga bercerita, ada yang kucuran banjir dari keringatnya mencapai hingga telinga mereka sendiri. Dari Abu Hurairah RA, Rasulullah bersabda,

"Pada hari kiamat kelak manusia akan berkeringat sehingga keringatnya meresap ke dalam bumi sedalam tujuh puluh hasta dan keringatnya menenggelamkan mereka hingga mencapai telinga mereka." (HR Bukhari dan Muslim).

Wallahu'alam bisshawab.

Sabtu, 02 Maret 2024

-buruk2 Makhluk Di Sisi Allah*

*📚 Se

(1). Musyrikin Dan Ahli Kitab

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

إِنَّ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ مِنۡ أَهۡلِ ٱلۡكِتَٰبِ وَٱلۡمُشۡرِكِينَ فِي نَارِ جَهَنَّمَ خَٰلِدِينَ فِيهَآۚ أُوْلَٰٓئِكَ هُمۡ شَرُّ ٱلۡبَرِيَّةِ

"Sesungguhnya orang-orang yg kafir dari Golongan AHLI KITAB & ORANG-ORANG MUSYRIK (akan masuk) ke dlm NERAKA JAHANNAM mereka "kekal" di dalamnya utk "selama-lamanya". Mereka itu adalah Seburuk-Buruknya Makhluk" (QS. 98 : 6)

(2). Orang-Orang Munafik

Allah 'Azza wa Jalla berfirman :

وَلَا تَكُونُواْ كَٱلَّذِينَ قَالُواْ سَمِعۡنَا وَهُمۡ لَا يَسۡمَعُونَ، إِنَّ شَرَّ ٱلدَّوَآبِّ عِندَ ٱللهِ ٱلصُّمُّ ٱلۡبُكۡمُ ٱلَّذِينَ لَا يَعۡقِلُونَ

"Dan Janganlah kamu menjadi "Seperti" orang-orang (MUNAFIK) yang berkata : "Kami Mendengarkan", padahal mereka tdk mendengarkan (karena hati mereka Telah Mengingkarinya). Sesungguhnya Seburuk-Buruk Makhluk bergerak yang Bernyawa Di sisi Allah ialah "Mereka Yg tuli & bisu" (yaitu tidak mau mendengar & Memahami Kebenaran), yaitu Orang2 Yang Tidak Mengerti" (QS. 8 : 21 - 22)

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"Kalian Akan Mendapati Seburuk-Buruk Manusia adalah Orang2 Yang BERMUKA Dua (Orang2 MUNAFIK). Dia mendatangi kelompok yang ini dengan SATU WAJAH & mendatangi kelompok lainnya "dengan Wajah Yang Lain" (HR. Bukhari & Muslim, hadits dari Abu Hurairah)

(3). Membangun Masjid Di Kubur Nabi Atau Orang Shalih Lalu "Ibadah Di Situ"

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

أُولَئِكَ قَوْمٌ إِذَا مَاتَ فِيهِمُ الْعَبْدُ الصَّالِحُ – أَوِ الرَّجُلُ الصَّالِحُ – بَنَوْا عَلَى قَبْرِهِ مَسْجِدًا ، وَصَوَّرُوا فِيهِ تِلْكَ الصُّوَرَ ، أُولَئِكَ شِرَارُ الْخَلْقِ عِنْدَ اللهِ

"Mereka (Orang Nashrani) adalah Kaum yang jika hamba, atau orang shalih mati di tengah-tengah mereka, maka mereka membangun masjid di atas kuburannya. Lalu mereka MEMBERI gambar-gambar (Orang Shalih) di tempat itu. Mereka itu Seburuk-Buruk Makhluk DI SISI ALLAH (pada hari Kiamat)" (HR.Bukhari no.434, hadits dari Ummu Salamah)

لَعَنَ اللهُ الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى ، اتَّخَذُوا قُبُورَ أَنْبِيَائِهِمْ مَسْجِدًا

"Semoga Allah "melaknat" orang Yahudi dan Nashrani, di mana mereka itu Telah menjadikan "kuburan" para Nabi mereka sebagai MASJID" (HR. Bukhari no. 4441 dan Muslim no. 529, hadits dari ‘Aisyah)

