Selasa, 16 Januari 2024

LARANGAN LOYAL PADA ORANG KAFIR*

 *Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*


*


Oleh :

Ustadz Yananto Sulaimansyah


Segala puji hanyalah milik Allah semata. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada Nabi yang tiada lagi nabi sesudah beliau, Muhammad bin Abdillah, alaihis sholatu was salaam. Wa ba’du:


Allah Ta’ala berfirman tentang bapak para nabi, Nabi Ibrahim alaihis salam,


دْ كَانَتْ لَكُمْ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ فِي إِبْرَاهِيمَ وَالَّذِينَ مَعَهُ إِذْ قَالُوا لِقَوْمِهِمْ إِنَّا بُرَآَءُ مِنْكُمْ وَمِمَّا تَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ كَفَرْنَا بِكُمْ وَبَدَا بَيْنَنَا وَبَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةُ وَالْبَغْضَاءُ أَبَدًا حَتَّى تُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَحْدَهُ


Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersamanya ketika mereka berkata kepada kaum mereka: Sesungguhnya kami berlepas diri kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah. Kami ingkar kepadamu, dan telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian selama-lamanya sampai kamu beriman kepada Allah semata.” (QS. Al Mumtahanah : 4)


Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, prinsip al wala’ wal baro, loyalitas kepada kaum muslimin dan kebencian kepada orang kafir, sebagaimana yang telah dicontohkan Nabi Ibrahim ‘alaihis salam seperti termaktub dalam ayat di atas pada masa-masa ini seolah-olah telah redup di hati-hati kaum muslimin. Padahal prinsip al wala wal baro’adalah salah satu prinsip dalam agama Islam dan sebab tegaknya kemuliaan agama Islam di atas seluruh agama di dunia ini.


*LARANGAN BERSIKAP LOYAL KEPADA ORANG KAFIR*

Di dalam Al Qur’an, Allah Ta’ala melarang kaum muslimin untuk memberikan sikap wala, loyalitas kepada orang kafir, dan menjadikan mereka sebagai teman setia. Allah Ta’ala berfirman,


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا عَدُوِّي وَعَدُوَّكُمْ أَوْلِيَاءَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil musuh-Ku dan musuhmu menjadi teman-teman setia.”(QS. Al Mumtahanah : 1)


يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang yahudi dan nasrani menjadi pemimpin-pemimpinmu. Sebagian mereka adalah pemimpin bagi yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka.Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.”(QS. Al Ma-idah : 51)


*BENTUK LOYALITAS PADA ORANG KAFIR*

Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, setelah membawakan dalil terlarangnya memberikan loyalitas kepada orang kafir, berikut ini kami bawakan beberapa contoh bentuk loyalitas kepada orang kafir dengan memohon taufik dari Allah- agar kita tidak terjatuh ke dalamnya.


*1. Ridho terhadap kekafiran orang kafir,* tidak mengkafirkan mereka, meragukan kafirnya mereka, atau bahkan sampai membenarkan madzhab (ajaran) mereka


Ini merupakan perkara yang sangat berbahaya yang dapat mengeluarkan seorang muslim dari agamanya. Para ulama sepakat bahwa siapa saja yang mencintai orang kafir *karena kekafirannya (artinya: cinta akan kekafiran mereka, ed),* maka dia keluar dari Islam. Lihat Al Wala’ wal Bara’ fil Islam, hal. 232.


*2. Meyakini sebagian akidah kafir yang mereka anut atau berhukum dengan kitab suci mereka*

Allah Ta’ala berfirman,


أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آَمَنُوا سَبِيلًا


Tidakkah kamu lihat orang-orang yang Allah berikan mereka bagian dari kitab?Mereka beriman dengan setan dan thoghut, dan mereka berkata kepada orang-orang kafir : Mereka adalah orang-orang yang lebih lurus jalannya daripada orang-orang yang beriman.” (QS. An Nisaa’ : 51)


Kaum muslimin yang dimuliakan Allah, bukankah dapat kita saksikan saat ini sebagian dari orang yang ber-KTP Islam, bahkan dianggap cendikiawan muslim, tapi meyakini akidah-akidah sesat yang dimiliki orang kafir seperti komunisme, sekulerisme, dan liberalisme? Wallahul musta’aan.


*3. Menjadikan orang kafir penolong setia atau pelindung."[1], menyerahkan urusan yang berkaitan dengan kaum muslimin kepada mereka, dan menjadikan mereka sebagai orang kepercayaan*

Allah Ta’ala berfirman,


لَا يَتَّخِذِ الْمُؤْمِنُونَ الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُونِ الْمُؤْمِنِينَ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَلَيْسَ مِنَ اللَّهِ فِي شَيْءٍ إِلَّا أَنْ تَتَّقُوا مِنْهُمْ تُقَاةً وَيُحَذِّرُكُمُ اللَّهُ نَفْسَهُ وَإِلَى اللَّهِ الْمَصِيرُ


Janganlah orang-orang beriman menjadikan orang kafir sebagai penolong setia atau pelindung dengan meninggalkan orang-orang beriman yang lain. Barangsiapa yang melakukannya, maka dia telah lepas dari Allah.Kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka.Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya.Dan hanya kepada Allah kembali (mu)” (QS. Ali ‘Imron : 28). Lihat Al Irsyad ila Shahihil I’tiqod, hal. 360


*4. Menolong orang kafir dalam menindas kaum muslimin*

Ini adalah perkara yang sangat berbahaya. Hal ini termasuk pembatal keislaman jika maksudnya adalah menolong orang kafir untuk menindas kaum muslimin disertai dengan kecintaan pada agama atau ajaran mereka. Allah Ta’ala berfirman,


وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ


Barangsiapa di antara kamu berloyal pada mereka (menolong mereka), maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” (QS. Al Maidah: 51).


Sedangkan jika tidak ada pilihan lain (artinya: dipaksa) untuk melakukan seperti itu, namun tidak disertai dengan rasa cinta pada kekufuran mereka, maka ini dikhawatirkan saja dapat keluar dari Islam. Adapun jika masih punya pilihan (tidak dipaksa), namun ia masih benci pada agama kekafiran, maka ia terjerumus dalam dosa besar. (tidak  Lihat Al Irsyad ilaa Shahihil I’tiqod, hal. 360 dan penjelasan Syaikh Sholih Al Fauzan dalam Durus fii Syarh Nawaqidil Islam, hal, 157-158.


*5. Membantu orang kafir dalam penyelenggaran hari-hari besar mereka, menghadiri perayaan hari besar mereka, dan memberikan ucapan selamat untuk hari besar mereka*

Allah Ta’ala berfirman ketika menerangkan sifat dari hamba-hamba Allah yang beriman,


وَالَّذِينَ لَا يَشْهَدُونَ الزُّورَ


Dan orang-orang yang tidak menghadiri az zuur.” (QS. Al Furqan : 72). Makna ayat di atas, di antara sifat hamba Allah adalah tidak menghadiri hari besar orang kafir.  Lihat Al Irsyad, hal. 362.


*6. Berkasih sayang atau mencintai mereka*

Allah Ta’ala berfirman,


لَا تَجِدُ قَوْمًا يُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآَخِرِ يُوَادُّونَ مَنْ حَادَّ اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَوْ كَانُوا آَبَاءَهُمْ أَوْ أَبْنَاءَهُمْ أَوْ إِخْوَانَهُمْ أَوْ عَشِيرَتَهُمْ


Kamu tak akan mendapati kaum yang beriman pada Allah dan hari akhirat, saling berkasih-sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya, sekalipun orang-orang itu bapak-bapak, atau anak-anak atau saudara-saudara ataupun keluarga mereka.” (QS. Al Mujadilah : 22)


*7. Duduk bersama mereka ketika mereka sedang menghina Islam dan kaum muslimin*

Allah Ta’ala berfirman,


وَقَدْ نَزَّلَ عَلَيْكُمْ فِي الْكِتَابِ أَنْ إِذَا سَمِعْتُمْ آَيَاتِ اللَّهِ يُكْفَرُ بِهَا وَيُسْتَهْزَأُ بِهَا فَلَا تَقْعُدُوا مَعَهُمْ حَتَّى يَخُوضُوا فِي حَدِيثٍ غَيْرِهِ إِنَّكُمْ إِذًا مِثْلُهُمْ


Sungguh Dia telah menurunkan kekuatan kepada kalian di dalam kitab bahwa jika kalian mendengar ayat-ayat Allah diingkari atau dihina (oleh orang kafir), maka janganlah duduk bersama mereka sampai mereka membicarakan hal lain. Karena sesungguhnya (jika kalian tetap duduk bersama mereka), sungguh kalian seperti mereka.” (QS. An Nisaa’ : 140)


*8. Menyerupai mereka dalam hal-hal yang merupakan kekhususan mereka*

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia bagian dari mereka.” (HR. Abu Dawud dan Ahmad)


Tasyabbuh dengan orang kafir dalam hal-hal yang merupakan ciri khas mereka, kebiasaan mereka, ibadah mereka, akhlak mereka (seperti mencukur jenggot dan memanjangkan kumis), pakaian mereka, gaya makan dan minum mereka, dan selainnya yang termasuk ciri khas orang kafir hukumnya adalah haram. LihatAl Irsyad, hal. 359.


Dan yang dimaksud dengan ciri khas orang kafir adalah : jika ada orang yang melakukan sesuatu atau memakai sesuatu, maka orang yang melihatnya akan mengira bahwa dia adalah orang kafir.


*9. Tinggal di negeri kafir dan tidak mau pindah ke negeri Islam padahal mampu*

Allah Ta’ala berfirman,


إِنَّ الَّذِينَ تَوَفَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ ظَالِمِي أَنْفُسِهِمْ قَالُوا فِيمَ كُنْتُمْ قَالُوا كُنَّا مُسْتَضْعَفِينَ فِي الْأَرْضِ قَالُوا أَلَمْ تَكُنْ أَرْضُ اللَّهِ وَاسِعَةً فَتُهَاجِرُوا فِيهَا فَأُولَئِكَ مَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ وَسَاءَتْ مَصِيرًا (97) إِلَّا الْمُسْتَضْعَفِينَ مِنَ الرِّجَالِ وَالنِّسَاءِ وَالْوِلْدَانِ لَا يَسْتَطِيعُونَ حِيلَةً وَلَا يَهْتَدُونَ سَبِيلًا (98)


Sesungguhnya orang-orang yang dimatikan oleh malaikat dalam keadaan menzhalimi diri sendiri,malaikat bertanya kepada (mereka), ‘Dalam keadaan bagaimana kalian ini?!. Mereka menjawab, Kami adalah orang-orang yang tertindas di bumi ini (Mekkah)’. Malaikat menjawab, Bukankah bumi Allah itu luas sehingga kalian bisa berhijrah?!. Mereka itulah yang tempat kembalinya adalah jahannam. Dan jahannam adalah seburuk-buruk tempat kembali. Kecuali mereka yang tertindas dari kalangan laki-lak  ,perempuan, dan anak-anak yang tidak berdaya dan tidak tahu jalan (untuk hijrah)” (QS. An Nisaa’ : 97-98)


Syaikh As Sa’di rahimahullah berkata, Ini adalah ancaman keras bagi orang yang tidak mau hijrah (dari negeri kafir) sampai meninggal dunia padahal mampu untuk hijrah.” (Taisir Karimir Rahman hal. 176).


*10. Wisata atau bertamasya ke negeri kafir*

Jika berpergian dalam rangka pengobatan, belajar ilmu-ilmu yang bermanfaat untuk kaum muslimin yang tidak didapatkan di negeri-negeri Islam, atau alasan yang dibenarkan syari’at, maka diperbolehkan asalkan syaratnya terpenuhi. Namun jika bepergian dalam rangka wisata atau pleasure saja ke negeri kafir, maka ini jelas bukan suatu yang urgent dan dinilai berdosa.


*12. Menyanjung mereka karena takjub dengan kemajuan peradaban dan teknologi yang mereka miliki tanpa melihat akidah mereka yang rusak*

Allah Ta’ala berfirman,


وَلَا تَمُدَّنَّ عَيْنَيْكَ إِلَى مَا مَتَّعْنَا بِهِ أَزْوَاجًا مِنْهُمْ زَهْرَةَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا لِنَفْتِنَهُمْ فِيهِ وَرِزْقُ رَبِّكَ خَيْرٌ وَأَبْقَى


Janganlah kalian mengarahkan pandangan kalian kepada kenikmatan yang Kami berikan kepada golongan-golongan mereka sebagai bunga kehidupan dunia agar Kami uji mereka dengannya.Dan rizki Rabb-mu lebih baik dan lebih kekal.”(QS.Thaha : 131)


*11. Mengagungkan kedudukan mereka dan memberikan gelar-gelar yang bersifat memuliakan tanpa keperluan*


*13. Bertemu dengan mereka dengan wajah berseri-seri dan hati gembira*


*14. Memulai ucapan salam kepada mereka*

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda, Janganlah kalian mulai memberikan salam kepada orang yahudi dan nasrani. Jika kalian berpapasan dengan mereka di jalan, paksalah mereka untuk minggir.”(HR. Muslim)


*15. Memberi nama anak dengan nama-nama khas orang kafir*

Hal ini termasuk tasyabbuh dengan orang kafir sehingga terlarang.


*16. Memintakan ampunan untuk mereka dan mendo’akan rahmat bagi mereka*

Allah Ta’ala berfirman,


مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آَمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَى مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ


Tidaklah patut bagi Nabi dan orang-orang beriman untuk meminta ampunan bagi orang musyrik meskipun mereka adalah kerabat dekatnya setelah jelas bagi mereka bahwa orang musyrik itu adalah penduduk neraka jahim.” (QS. At Taubah : 113)


*17. Menggunakan kalender masehi*

Kalender masehi adalah bentuk mengenang kelahiran Nabi Isa alaihis salamyang bid’ah ini dibuat-buat oleh orang Nashrani sendiri dan bukan berasal dari agama Nabi Isa alaihis salam. Maka penggunaan kalender ini menunjukkan adanya keikut sertaan menyebarkan syi’ar-syi’ar dan hari besar mereka." (lihat Al Irsyad, hal. 362).


Akan tetapi, seandainya terpaksa menggunakan kalender masehi, maka cantumkanlah kalender hijriyyahnya juga.


*TETAP WAJIB BERBUAT ADIL*

Kaum muslimin yang dimuliakan  Allah, meskipun kita diwajibkan untuk membenci orang yang Allah benci, yakni orang-orang kafir, namun hal itu bukanlah alasan untuk berbuat sewenang-wenang terhadap orang kafir. Islam adalah agama yang indah dan penuh keadilan. Oleh karena itulah, Allah Ta’ala tidak melarang kaum muslimin untuk berbuat baik kepada orang kafir yang tidak memerangi kaum muslimin, terlebih lagi jika hal itu dapat membuat mereka tertarik memeluk agama Islam. Allah Ta’ala berfirman,


لَا يَنْهَاكُمُ اللَّهُ عَنِ الَّذِينَ لَمْ يُقَاتِلُوكُمْ فِي الدِّينِ وَلَمْ يُخْرِجُوكُمْ مِنْ دِيَارِكُمْ أَنْ تَبَرُّوهُمْ وَتُقْسِطُوا إِلَيْهِمْ إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْمُقْسِطِينَ


Allah tidaklah melarang kalian berbuat baik dan berbuat adil terhadap orang kafir yang tidak memerangi kalian karena agama dan tidak mengusir kalian dari kampung kalian.Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang berbuat adil.”(QS. Al Mumtahanah : 8)


Wallahu a’lam.

AMALAN RINGAN BERPAHALA BESAR*

 *Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*


*


Berikut beberapa amalan ringan berpahala besar yang bisa kita amalkan :


1️⃣ MENUNTUT ILMU AGAMA


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا سَهَّلَ اللَّهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ


"Siapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan mudahkan baginya jalan menuju surga."  

[HR. Muslim no.2699]


2️⃣ MENJENGUK ORANG  SAKIT


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ عَادَ مَرِيْضاً أَوْ زَارَ أَخاً لَهُ فِي اللهِ أَيْ فِيْ سَبِيْلِ اللهِ نَادَاهُ مُنَادٍ بِأَنْ طِبْتَ وَطَابَ مَمْشَاكَ وَتَبَوَّأْتَ مِنَ الْجَنَّةِ مَنْزِلاً 

"Barangsiapa mengunjungi orang yang sakit atau mengunjungi saudaranya karena Allah, maka akan ada yang menyeru kepadanya, engkau telah berbuat baik, langkah kakimu juga baik, serta akan engkau tempati rumah di Surga."  

[HR. At-Tirmidzi No. 2008].

 

3️⃣ RUTIN SHALAT RAWATIB 12 RAKA'AT


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ ثَابَرَ عَلَى ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً مِنَ السُّنَّةِ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ

"Barangsiapa merutinkan shalat sunnah 12 raka’at dalam sehari, maka Allah akan membangunkan bagi dia sebuah rumah di surga. Dua belas raka’at tersebut adalah empat raka’at sebelum  zhuhur, dua raka’at sesudah zhuhur, dua raka’at sesudah maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum shubuh." 

[HR. Tirmidzi No. 414].


4️⃣ BERDZIKIR


Allah Azza wa Jalla berfirman  :


وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيرًا وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُمْ مَغْفِرَةً وَأَجْرًا عَظِيمًا

"Laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar."  

[QS. Al-Ahzab : 35].


5️⃣ BERSHALAWAT


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَن صلَّى عليَّ صلاةً واحدةً ، صَلى اللهُ عليه عَشْرَ صَلَوَاتٍ، وحُطَّتْ عنه عَشْرُ خَطياتٍ ، ورُفِعَتْ له عَشْرُ دَرَجَاتٍ

"Barangsiapa yang mengucapkan shalawat kepadaku satu kali, maka Allah akan bershalawat baginya sepuluh (10) kali dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)."  

[HR. An-Nasa'i No.1297]. 


6️⃣ MENGAMALKAN DO'A SETELAH ADZAN


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ قَالَ حِينَ يَسْمَعُ النِّدَاءَ اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّةِ وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِى وَعَدْتَهُ ، حَلَّتْ لَهُ شَفَاعَتِى يَوْمَ الْقِيَامَةِ

"Barangsiapa mengucapkan setelah mendengar adzan : 

 

‘Allahumma robba hadzihid da’watit taammah wash sholatil qoo-imah, aati Muhammadanil wasilata wal fadhilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda alladzi wa ‘adtah’  

 

[Ya Allah, Rabb pemilik dakwah yang sempurna ini, shalat yang ditegakkan, berikanlah kepada Muhammad wasilah dan fadilah. Dan bangkitkanlah beliau sehingga bisa menempati maqom (kedudukan) terpuji yang telah Engkau janjikan padanya],  

 

maka dia akan mendapatkan syafa’atku kelak." 

[HR. Bukhari No. 614].


7️⃣ MEMBERI SALAM DAN BERJABAT TANGAN


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


إن المؤمن إذا لقي المؤمن فسلم عليه وأخذ بيده فصافحه تناثرت خطاياهما كما يتناثر ورق الشجر

"Sesungguhnya seorang mukmin apabila bertemu dengan saudara mukmin lainnya, lalu ia mengucapkan salam kepadanya dan menjabat tangannya, maka akan berguguran dosa keduanya sebagaimana bergugurannya daun dari pohonnya."  

[Ash-Shahihah No. 526].


Perlu diketahui, berjabat tangan di sini bukan berarti dengan non mahram.


8️⃣ MEMBACA AL-QUR'AN


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ قَرَأَ حَرْفًا مِنْ كِتَابِ اللَّهِ فَلَهُ بِهِ حَسَنَةٌ، وَالحَسَنَةُ بِعَشْرِ أَمْثَالِهَا، لَا أَقُولُ الم حَرْفٌ، وَلَكِنْ أَلِفٌ حَرْفٌ وَلَامٌ حَرْفٌ وَمِيمٌ حَرْفٌ

"Barangsiapa membaca satu huruf dari kitabullah (Al-Qur'an), baginya satu kebaikan. Satu kebaikan akan dilipatgandakan sepuluh. Aku tidak mengatakan ‘alif laam miim’ itu satu huruf, akan tetapi, Alif satu huruf, Laam satu huruf dan Miim satu huruf."  

[HR. Tirmidzi No. 2910].


9️⃣ PUASA TIGA (3) HARI  SETIAP BULAN


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

"Puasa pada tiga (3) hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun."  

[HR. Bukhari No. 1979].


🔟 DO'A ANAK UNTUK ORANG TUANYA


Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :


إِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ لَيَرْفَعُ الدَّرَجَةَ لِلْعَبْدِ الصَّالِحِ فِيْ الْجَنَّةِ فَيَقُوْلُ: يَا رَبِّ أَنىَّ لِيْ هَذِهِ ؟ فَيَقُوْلُ: بِاسْتِغْفَارِ وَلَدِكَ لَكَ

"Sungguh, Allah benar-benar mengangkat derajat seorang hamba-Nya yang shalih di surga." Maka ia pun bertanya : "Wahai Rabbku, bagaimana ini bisa terjadi?" Allah menjawab : "Berkat istighfar anakmu bagi dirimu." 

[HR. Ahmad No. 10232].


1️⃣1️⃣ SHALAT ISYRAQ (SHALAT  DHUHA DI AWAL WAKTU)


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :


مَنْ صَلَّى الْغَدَاةَ فِى جَمَاعَةٍ ثُمَّ قَعَدَ يَذْكُرُ اللَّهَ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ ثُمَّ صَلَّى رَكْعَتَيْنِ كَانَتْ لَهُ كَأَجْرِ حَجَّةٍ وَعُمْرَةٍ. قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- تَامَّةٍ تَامَّةٍ تَامَّةٍ

"Barangsiapa yang melaksanakan shalat shubuh secara berjama’ah lalu ia duduk sambil berdzikir pada Allah hingga matahari terbit, kemudian ia melaksanakan shalat dua raka’at, maka ia seperti memperoleh pahala haji dan umroh". Beliau pun bersabda : "Pahala yang sempurna, sempurna dan sempurna."  

[HR. Tirmidzi No. 586. Syaikh Al Albani mengatakan hadits ini hasan].


Semoga Allah 'Azza wa Jalla mudahkan kita untuk mengamalkan amalan di atas.


*Barakallahu fiikum*

EMPAT PERMATA DALAM DIRI MANUSIA YANG HARUS

 *Assalamualaikum warahmatullahi Wabarrakattuh*


* DIJAGA*


_Bismillahirrahmanirrahim..._

_*Manusia adalah :* makhluk Allah yang diciptakan dalam bentuk terbaik. manusia diciptakan dengan bentuk fisik yang indah, juga diberi perangkat lunak yang sempurna, seperti akal pikiran, rasa, dan karsa (kehendak)._


*Sebagaimana disebutkan dalam surat At-Tiin ayat 4 :* “Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yg sebaik-baiknya.”_


_*✍️Manusia dikaruniai 4 hal sebagai permata dalam dirinya :* 4 permata ini disebutkan Rasulullah dalam hadistnya, sebagaimana dikutip oleh Ihya’ Ulumiddin._


*Rasulullah SAW bersabda :*_

_“Ada 4 permata dalam tubuh manusia yg dapat hilang karena 4 hal. Empat permata tersebut adalah akal, agama, sifat malu, & amal salih. *Ghadlah (marah-²)* dapat menghilangkan akal. *Iri & dengki (hasud)* dapat menghilangkan agama, *Serakah (thama’)* dapat menghilangkan sifat malu, dan*Menggunjing (ghibah)* dapat menghilangkan amal shalih”._


*Permata dalam tubuh manusia Yang Pertama adalah Akal :*_

_Akal adalah alat untuk memahami agama. Agama adalah rambu-² atau aturan yg memberikan arah pada manusia, sifat malu adalah pengendali, dan amal salih adalah buah dari akal memahami agama untuk memahami mana yg hak dan batil._


*Permata kedua yg dikaruniakan Allah kepada manusia adalah agama :*_ 

_Agama adalah aturan atau norma yg mengarahkan akal manusia untuk menerima hal-² yg baik, layak & pantas. Agama menjadi pedoman bagaimana manusia menjalani kehidupannya, bagaimana mengendalikan syahwat & nafsu._


*Permata ketiga adalah Malu :*_

_Malu merupakan sifat yg dikembangkan oleh agama untuk mengendalikan perilaku manusia, yg dapat membedakan kita dengan hewan ataupun setan._


*Rasulullah pernah memberikan nasihat kepada sahabatnya dengan mengatakan :* “Malu itu sebagian dari iman._


*Permata keempat dimiliki manusia adalah amal shalih, yakni perbuatan yang patut dan baik menurut kaidah agama :*_ 

_Amal shalih adalah buah dari kemampuan kita memahami agama, menjalankan perintah agama, serta kemampuan kita mengendalikan sikap dalam kehidupan._


_👏Semoga kita dapat menjaga dan mengoptimalkan permata yg ada dalam hidup kita untuk menjadi insan pilihan dan masuk dalam kategori muttaqin (orang yg memiliki ketakwaan). *Aamiin Allahuma Aamiin.*_

SEBAB BERTAMBAH DAN BERKURANGNYA IMAN*

 *Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh*


*


Oleh :

Ustadz Kholid Syamhudi, Lc


Setelah kita mengetahui iman itu bisa bertambah dan berkurang, maka mengenal sebab-sebab bertambah dan berkurangnya iman memiliki manfaat dan menjadi sangat penting sekali. Sudah sepantasnya seorang muslim mengenal kemudian menerapkan dan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari, agar bertambah sempurna dan kuat imannya. Juga untuk menjauhkan diri dari lawannya yang menjadi sebab berkurangnya iman sehingga dapat menjaga diri dan selamat didunia dan akherat.


Syeikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menerangkan bahwa seorang hamba yang mendapatkan taufiq dari Allah Ta’ala selalu berusaha melakukan dua perkara :


1. Merealisasikan iman dan cabang-cabangnya serta menerapkannya baik secara ilmu dan amal secara bersama-sama.


2. Berusaha menolak semua yang menentang dan menghapus iman atau menguranginya dari fitnah-fitnah yang nampak maupun yang tersembunyi, mengobati kekurangan dari awal dan mengobati yang seterusnya dengan taubat nasuha serta mengetahui satu perkara sebelum hilang."[1]


Mewujudkan iman dan mengokohkannya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab bertambahnya iman dan melaksanakannya. Sedangkan berusaha menolak semua yang menghapus dan menentangnya dilakukan dengan mengenal sebab-sebab berkurangnya iman dan berhati-hati dari terjerumus di dalamnya


*SEBAB-SEBAB BERTAMBAHNYA IMAN*

*Pertama:* Belajar ilmu yang bermanfaat yang bersumber dari al-Qur`aan dan as Sunnah. Hal ini menjadi sebab pertambahan iman yang terpenting dan bermanfaat karena ilmu menjadi sarana beribadah kepada Allah Ta’ala dan mewujudkan tauhid dengan benar dan pas. Pertambahan iman yang didapatkan dari ilmu bisa terjadi dari beraneka ragam sisi, di antaranya :


1. Sisi keluarnya ahli ilmu dalam mencari ilmu

2. Duduknya mereka dalam halaqah ilmu

3. Mudzakarah (diskusi) di antara mereka dalam masalah ilmu

4. Penambahan pengetahuan terhadap Allah dan syari’at-Nya

5. Penerapan ilmu yang telah mereka pelajari

6  Tambahan pahala dari orang yang belajar dari mereka


*Kedua:* Merenungi ayat-ayat kauniyah. Merenungi dan meneliti keadaan dan keberadaan makhluk-makhluk Allah Ta’ala yang beraneka ragam dan menakjubkan merupakan faktor pendorong yang sangat kuat untuk beriman dan mengokohkan iman.


Syeikh Abdurrahman as-Sa’di rahimahullah menyatakan, Di antara sebab dan faktor pendorong keimanan adalah tafakur kepada alam semesta berupa penciptaan langit dan bumi serta makhluk-makhuk penghuninya dan meneliti diri manusia itu sendiri beserta sifat-sifat yang dimiliki. Ini semua adalah faktor pendorong yang kuat untuk meningkatkan iman."[2]


*Ketiga:* Berusaha sungguh-sungguh melaksanakan amalan shalih dengan ikhlas, memperbanyak dan mensinambungkannya. Hal ini karena semua amalan syariat yang dilaksanakan dengan ikhlas akan menambah iman. Karena iman bertambah dengan pertambahan amalan ketaatan dan banyaknya ibadah.


Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin rahimahullah pernah menuturkan, Di antara sebab pertambahan iman adalah melakukan ketaatan. Sebab iman akan bertambah sesuai dengan bagusnya pelaksanaan, jenis dan banyaknya amalan. Semakin baik amalan, semakin besar penambahan iman dan bagusnya pelasanaan ada dengan sebab ikhlas dan mutaba’ah (mencontohi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam). Sedangkan jenis amalan, maka yang wajib lebih utama dari yang sunnah dan sebagian amal ketaatan lebih ditekankan dan utama dari yang lainnya. Semakin utama ketaatan tersebut maka semakin besar juga penambahan imannya. Adapun banyak (kwantitas) amalan, maka akan menambah keimanan, sebab amalan termasuk bagian iman. Sehingga pasti iman bertambah dengan bertambahnya amalan.”[3]


*SEBAB-SEBAB BERKURANGNYA IMAN*

Sebab-sebab berkurangnya iman ada yang berasal dari dalam diri manusia sendiri (faktor internal) dan ada yang berasal dari luar (faktor eksternal).


*FAKTOR INTERNAL BERKURANGNYA IMAN*

*Pertama:* Kebodohan. Ini adalah sebab terbesar berkurangnya iman, sebagaimana ilmu adalah sebab terbesar bertambahnya iman.


*Kedua:* Kelalaian, sikap berpaling dari kebenaran dan lupa. Tiga perkara ini adalah salah satu sebab penting berkurangnya iman.


*Ketiga:* Perbuatan maksiat dan dosa. Jelas kemaksiatan dan dosa sangat merugikan dan memiliki pengaruh jelek terhadap iman. Sebagaimana pelaksanaan perintah Allah Ta’ala menambah iman, demikian juga pelanggaran atas larangan Allah Ta’ala mengurangi iman. Namun tentunya dosa dan kemaksiatan bertingkat-tingkat derajat, kerusakan dan kerugian yang ditimbulkannya, sebagaimana disampaikan oleh Ibnul Qayyim rahimahullah dalam ungkapan beliau, Sudah pasti kekufuran, kefasikan dan kemaksiatan bertingkat-tingkat sebagaimana iman dan amal shalih pun bertingkat–tingkat”.[4]


*Keempat:* Nafsu yang mengajak kepada keburukan (an-nafsu ammaratu bissu’). Inilah nafsu yang ada pada manusia dan tercela. Nafsu ini mengajak kepada keburukan dan kebinasaan, sebagaimana Allah Ta’ala jelaskan dalam menceritakan istri al-Aziz,


وَمَا أُبَرِّئُ نَفْسِي إِنَّ النَّفْسَ لَأَمَّارَةٌ بِالسُّوءِ إِلَّا مَا رَحِمَ رَبِّي إِنَّ رَبِّي غَفُورٌ رَحِيمٌ


Dan aku tidak membebaskan diriku (dari kesalahan), karena Sesungguhnya nafsu itu selalu menyuruh kepada kejahatan, kecuali nafsu yang diberi rahmat oleh Tuhanku. Sesungguhnya Tuhanku Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (Qs Yusuf: 53)


Nafsu ini menyeret manusia kepada kemaksiatan dan kehancuran iman, sehingga wajib bagi kita berlindung kepada Allah Ta’ala darinya dan berusaha bermuhasabah sebelum beramal dan setelahnya.


*FAKTOR EKSTERNAL BERKURANGNYA IMAN*

*Pertama:* Syeitan musuh abadi manusia yang merupakan satu sebab penting eksternal yang mempengaruhi iman dan mengurangi kekokohannya.


*Kedua:* Dunia dan fitnah (godaan)nya.  Menyibukkan diri dengan dunia dan perhiasannya termasuk sebab yang dapat mengurangi iman. Sebab semakin semangat manusia memiliki dunia dan semakin menginginkannya, maka semakin memberatkan dirinya berbuat ketaatan dan mencari kebahagian akherat, sebagaiman dituturkan Imam Ibnul Qayyim.


*Ketiga:* Teman bergaul yang jelek. Teman yang jelek dan jahat menjadi sesuatu yang sangat berbahaya terhadap keimanan, akhlak dan agamanya. Karena itu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam telah memperingatkan kita dari hal ini dalam sabda beliau,


الرَّجُلُ عَلَى دِينِ خَلِيلِهِ فَلْيَنْظُرْ أَحَدُكُمْ مَنْ يُخَالِلُ


Seorang itu berada di atas agama kekasihnya (teman dekatnya), maka hendaknya salah seorang kalian melihat siapa yang menjadi kekasihnya.”[5]


Demikianlah perkara yang harus diperhatikan dalam iman, mudah-mudahan hal ini dapat menggerakkan kita untuk lebih mengokohkan iman  dan menyempurnakannya.


Wabillahi taufiq.

CARA BERSYUKUR AKAN SEGALA NIKMAT*

 *🩷بِسْــــــــــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم🩷*


*🌷🩷Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakaatuh🩷🌷*


*


Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:


وَاِ ذْ تَاَ ذَّنَ رَبُّكُمْ لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَاَ زِيْدَنَّـكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ اِنَّ عَذَا بِيْ لَشَدِيْدٌ

wa iz ta-azzana robbukum la-ing syakartum la-aziidannakum wa la-ing kafartum inna 'azaabii lasyadiid


"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, "Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.""

*(QS. Ibrahim 14: Ayat 7)*


Peringatan Allah di atas bisa disimpulkan 

1. Jika bersyukur maka Allah akan tambah

2. Jika mengingkarinya atau tidak pandai mensyukurinya maka Nikmat itu akan akan menjadi Azab semata.


Bersyukur kepada Allah itu ada tiga cara, yaitu bersyukur dengan hati, dengan lisan, dan bersyukur dalam sikap perilaku (perbuatan) :


1. Bersyukur dengan hati


Bersyukur di dalam hati ialah dengan cara membentuk keyakinan dan keinginan dalam diri untuk menjalani kebajikan-kebajikan yang telah diperintahkan dan tidak gampang memperlihatkan bentuk nikmat yang telah Allah berikan padanya terhadap setiap orang.


2. Bersyukur dengan lisan


Adapun syukur dengan lisan yaitu dengan memperbanyak puji syukur kepada Allah sambil membaca Alhamdulillah.


3. Bersyukur dalam dalam sikap prilaku (Perbuatan)


Adapun bersyukur dalam bentuk sikap tingkah laku dan perbuatan adalah dengan menjadikan nikmat-nikmat yang telah Allah berikan padanya sebagai sarana amal ibadah serta menjaga diri sedapat mungkin dari tercebur dalam maksiat.


Ketahuilah… 


Seseorang tidak dikatakan bersyukur selagi belum mampu menjadikan nikmat yang telah ia terima sebagai sarana untuk mahabbah (mencintai Allah) bukan untuk kesenangan-kesenangan yang bersifat pribadi, bila ia menjadikan nikmatNya justru sebagai sarana terhadap hal-hal yang Allah murkai sesungguhnya ia benar-benar telah mengkufuri nikmatNya sebagaimana bila ia menganganggurkan nikmat tersebut karena artinya ia telah menyia-menyiakan kesempatan yang telah Allah berikan padanya untuk menggapai kehidupan bahagia. 


(Sumber: Syarh al-Hikam al-‘Athooiyyah hal 64 dan Mau’izhoh al-Mu’miniin Min Ihyaa ‘Uluum ad-Diin I/420)


۞ اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ ْعَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ‎ وَعَلَى الِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ﷺ ۞

𝒜𝓁𝓁𝒶𝒽𝓊𝓂𝓂𝒶 𝒮𝒽ℴ𝓁𝓁𝒾 𝒶𝓁𝒶𝒶 𝒮𝒶𝓎𝓎𝒾𝒹𝒾𝓃𝒶 ℳ𝓊𝒽𝒶𝓂𝓂𝒶𝒹

7 NASEHAT TERBAIK NABI MUHAMMAD

 ٭٭۞﷽۞٭٭

اَلسَّلَامُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللّٰـهِ وَبَرَكاتُهُ‎

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدْﷺ


`ﷺ

-


Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu, Ia Berkata : “KekasihKu ( Rasulullah ﷺ ) Berwasiat KepadaKu Dengan Tujuh Hal :


1. Supaya Aku Mencintai Orang-orang Miskin Dan Dekat Dengan Mereka,

.

.

2. Beliau memerintahkan Aku Agar Aku Melihat Kepada Orang Yang Berada Di BawahKu Dan Tidak Melihat Kepada Orang Yang Berada Di AtasKu,

.

.

3. Beliau Memerintahkan Agar Aku Menyambung SilaturahmikKu Meskipun Mereka Berlaku Kasar KepadaKu,

.

.

4. Aku Dianjurkan Agar Memperbanyak Ucapan Lâ Haulâ Walâ Quwwata Illâ Billâh (Tidak Ada Daya Dan Upaya Kecuali Dengan Pertolongan Allah),

.

.

5. Aku Diperintah Untuk Mengatakan Kebenaran Meskipun Pahit,

.

.

6. Beliau Berwasiat Agar Aku Tidak Takut Celaan Orang Yang Mencela Dalam Berdakwah Kepada Allah, Dan

.

.

7. Beliau Melarang Aku Agar Tidak Meminta-minta Sesuatu Pun Kepada Manusia”.

_


اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ ۞ الفَاتِحِ لِمَا أُغْلِقَ ۞ وَالخَاتِمِ لِمَا سَبَقَ ۞ نَاصِرِ الحَقِّ بِالحَقِّ ۞ وَالهَادِي إِلَى صِرَاطِكَ المُسْتَقِيمِ ۞ وَعَلَى آلِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ العَظِيمِ ۩

Rabu, 20 Desember 2023

10 BALASAN BURUK SAAT MANUSIA "DIBANGKITKAN" DI HARI KIAMAT*

 *📚 BALASAN BURUK SAAT MANUSIA "DIBANGKITKAN" DI HARI KIAMAT*


💘https://chat.whatsapp.com/CdWSivMrNVSIIngT2Ka1bm


(1). Kepalanya Berada Di Bawah


Allah 'Azza wa Jalla berfirman :


"Dan Kami Akan Mengumpulkan mereka pada hari Kiamat "(diseret)" di atas muka mereka dalam keadaan "BUTA, BISU dan TULI". Tempat Kediaman Mereka Adalah Neraka Jahannam.." (QS. Al-Isra' [17]: 97)


Rasulullah صلى الله عليه و سلم bersabda :


"Sesungguhnya kalian Dikumpulkan "(Ke Padang Mahsyar)" dlm keadaan berjalan, berkendaraan, dan (ada yang) "diseret" di atas wajah-wajah kalian" (HR.At-Tirmidzi, Shahiihut Targhiib wat Tarhiib no. 3582)


(2). Tidak Memiliki Daging Di Wajah


"Seseorang yang Selalu "meminta-minta" kepada ORANG LAIN, sehingga pada hari Kiamat dia akan menghadap Allah dalam keadaan Tdk Sekerat Daging sama sekali Di WAJAHNYA" (HR. Bukhari no. 1475, & Muslim no. 1040)


(3). Dalam Keadaan Sebesar Semut


"Pada hari Kiamat orang2 yang sombong Akan "DIGIRING", & Dikumpulkan seperti SEMUT KECIL dalam bentuk "MANUSIA", Kehinaan Meliputi mereka dari "Berbagai Sisi". Mereka akan digiring menuju suatu Penjara dalam Jahannam yang namanya "BULAS". Api Neraka yang Sangat Panas Akan "Membakar" mereka. Mereka Akan Diberi Minum Dari Thinatul Khabal, Yaitu "Lumpur Nanah", Dan Kotoran Penduduk Neraka" (HR. Al-Bukhari dalam al-Adabul Mufrad no. 557, hadits dari 'Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash)


(4). Dikalungkan 7 Lapis/Tingkat Bumi


"Barangsiapa yang merampas Sejengkal tanah dengan cara "zhalim", maka ia pun akan "dikalungkan" dengan TUJUH Lapis bumi" (HR. Bukhari no. 3198 dan Muslim no. 1610, hadits dari Sa’iid bin Zaid)


(5). Memiliki Dua Lidah Dari Api


"Siapa saja yang memiliki "Dua Wajah" di dunia, maka ia akan memiliki "Dua Lidah" dari api pada hari Kiamat kelak" (HR. Abu Dawud, lihat ash-Shahiihah no. 992)


(6). Sebagian Badan Miring (lumpuh)


"Barangsiapa yang memiliki "2 istri" lalu Lebih Cenderung kepada salah satunya, maka pada hari Kiamat dia akan datang dlm keadaan sebagian tubuhnya miring"


(HR. Abu Dawud no. 2133, an-Nasaa’i II/157, at-Tirmidzi I/213, & Ibnu Majah no. 1969), hadits dari Abu Hurairah)


(7). Memakai Pakaian Ter Dan Jarab


"Wanita yang meratapi kematian apabila Tidak bertaubat sebelum matinya, maka dia akan Dibangkitkan pada Hari Kiamat dengan memakai "Pakaian" dari qathiran (ter) dan baju dari jarab (yang kumal dan gatal)" (HR. Muslim no. 934, hadits dari Abu Malik al-Asy'ary)


(8). Membawa Barang Yg Dikorupsinya


"Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan HARTA Rampasan Perang. Barangsiapa yg Telah "Berkhianat" dalam urusan Rampasan Perang itu, maka pada Hari Kiamat dia Akan Datang "Membawa apa yang dikhianatkannya itu", kemudian tiap-tiap diri pun akan diberi Pembalasan tentang apa yang dia KERJAKAN dengan (Pembalasan) "Setimpal" sedang mereka Tidak Dianiaya" (QS. Ali Imran [3]: 161)


(9). Sempoyongan Seperti Orang Gila Karena Kesurupan Syaitan


"Orang-orang yang makan "(mengambil)" riba tdk dapat berdiri "melainkan" seperti berdirinya orang yg kemasukan "Syaitan" karena (tekanan) Penyakit Gila. Keadaan mereka yg demikian Disebabkan mereka itu berkata (berpendapat) sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, PADAHAL Allah itu telah "Menghalalkan jual beli" & "Mengharamkan RIBA" (QS. 2 : 275)


(10). Mendapatkan Empat Ancaman


"Ada Tiga Orang yang tidak diajak Bicara oleh Allah pada "hari Kiamat" nanti, tidak Dipandang, dan tidak disucikan dan bagi Mereka Siksaan Yang Pedih". Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam "Menyebut" Tiga Kali perkataan ini. Lantas Abu Dzar berkata : "Mereka itu Sangat Celaka dan "Merugi". Siapa mereka ya Rasulullah !?" Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pun menjawab : "Mereka adalah laki-laki YANG ISBAL (Menjulurkan Celana Lebih dari mata kaki), suka mengungkit-ungkit Pemberian, & Orang Yg Suka Melariskan DAGANGANNYA dengan cara "SUMPAH PALSU" (HR. Muslim no. 106)


✍ Ustadz Najmi Umar Bakkar