Kamis, 18 Mei 2023

100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA

 YANG TERCATAT DI DALAM AL QUR’AN

100 PERINTAH ALLAH PADA MANUSIA YANG TERCATAT DI DALAM AL QUR’AN

1. Jangan berkata kasar.
(QS 3 – Ali Imran : 159)
2. Tahanlah marah.
(QS 3 – Ali Imran : 134)
3. Berbaiklah kepada orang lain.
(QS 4 – An Nisaa’ : 36)
4. Jangan sombong dan congkak.
(QS 7 – Al A’raaf : 13)
5. Maafkanlah kesalahan orang lain.
(QS 7 – Al A’raaf : 199)
6. Berbicaralah dengan nada halus dan bersopan.
(QS 20 – Thaahaa : 44)
7. Rendahkanlah suaramu.
(QS 31 – Luqman : 19)
8. Jangan mengejek orang lain.
(QS 49 – Al Hujuraat : 11)
9. Berbaktilah pada orang tua (ibu bapak).
(QS 17 – Al Israa’ : 23)
10. Jangan mengeluarkan kata yang tidak menghormati orang tua ( ibu bapak).
(QS 17 – Al Israa’ : 23)
11. Jangan memasuki kamar pribadi ibu bapak tanpa izin.
(QS 24 – An Nuur : 58)
12. Catatlah hutang-hutangmu.
(QS 2 – Al Baqarah : 282)
13. Jangan mengikuti orang secara membabi buta.
(QS 2 – Al Baqarah : 170)
14. Berikanlah lanjutan waktu bila orang yang berhutang kepadamu dalam kesempitan.
(QS 2 – Al Baqarah : 280)
15. Jangan makan riba’/membungakan uang
(QS 2 – Al Baqarah : 1)
16. Jangan melakukan korupsi)
(QS 2 – Al Baqarah : 188)
17. Jangan ingkar atau melanggar janji
(QS 2 – Al Baqarah : 177)
18. Jagalah kepercayaan orang lain kepadamu
(QS 2 – Al Baqarah : 283)
19. Jangan campur adukan kebenaran dengan kebohongan
(QS 2 – Al Baqarah : 42)
20. Berlakulah adil terhadap semua orang
(QS 4 – An Nisaa’ : 58)
21. Tegakkanlah keadilan dengan tegas
(QS 4 – An Nisaa’ : 135)
22. Harta yang meninggal harus dibagikan kepada anggota keluarga
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)
23. Wanita memiliki hak waris
(QS 4 – An Nisaa’ : 7)
24. Jangan memakan harta anak yatim
(QS 4 – An Nisaa’ : 10)
25. Lindungi anak yatim
(QS 2 – Al Baqarah : 220)
26. Jangan memboroskan harta dengan sewenang-wenangnya
(QS 4 – An Nisaa’ : 29)
27. Damaikanlah orang yang berselisih
(QS 49 – Al Hujuraat : 9)
28. Hindari perasangka buruk
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)
29. Jangan terlalu percaya sama orang
(QS 2 – Al Baqarah : 283)
30. Jangan memfitnah orang
(QS 49 – Al Hujuraat : 12)
31. Gunakan harta untuk kegiatan sosial(QS 57 – Al Hadid : 7)
32. Biasakan memberi makan orang miskin
(QS 107 – Al Maa’uun : 3)
33. Bantulah orang fakir yang berada di jalan Allah
(QS 2 – Al Baqarah : 273)
34. Jangan menghabiskan uang untuk bermegah-megah
(QS 17 – Al Israa’ : 29)
35. Jangan menyebut-nyebut tentang sedekahmu
(QS 2 – Al Baqarah : 264)
36. Hormatilah tamu anda
(QS51AdzDzaariyaat26)
37. Perintahkan kebajikan setelah kita melakukannya sendiri
(QS 2 – Al Baqarah : 44)
38. Jangan berbuat kerusakan di muka bumi
(QS 2 – Al Baqarah : 60)
39. Jangan menghalangi orang datang ke masjid
(QS 2 – Al Baqarah : 114)
40. Perangilah mereka yang memerangi mu
(QS 2 – Al Baqarah : 190)
41. Jagalah etika perang
(QS 2 – Al Baqarah : 191)
42. Jangan lari dari peperangan
(QS 8 – Al Anfaal : 15)
43. Tidak ada paksaan untuk memasuki agama (Islam)
(QS 2 – Al Baqarah : 256)
44. Berimanlah kepada para Nabi
(QS 2 – Al Baqarah : 285)
45. Jangan melakukan hubungan intim di saat haid
(QS 2 – Al Baqarah : 222)
46. Susuilah anak-anakmu selama dua tahun penuh
(QS 2 – Al Baqarah : 233)
47. Jauhilah hubungan intim di luar nikah
(QS 17 – Al Israa’ : 32)
48. Pilihlah pemimpin yg pantas. Pilihlah pemimpin berdasarkan ilmu dan jasanya
(QS 2 – Al Baqarah : 247)
49. Jangan membebani orang di luar kesanggupannya
(QS 2 – Al Baqarah : 286)
50. Jangan mau dipecah belah
(QS 3 – Ali Imran : 103)
51. Renungkanlah keajaiban dan penciptaan alam semesta ini
(QS 3 – Ali Imran 3 :191)
52. Lelaki maupun wanita mendapat balasan yang sama sesuai perbuatannya
(QS 3 – Ali Imran : 195)
53. Jangan menikahi mereka yang sedarah denganmu
(QS 4 – An Nisaa’ : 23)
54. Keluarga harus di-imami oleh seorang lelaki
(QS 4 – An Nisaa’ : 34)
55. Jangan pelit
(QS 4 – An Nisaa’ : 37)
56. Jangan iri hati
(QS 4 – An Nisaa’ : 54)
57. Jangan saling membunuh
(QS 4 – An Nisaa’ : 92)
58. Jangan membela ketidakjujuran atau kebohongan
(QS 4 – An Nisaa’ : 105)
59. Jangan bekerja-sama dalam dosa dan kekerasan
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)
60. Bekerja samalah dalam kebenaran
(QS 5 – Al Maa-idah : 2)
61. Mayoritas bukanlah merupakan kriteria kebenaran
(QS 6 – Al An’aam : 116)
62. Berlaku adil
(QS 5 – Al Maa-idah:8)
63. Berikan hukuman untuk setiap kejahatan
(QS 5 – Al Maa-idah : 38)
64. Berjuanglah melawan perbuatan dosa dan melanggar hukum
(QS 5 – Al Maa-idah : 63)
65. Dilarang memakan binatang mati, darah dan daging babi
(QS 5 – Al Maa-idah : 3)
66. Hindari minum racun dan alkohol
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)
67. Jangan berjudi
(QS 5 – Al Maa-idah : 90)
68. Jangan menghina keyakinan atau agama orang lain
(QS 6 – Al An’aam : 108)
69. Jangan mengurangi timbangan untuk menipu
(QS 6 – Al An’aam : 152)
70. Makan dan minumlah secukupnya
(QS 7 – Al A’raaf : 31)
71. Kenakanlah pakaian yang bagus di saat sholat
(QS 7 – Al A’raaf : 31)
72. Lindungi dan bantulah mereka yang meminta perlindungan
(QS 9 – At Taubah:6)
73. Jagalah kemurnian
(QS 9 – At Taubah : 108)
74. Jangan pernah putus asa akan pertolongan Allah
(QS 12 – Yusuf : 87)
75. Allah mengampuni orang yang berbuat dosa kerana kebodohannya
(QS 16 – An Nahl : 119)
76. Berserulah/ajaklah kepada jalan Allah dengan cara yang baik dan bijaksana
(QS 16 – An Nahl : 125)
77. Tidak ada seorangpun yang menanggung dosa orang lain
(QS 17 – Al Israa’ : 15)
78. Jangan membunuh anak-anakmu kerana takut akan kemiskinan
(QS 17 – Al Israa’ : 31)
79. Jangan mengikuti sesuatu yang kamu tidak memiliki pengetahuan tentangnya
(QS 17 – Al Israa’ : 36)
80. Jauhkan diri dari perkataan dan perbuatan yang tidak bermanafaat
(QS23–Al Mu’minuun:3)
81. Jangan memasuki rumah orang lain tanpa izin pemilik rumah
(QS 24 – An Nuur : 27)
82. Allah menjamin balasan kebaikan hanya kepada mereka yang percaya kepada Allah
(QS 24 – An Nuur : 55)
83. Berjalanlah di muka bumi dengan rendah hati
(QS 25 – Al Furqaan : 63)
84. Jangan melupakan kenikmatan dunia yang telah Allah berikan
(QS 28–Al Qashash : 77)
85. Jangan menyembah Tuhan selain Allah
(QS 28 – Al Qashash:88)
86. Jangan terlibat dalam homosexual
(QS29–Al ‘Ankabuut : 29)
87. Berbuat baik dan cegahlah perbuatan munkar
(QS 31 – Luqman : 17)
88. Janganlah berjalan di muka bumi dengan sombong
(QS 31 – Luqman : 18)
89. Wanita dilarang memamerkan diri
(QS 33 – Al Ahzab : 33)
90. Allah mengampuni semua dosa-dosa kita
(QS 39 – Az Zumar : 53)
91. Jangan berputus asa akan keampunan dari Allah
(QS 39 – Az Zumar : 53)
92. Balaslah kejahatan dengan kebaikan
(QS 41 – Fushshilat : 34)
93. Selesaikan persoalan dengan bermusyawarah
(QS 42–Asy Syuura : 38)
94. Orang yang paling mulia di sisi Allah ialah orang yang bertaqwa
(QS 49 – Al Hujuraat : 13)
95. Tidak ada dikenal biara dalam agama (Islam)
(QS 57 – Al Hadid : 27)
96. Allah akan meninggikan darjat mereka yang berilmu
(QS58–Al Mujaadilah11)
97. Perlakukan kaum bukan Islam dengan baik dan adil
(QS60-Al Mumtahanah:
98. Hindari diri dari sifat kikir
(QS64–AtTaghaabun:16)
99. Mohon keampunan kepada Allah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang
(QS73–AlMuzzammil;20)
100. Jangan menghardik orang yang meminta-minta
(QS 93–Adh Dhuhaa: 10)

Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Minggu, 16 April 2023

*APA ITU BAROKAH..*

 *❁꧁༻✾ஜ༻📿BI༺ஜ✾༺꧂❁*

        🕊Majelis Pecinta Rasul🇮🇩


السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

*Embun pagi..🌹*

*Sahabat..😘*


Banyak diantara kita yang sering mendengar istilah barokah atau berkah.

Apa sih barokah atau berkah itu..?.

Berikut adalah definisi makna barokah dari para ahli/pemuka agama:

- Barokah adalah salah satu dari para prajurit Allah yang tidak tampak.
Ia dikirimkan Allah kepada siapa saja yang dikehendaki-Nya.

- Apabila barokah telah hinggap dalam harta, maka ia akan membuatnya banyak.

- Apabila ia telah hinggap dalam keturunan, maka ia membuatnya soleh.

- Apabila ia telah hinggap dalam badan, maka ia membuatnya sehat/kuat.

- Apabila ia telah hinggap dalam waktu, maka ia memakmurkannya.

- Dan apabila telah hinggap dalam hati, maka ia akan membuatnya bahagia.

Semoga bermanfaat, loving you all as always..❤️💖💝.

Selamat pagi selamat mencari rezeki yang barokah, tetap semangat dan bersyukur, jangan lupa bahagia, aamiin..🙏😍.

*☘اَللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ*

*❁༻✾ஜ༻🕊MPR🇮🇩༺ஜ✾༺❁*

Rabu, 12 April 2023

4 ciri amal diterima

 Penerimaan atau penolakan sebuah amal-ibadah memang sulit diukur. Manusia–siapapun dia–tidak boleh menjatuhkan putusan atas penerimaan atau penolakan amal seseorang atau dirinya sendiri. Tetapi kita hanya dapat melihat tanda-tanda penerimaan Allah atas amal kita. 

Syekh Ibnu Athaillah RA menyebut tanda-tanda penerimaan Allah SWT dalam hikmah berikut ini. من وجد ثمرة عمله عاجلاً فهو دليل على وجود القبول Artinya, “Siapa yang memetik buah dari amalnya seketika di dunia, maka itu menunjukkan Allah menerima amalnya.” Syekh Ahmad Zarruq menjelaskan bahwa buah dari amal itu berbentuk kemaslahatan keagamaan dan kemaslahatan duniawi. Ia menyebut secara konkret bahwa buah dari amal itu adalah 

pertama, kebahagiaan hidup yang diukur dengan perasaan bebas dari kekhawatiran dan kesedihan.


 قلت ثمرة العمل ما ينشأ عنه من الفوائد الدينية والدنياوية. وذلك يدور على ثلاثة: حصول البشارة بزوال الخوف والحزن 


Artinya, “Menurut saya, buah amal itu adalah faidah keagamaan dan keduniaan apapun yang muncul dari amal tersebut. Buah dari amal itu hanya terdiri atas tiga bentuk: pertama, munculnya kebahagiaan karena sirnanya kekhawatiran dan kesedihan,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80). 

Syekh Zarruq mengutip Surat Yunus ayat 62-64.

أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ (62) الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ (63) لَهُمُ الْبُشْرَى فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ 

Artinya, “Ketahuilah, para wali Allah tidak dihinggapi kekhawatiran dan kesedihan. Mereka yang beriman dan mereka itu bertakwa akan menerima kebahagiaan dalam kehidupan dunia dan akhirat...” (Surat Yunus ayat 62-64).


 Kedua, ketenangan hidup yang ditandai dengan keridhaan batin dan sifat qana‘ah atas segala pemberian Allah. 

والحياة الطيبة بالرضا والقناعة 

Artinya, “kehidupan yang baik karena hati penuh ridha dan qana‘ah.” Syekh Zarruq mengutip Surat An-Nahl ayat 97.

 مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاةً طَيِّبَةً 

Artinya, “Siapa saja beramal saleh laki-laki maupun perempuan sedangkan mereka itu orang beriman, maka kami hidupkan dia dengan kehidupan yang baik,” (Surat An-Nahl ayat 97). 

Ketiga, keterbukaan rahasia atas penguasaan alam semesta. 

وظهور سر الخلافة بتسخير الكائنات وانفعالها ظاهرا وباطنا 

Artinya, “Penampakan rahasia kuasa atas penundukan dan pengaruh terhadap alam semesta lahir dan batin.” Syekh Zarruq mengutip Surat An-Nur ayat 55. 

وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا

 Artinya, “Allah menjanjikan orang-orang beriman di antara kalian dan mereka yang beramal saleh sebuah kekuasaan di bumi sebagaimana Ia menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan Ia teguhkan agama mereka yang Ia ridhai’, serta Ia mengganti ketakutan mereka dengan rasa aman...,” (Surat An-Nur ayat 55). Dengan kata lain, seseorang memegang kunci untuk mendapat sesuatu yang diinginkannya di dunia. Tetapi selain dari itu semua, 

kenikmatan dalam menjalankan ibadah itu sendiri sudah merupakan buah dari amal. وفى الحديث الصحيح قول ذلك الصحابي: فمنا من أينعت له ثمرته فهو يهديها، ومنا من مات لم يستوف من أجره شيئا منهم مصعب بن عمير رضى الله عنهم أجمعين. ومن طيب الحياة حلاوة الطاعة، فمن ثم يصح كونها ثمرة لا من حيث ذاتها فتدبر ذلك، وبالله التوفيق. Artinya, “Dalam hadits shahih seorang sahabat Rasul berkata, ‘Sebagian kami ada yang memiliki ‘buah’ matang, lalu Allah menghadiahkan untuknya. Tetapi sebagian kami ada yang wafat dan belum sempat mencicipi buah dari amalnya, salah satu dari mereka adalah Mush‘ab bin Umair RA.’ 

Salah satu bentuk ketenangan hidup adalah merasakan kelezatan aktivitas ibadah. Dari sini kemudian dapat dipahami bahwa kelezatan aktivitas ibadah itu sendiri bisa disebut sebagai bentuk dari buah amal, bukan sekadar aktivitasnya itu sendiri,” (Lihat Syekh Ahmad Zarruq, Syarhul Hikam, As-Syirkatul Qaumiyyah, 2010 M/1431 H, halaman 80-81). Wallahu a’lam. (Alhafiz K)


Sumber: https://islam.nu.or.id/tasawuf-akhlak/ini-tanda-amal-ibadah-diterima-allah-menurut-ibnu-athaillah-qkbHs

Minggu, 02 April 2023

4 Kriteria Amal diterima Allah swt

Jumat 25-11-2022,18:10 WIB
Oleh: radar

(Dosen UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu)

 

BENGKULU, RADARBENGKULUONLINE.COM - Dalam kamus bahasa Indonesia disebutkan bahwa amal adalah perbuatan baik yang mendatangkan pahala.

Dalam Al-Qur'an maupun hadis nabi banyak ayat-ayat yang memerintahkan kepada manusia untuk beramal dengan amal yang sholeh.

Pada dasarnya, amal baik yang dilakukan manusia adalah disertai harapan untuk mendapat balasan pahala dari Allah.  Baik di dunia maupun di akhirat. Kendati demikian, tidak semua amal baik dari manusia akan diterima Allah, melainkan ada diantara manusia yang amalnya ditolak.

Ibarat sebuah proyek pengerjaan bangunan, apabila tidak sesuai spesifikasi yang ditetapkan, maka proyek tersebut akan ditolak. Bahkan ada yang harus dibongkar kembali. 

Oleh karena itu, salah satu usaha yang kita lakukan adalah sering berdoa agar amal kita termasuk amal yang diterima Allah : 

“Allahhummarzuqna ‘ilman nafi’a wa rizqon wasi’a wa ‘amalan maqbula”. Artinya: “Ya Allah berilah kami ilmu yang bermanfaat, rizki yang luas dan amal yang diterima”. 

Jika dianalisis berdasarkan ayat-ayat Al-Qur’an dan hadist, Allah telah menetapkan kriteria amal yang akan diterima Allah, yaitu :

1. Beriman :

Para ulama mengatakan bahwa iman adalah meyakini dalam hati, mengucapkan dengan lisan dan mengamalkan dengan perbuatan. Iman merupakan syarat mutlak agar amal seseorang diterima Allah sebagaimana dalam Al-Qur’an surat al-Nur ayat 39 : ''Walladzina kafaru a’maluhum kasarobin.''

Artinya: “Orang-orang kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana”.

Dari ayat tersebut kita mengetahui bahwa amal baik yang dilakukan orang kafir seperti fatamorgana yang terlihat menyenangkan, tetapi pada hakekatnya hanya ilusi semata. Dengan demikian, syarat pertama agar amal kita diterima Allah adalah beriman. 

2. Ikhlas :

Ikhlas adalah melakukan perbuatan baik semata-mata karena Allah. Bukan karena orang lain atau untuk ajang pamer. Orang yang beramal, tetapi tidak ikhlas, maka termasuk amal yang tidak akan diterima Allah. Firman Allah dalam surat al-Bayyinah ayat 5 : ''Wama umiru illa liya’budullaha mukhlisina lahuddina hunafa’a wa yuqimussholata wa yu’tuzzakata wa dzalika dinul qoyyimah.''

Artinya: “Tidaklah mereka diperintah menyembah Allah kecuali dengan ikhlas, mantaatinya semata-mata karena (menjalankan) agama dan supaya mereka mendirikan salat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.”

3. Bertakwa : 

Takwa merupakan salah satu syarat amal yang diterima sebagaimana firmanNya dalam surat al-Maidah ayat 27 :  ''Qola innama yataqobbalullahu minal muttaqin.''

Artinya: “Berkata (Habil) Sesungguhnya Allah hanya menerima (kurban) dari orang-orang yang bertakwa."

Para ulama mengatakan, bahwa takwa adalah menjalankan perintah-perintah Allah dan menjauhi larangan-laranganNya. Dengan demikian, orang yang selalu berbuat maksiat, maka amalnya kemungkinan besar akan ditolak oleh Allah.

4. Berbakti pada Orang Tua:

Orang yang durhaka kepada orang tua menjadi salah satu penyebab amal kebaikannya tidak akan diterima Allah. Sebagaimana firmanNya dalam surat al-Ahqaf ayat 16 : ''Ulaaikalladzina nataqobbalu ‘anhum ahsana ma ‘amilu wa natajawazu ‘an sayyiatihim fi ashabil jannah.''

Artinya : “Mereka Itulah orang-orang yang Kami terima dari mereka amal yang baik yang telah mereka kerjakan dan Kami ampuni kesalahan-kesalahan mereka, bersama penghuni-penghuni surga.''

Ayat ini berkaitan dengan ayat sebelumnya menceritakan tentang orang yang berbuat baik kepada orang tua mereka bahwa amal mereka akan diterima oleh Allah dan semua kesalahannya akan diampuni.(*)

Kategori :

Sabtu, 18 Maret 2023

WAKTU-WAKTU YANG* *MUSTAJAB DALAM* *BERD’OA*

 〰️〰️〰️〰️〰️🪷🌾🪷🌾


*


🪷🌾🪷🌾



*وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ*


Dan Rabbmu berfirman: "Berdo'alah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.    (Qs Al Mukmin 40 : 60 )


*Allah subhanahu wata'ala memberikan masing-masing waktu dengan keutamaan dan kemuliaan yang berbeda-beda, diantaranya ada waktu-waktu tertentu yang sangat baik untuk berdoa, akan tetapi kebanyakan orang menyia-nyiakan kesempatan baik tersebut.*


*Mereka mengira bahwa seluruh waktu memiliki nilai yang sama dan tidak berbeda.*


*Bagi setiap muslim seharusnya memanfaatkan waktu-waktu yang utama dan mulia untuk berdoa agar mendapatkan kesuksesan, keberuntungan, kemenangan dan keselamatan.*


 *Adapun waktu-waktu mustajabah tersebut antara lain.*


*{1} Sepertiga Akhir Malam*


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.


*يَتَنَزَّلُ رَبَّنَا تَبَارَكَ وَتَعَالَى كُلُّ لَيْلَةٍ إلَى سَمَاءِ الدُّنْيَا حِيْنَ يَبْقَى ثُلُثُ اللَّيْلِ اْلآخِرِ فَيَقُوْلُ مَنْ يَدْعُوْنِيْ فَأَسْتَجِبَ لَهُ مَنْ يَسْأَلْنِيْ فَأُعْطِيَهُ مَنْ يَسْتَغْفِرُ نِيْ فَأَغْفِرَلَهُ*


“Sesungguhnya Rabb kami yang Maha Berkah lagi Maha Tinggi turun setiap malam ke langit dunia hingga tersisa sepertiga akhir malam, lalu berfirman ; barangsiapa yang berdoa, maka Aku akan kabulkan, barangsiapa yang memohon, pasti Aku akan perkenankan dan barangsiapa yang meminta ampun, pasti Aku akan mengampuninya”. [Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat bab Doa Nisfullail 7/149-150]


*{2} Tatkala Berbuka Puasa Bagi Orang Yang Berpuasa*


Dari Abdullah bin ‘Amr bin ‘Ash Radhiyallahu ‘anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


*أَنَّ لِلصَّائِمِ عِنْدَ فِطْرِهِ دَعْوَةٌ لاَ تُرَدُ*


“Sesungguhnya bagi orang yang berpuasa pafa saat berbuka ada doa yang tidak ditolak”. [Sunan Ibnu Majah, bab Fis Siyam La Turaddu Da’watuhu 1/321 No. 1775. Hakim dalam kitab Mustadrak 1/422. Dishahihkan sanadnya oleh Bushairi dalam Misbahuz Zujaj 2/17].


*{3} Setiap Selepas Shalat Fardhu*


Dari Abu Umamah, sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya tentang doa yang paling didengar oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, beliau menjawab.


جَوْفَ اللَّيْلِ اْلآخِرِ وَدُبُرَ الصَّلَوَاتِ الْمَكتُوْبَاتِ


“Di pertengahan malam yang akhir dan setiap selesai shalat fardhu”.

[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’awaat 13/30. Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi 3/167-168 No. 2782].


*{4} Pada Saat Perang Berkecamuk*


Dari Sahl bin Sa’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam 

 bersabda.


*ثِنْتَانِ لاَ تُرَدَّانِ أَوْقَلَّمَا تُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ عِنْدَ الْبَأْسِ حِيْنَ يَلْتَحِمُ بَعْضُهُمْ بَعْضًا*


“Ada dua doa yang tidak tertolak atau jarang tertolak ; doa pada saat adzan dan doa tatkala perang berkecamuk”. [Sunan Abu Daud, kitab Jihad 3/21 No. 2540. Sunan Baihaqi, bab Shalat Istisqa’ 3/360.


 Hakim dalam Mustadrak 1/189. Dishahihkan Imam Nawawi dalam Al-Adzkaar hal. 341.


 Dan Al-Albani dalam Ta’liq Alal Misykat 1/212 No. 672].


*{5} Sesaat Pada Hari Jum’at*


Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Abul Qasim Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


*إِنَّ فِيْ يَوْمِ الْجُمْعَةِ لِسَاعَةٌ لاَ يُوَافِقُهَا مُسْلِمٌ قَائِمٌ يُصَلِّيْ يَسْأَلُ اللَّه خَيْرًا إِلاَّ أَعْطَاهُ إِيَّاهُ وَقَالَ بِيَدِهِ يُقَلِّلُهَا يُزْهِدُهَا*


“Sesungguhnya pada hari Jum’at ada satu saat yang tidak bertepatan

seorang hamba muslim shalat dan memohon sesuatu kebaikan kepada Allah melainkan akan diberikan padanya, beliau berisyarat dengan tangannya akan sedikitnya waktu tersebut”. 

[Shahih Al-Bukhari, kitab Da’awaat 7/166. Shahih Muslim, kitab Jumuh 3/5-6]


*Waktu yang sesaat itu tidak bisa diketahui secara persis dan masing-masing riwayat menyebutkan waktu tersebut secara berbeda-beda, sebagaimana yang telah disebutkan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari 11/203.*


*Dan kemungkinan besar waktu tersebut berada pada saat imam atau khatib naik mimbar hingga selesai shalat Jum’at atau hingga selesai waktu shalat ashar bagi orang yang menunggu shalat maghrib.*


*{6} Pada Waktu Bangun Tidur Pada Malam Hari Bagi Orang Yang Sebelum Tidur Dalam Keadaan Suci dan Berdzikir Kepada Allah*


Dari ‘Amr bin ‘Anbasah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.


*مَا مِنْ عَبْدٍ بَاتَ عَلَى طُهُوْرٍ ثُمَّ تَعَارُ مِنَ اللَّيْلِ فَسَأَلَ اللَّه مِنْ أَمْرِالدُّنْيَا اَوْ مِنْ أَمْرِ اْلآخِرَةِإِلاَّ أَعْطَاهُ*


“Tidaklah seorang hamba tidur dalam keadaan suci lalu terbangun padamalam hari kemudian memohon sesuatu tentang urusan dunia atau akhirat melainkan Allah akan mengabulkannya”. [Sunan Ibnu Majah, bab Doa 2/352 No. 3924. Dishahihkan oleh Al-Mundziri 1/371 No. 595]


*Terbangun tanpa sengaja pada malam hari.[An-Nihayah fi Gharibil Hadits 1/190]*


*Yang dimaksud dengan “ta’ara minal lail” terbangun dari tidur pada malam hari.*


*{7} Doa Diantara Adzan dan Iqamah*


Dari Anas bin Malik Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

 bersabda.


*لاَيُرَدُّ الدُّعَاءُ بَيْنَ اْلآذَانِ وَاْلإِقَامَةِ*


“Doa tidak akan ditolak antara adzan dan iqamah”.


 [Sunan Abu Daud, kitab Shalat 1/144 No. 521. Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/87. Sunan Al-Baihaqi, kitab Shalat 1/410.


 Dishahihkan oleh Al-Albani, kitab Tamamul Minnah hal. 139]


*{8} Doa Pada Waktu Sujud Dalam Shalat*


Dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


*وَأَمَّا السُّجُوْدُ فَاجْتَهِدُوْافِي الدُّعَاءِ فَقُمَنَّ أَنْ يُسْتَجَابَلَكُمْ*


“Adapun pada waktu sujud, maka bersungguh-sungguhlah berdoa sebab saat itu sangat tepat untuk dikabulkan”. [Shahih Muslim, kitab Shalat bab Nahi An Qiratul Qur’an fi Ruku’ wa Sujud 2/48]


*Yang dimaksud adalah sangat tepat dan layak untuk dikabulkan doa kamu.*


*{9} Pada Saat Sedang Kehujanan*


*Dari Sahl bin a’ad Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda.*


*ثِنْتَانِ مَاتُرَدَّانِ الدُّعَاءُ عِنْدَ النِّدَاءِ وَ تَحْتَ الْمَطَرِ*


*“Dua doa yang tidak pernah ditolak ; doa pada waktu adzan dan doa pada waktu kehujanan”.* *[Mustadrak Hakim dan dishahihkan oleh Adz-Dzahabi 2/113-114.*


 Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ No. 3078].


Imam An-Nawawi berkata bahwa penyebab doa pada waktu kehujanan tidak ditolak atau jarang ditolak dikarenakan pada saat itu sedang turun rahmat khususnya curahan hujan pertama di awal musim.

 [Fathul Qadir 3/340].


*{10} Pada Saat Ajal Tiba*


Dari Ummu Salamah bahwa Rasulullah mendatangi rumah Abu Salamah (pada hari wafatnya), dan beliau mendapatkan kedua mata Abu Salamah terbuka lalu beliau memejamkannya kemudian bersabda.


*أَنْ الرُّوْحَ إِذَا ٌبَضَ تَبِعَهُ الْبَصَرُ فَضَجَّ نَاسٌ مِنْ أَهْلِهِ فَقَالَ لاَ تَدْعُوْا عَلَى أَنْفُسِكُمْ إِلاَّ خَيْرًا فَإِنَّ الْمَلاَئِكَةَ يُؤَمِنُّوْنَ عَلَى مَا تَقُوْلُوْنَ*


“Sesungguhnya tatkala ruh dicabut, maka pandangan mata akan

mengikutinya’. Semua keluarga histeris. Beliau bersabda : ‘Janganlah kalian berdoa untuk diri kalian kecuali kebaikan, sebab para malaikat mengamini apa yang kamu ucapkan”. 

[Shahih Muslim, kitab Janaiz 3/38]


*{11} Pada Malam Lailatul Qadar.*     


Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman.


نَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ {1} وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ {2} لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِّنْ أَلْفِ شَهْرٍ {3} تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِم مِّن كُلِّ أَمْرٍ {4} سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ 


“Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar”. [Al-Qadr : 3-5]


Imam As-Syaukani berkata bahwa kemuliaan Lailatul Qadar mengharuskan doa setiap orang pasti dikabulkan. [Tuhfatud Dzakirin hal. 56]


*{12} Doa Pada Hari Arafah*


Dari ‘Amr bin Syu’aib Radhiyallahu ‘anhu dari bapaknya dari kakeknya bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.


*خَيْرُالدُّعَاءِ يَوْمُ عَرَفَةَ*


“Sebaik-baik doa adalah pada hari Arafah”. 


[Sunan At-Tirmidzi, bab Jamiud Da’waat 13/83. Dihasankan oleh Al-Albani dalam Ta’liq alal Misykat 2/797 No. 2598]


[Disalin dari buku Jahalatun nas fid du’a, edisi Indonesia Kesalahan Dalam Berdoa, oleh Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih, hal 181-189, terbitan Darul Haq,

 Penerjemah Ustadz  :  Zainal Abidin Lc]


*Oleh USTADZ:   Ismail bin Marsyud bin Ibrahim Ar-Rumaih*


Disalin untuk kepentinan Dawah oleh : Muhammad Syarif


Sumber: https://almanhaj.or.id/101-waktu-waktu-yang-mustajab.html


==============


*Disalin Oleh* *Muhammad Syarif* 


*24 Sya'ban 1444*

 *Jumat-17 Maret 2023*

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~ 🍀🍁