(4). Orang Yang Merasakan Kiamat

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

إنَّ من شرارِ الناسِ من تُدركُه الساعةُ وهم أحياءٌ

"Manusia Yang "PALING BURUK" Adalah manusia yang "MENDAPATI" hari Kiamat ketika dia masih Hidup" (HR. Bukhari no. 7067 & Ahmad no. 3844, hadits dari Ibnu Mas'ud)
 
'Abdullah bin 'Amr bin ‘Ash berkata :
"Hari Kiamat Itu Tidak Akan "MENIMPA", Kecuali atas makhluk yang paling Buruk. Mereka lebih jahat daripada orang-orang yg hidup "Di masa jahiliyah" (HR. Muslim no. 1924)

Sedangkan kaum muslimin dan orang2 beriman tidak merasakan peristiwa itu.

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
"..tiba-tiba Allah mengirim angin sepoi2 lalu Mencabut Nyawa Setiap Mukmin & Muslim "Dibawah KETIAK" Mereka, dan orang2 yg tersisa adalah seburuk-buruk manusia, mereka melakukan hubungan badan secara "Terang-terangan" seperti keledai kawin. Maka atas mereka itulah Kiamat terjadi" (HR. Muslim no. 2137)

(5). Orang-Orang Khawarij

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

هُمْ شَرُّ الْخَلْقِ وَالْخَلِيقَةِ

"Mereka itu seburuk-buruknya makhluk dan akhlak mereka sangat BURUK" (HR. Muslim no. 1067, hadits dari Abu Dzar)

Syaikh Shalih Fauzan حفظه الله berkata :
"Siapa saja yang mengadopsi salah satu dari sifat ini maka ia bagian dari mereka:
1. Barangsiapa yg memberontak kepada pemerintah, maka dia termasuk Khawarij
2. Barangsiapa yg "mengkafirkan" pelaku dosa besar, maka dia termasuk Khawarij
3. Barangsiapa yang menghalalkan darah kaum muslimin, maka termasuk Khawarij
4. Barangsiapa yang mengumpulkan tiga perkara di atas, maka dia termasuk jenis Khawarij yang paling parah

(6). Orang Yang Dihindari Karena Takut Akan Kejelekannya

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :
إنَّ شَرَّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَومَ القِيَامَةِ مَن تَرَكَهُ النَّاسُ اتِّقَاءَ شَرِّهِ

"Sesungguhnya manusia YANG PALING BURUK kedudukannya di sisi Allah pada Hari Kiamat orang yg Dihindari manusia karena "TAKUT" akan kejelekannya" (HR. Muslim no. 2591, hadits dari 'Aisyah)

(7). Suami Atau Istri Yang Mengumbar Urusan Ranjang

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

إنَّ مِن أَشَرِّ النَّاسِ عِنْدَ اللهِ مَنْزِلَةً يَومَ القِيَامَةِ، الرَّجُلَ يُفْضِي إلى امْرَأَتِهِ، وَتُفْضِي

"Sesungguhnya diantara orang terburuk kedudukannya di sisi Allah kelak di hari Kiamat adalah seorang laki-laki (suami) yang mengetahui "rahasia istrinya" atau seorang istri yang mengetahui "rahasia suaminya", kemudian dia menceritakan kepada orang lain" (HR.Muslim no.1437, hadits dari Abu Sa'iid al-Khudriy)

(8). Panjang Umur Dan Buruk Amalnya

Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :

خَيْرُ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَحَسُنَ عَمَلُهُ، وَشَرُّ النَّاسِ مَنْ طَالَ عُمْرُهُ وَسَاءَ عَمَلُهُ

"Sebaik-Baik Manusia adalah yg Panjang Umurnya & Baik Amalannya", Sedangkan seburuk-buruk manusia itu yang panjang umurnya, dan juga jelek amalannya" (HR. Ahmad, at-Tirmidzi, dan al-Hakim, hadits dari Abu Bakrah, Shahiihul Jaami’ 3297)

✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar