Jumat, 26 Juni 2020

NASEHAT: 30 CARA AGAR SELAMAT DARI MAKSIAT* ๐ŸŒน

๐Ÿ’ฆ *SALAM SEHAT* ๐ŸŒน
~ *Asalamualaikum warohmatulloh wabarokatuuh*

◾01. Meyakini bahwa dosa itu ancamannya sangat berat, baik di dunia maupun di akhirat.

◾02. Tumbuhkan sifat muraaqabah (selalu merasa diawasi oleh Allah), sehingga akan melahirkan rasa takut kepada Allah.

◾03. Meyakini bahwa semua perbuatan di dunia ini akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.

◾04. Pelajari kisah-kisah tentang keutamaan orang yang mampu menjaga dirinya dari yang haram, dan menolak maksiat karena takut kepada Allah.

◾05. Meyakini bahwa mengikuti hawa nafsu barang sesaat saja akan menuai penyesalan dan menjerumuskan seseorang kepada kehinaan.

◾06. Tinggalkan sarana dan prasarana yang dapat mengantarkan kepada syahwat dan hawa nafsu.

◾07. Bergaullah dengan orang-orang yang dikenal keshalihannya dan ketaqwaannya kepada Allah.

◾08. Sibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat, jika tidak, maka akan tersibukkan dengan perkara yang bathil dan sia-sia.

◾09. Jika meninggalkan sesuatu, maka tinggalkanlah karena Allah, niscaya Allah akan menggantikannya dengan sesuatu yang lebih baik.

◾10. Perbanyaklah doa perlindungan kepada Allah dari gangguan dan bisikan syaitan, membaca istighfar, dzikir dan bertaubat kepada Allah Ta'ala.

◾11. Janganlah sekali-sekali meninggalkan shalat fardhu secara berjamaah (bagi laki-laki).

◾12. Pelajarilah apa saja perangkap dan tipu daya syaithan yang menjerumuskan kepada dosa.

◾13. Perbanyaklah puasa sunnah dan shalat tahajjud.

◾14. Bersegeralah untuk menikah dengan pasangan yang shalih atau shalihah.

◾15. Carilah guru yang nasihat-nasihatnya selalu membekas dan memberikan sentuhan-sentuhan rasa takut kepada Allah dan mengingatkan hati akan akhirat.

◾16. Sering-seringlah membaca kisah-kisah dari penghuni Surga dan penghuni Neraka.

◾17. Sering-seringlah membaca kisah-kisah akhir hayat dari pelaku dosa dan maksiat.

◾18. Sering-seringlah ziarah kubur, untuk mengingat kematian dan akhirat serta melembutkan hati.

◾19. Perbanyaklah mendatangi majelis-majelis ta'lim yang membahas tentang tazkiyatun nufus yang dapat menggugah dan menggetarkan jiwa.

◾20. Cegahlah jiwa dari kesenangan yang halal dan diperbolehkan, supaya ia terbiasa meninggalkan yang haram.

◾21. Berusahalah untuk menundukkan pandangan pada perkara yang tidak halal untuk di lihat.

◾22. Fikirkanlah kekurangan-kekurangan seseorang yang sedang disukai, yang belum halal baginya.

◾23. Janganlah berinteraksi dengan yang bukan mahram, kecuali jika ada keperluan yang sangat.

◾24. Janganlah berlebihan dalam makan dan minum, atau sementara tidak memakan makanan atau meminum minuman yang bisa mempercepat timbulnya syahwat yang tinggi.

◾25. Hukumlah diri sendiri dengan berpuasa atau bersedekah setiap jiwa terkalahkan oleh hawa nafsu.

◾26. Selalu mengharapkan wajah Allah semata dalam setiap gerak dan diam, sembunyi-sembunyi dan terang-terangan.

◾27. Selalu memandang sedikit amal shalih yang pernah dikerjakan, meskipun hakikatnya banyak.

◾28. Memahami hakikat dunia yang hina dan tidak kekal, serta yakin akan kehidupan akhirat yang lebih baik dan abadi.

◾29. Selalu menanamkan rasa cinta kepada Allah, sehingga akan meninggalkan maksiat karena cintanya itu.

◾30. Bersungguh-sungguh dan terus-meneruslah dalam mengamalkan semua kiat-kiat diatas.

Hindarilah Maksiat...Nikmatnya Sesaat...
Tapi Penyesalannya...Sepanjang Hayat...

ูˆَุฃَู…َّุง ู…َู†ْ ุฎَุงูَ ู…َู‚َุงู…َ ุฑَุจِّู‡ِ ูˆَู†َู‡َู‰ ุงู„ู†َّูْุณَ ุนَู†ِ ุงู„ْู‡َูˆَู‰ ูَุฅِู†َّ ุงู„ْุฌَู†َّุฉَ ู‡ِูŠَ ุงู„ْู…َุฃْูˆَู‰ٰ

"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya Surgalah tempat tinggal(nya)" (QS. An-Naazi'aat [79]: 40-41)                                           
                                                                                          Wasalamualaikum warohmatulloh wabarokatuuh...                                                                               ๐ŸŒน *Kholwath herman*๐Ÿค๐Ÿป๐ŸŒน                                                                            Semoga bermanfaat..........
Dikutip dari grup wa alquran dan hadits7

Rabu, 24 Juni 2020

Sahabat nabi: Akan datang suatu masa, Dan aku khawatir terhadap masa itu."

Ali BIN Abi Thalib

"..

1. Di mana keyakinan hanya tinggal di dalam pemikiran.

2. Di mana keimanan tak berbekas dalam perbuatan.

3. Banyak orang baik tapi tak berakal.

4. Ada pula yang berakal tapi tak beriman.

5. Ada yang lidahnya fasih tapi hatinya lalai.

6. Ada pula yang khusyu’ tapi sibuk menyendiri.

7. Ada ahli ibadah tapi mewarisi kesombongan iblis.

8. Ada pula ahli maksiat tapi rendah hati.

9. Ada yang bahagia tertawa tapi hatinya berkarat.

10. Ada pula yang sedih menangis tapi kufur nikmat.

11. Ada yang murah senyum tapi hatinya mengumpat.

12. Ada pula yang berhati tulus tapi wajahnya cemberut.

13. Akan terlihat bendera2 hitam mengaku sebagai Ashabul Daulah,
namun tidak pernah menepati janji

14. Akan muncul kaum lemah (lemah akal sehat dan imannya), namun
tiada yang peduli pada mereka

15. Ada yang berlisan bijak tapi tidak memberi teladan.

16. Ada pula pelacur tapi menjadi figur.

17. Ada yang memiliki ilmu tapi tidak paham.

18. Ada pula yang paham tapi tidak menjalankan.

19. Ada yang pintar tapi membodohi.

20. Ada pula yang bodoh tapi tidak tahu diri.

21. Ada yang beragama tapi tidak berakhlak.

22. Ada pula yang berakhlak tapi tidak ber-TUHAN.
dikutip dari grup wa mushola annur

NASEHAT : KEBIASAAN PAGI HARI ULAMA SALAF

*๐Ÿ’™Bacalah Bismillah*

*
NABI Shallallahu ‘alaihi Wassallam selalu mendoakan umatnya di pagi hari agar mendapatkan berkah.

“Ya Allah, berkahilah umatku di waktu paginya.”(HR. Abu Daud).

Tentu ini adalah motivasi penting bagi seluruh kaum Muslimin untuk benar-benar siap mengisi pagi hari dengan beragam kebaikan-kebaikan yang Allah Subhanahu Wata’ala dan Rasul-Nya ridhoi, termasuk dalam hal beraktivitas untuk mendapatkan karunia-Nya (rizki) dengan bekerja, berdagang, mengajar dan profesi lainnya.

Kalau kita melihat bagaimana Nabi mengisi pagi hari, dalam keadaan perang pun, pagi-pagi beliau sudah menyiagakan pasukannya. Dengan kata lain, pagi adalah golden time untuk setiap jiwa memulai aktivitas mendapatkan karunia-Nya.

ูَุงู„ِู‚ُ ุงู„ุฅِุตْุจَุงุญِ ูˆَุฌَุนَู„َ ุงู„ู„َّูŠْู„َ ุณَูƒَู†ุงً ูˆَุงู„ุดَّู…ْุณَ ูˆَุงู„ْู‚َู…َุฑَ ุญُุณْุจَุงู†ุงً ุฐَู„ِูƒَ ุชَู‚ْุฏِูŠุฑُ ุงู„ْุนَุฒِูŠุฒِ ุงู„ْุนَู„ِูŠู…ِ

“Dia menyingsingkan pagi dan menjadikan malam untuk beristirahat, dan (menjadikan) matahari dan bulan untuk perhitungan. Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-An’am [6]: 96).

Menafsirkan ayat tersebut, Ibn Katsir memaparkan bahwa itu adalah tanda betapa Allah Maha Kuasa mengendalikan waktu.

“Allah lah yang menciptakan terang dan gelap. Allah-lah yang menggantikan kegelapan malam menjadi terbitnya waktu pagi lalu menyinari semua yang ada, dan ufuk pun bersinar terang, hingga lenyaplah kegelapan, malam pun pergi dengan kegelapannya, lalu datang siang dengan cahaya yang terang.”

Dengan kata lain, amat tidak elok, jika pagi diisi dengan hal-hal yang tidak memiliki signifikansi bagi kehidupan secara utuh duniawi-ukhrowi. Agar kerugian ini bisa dijauhkan, maka menengok apa yang dilakukan Nabi, ulama salaf dan orang-orang sholeh amat patut untuk diindahkan.

Pertama, Menetap di Masjid hingga terbit matahari*

ูƒَุงู†َ ู„ุงَ ูŠَู‚ُูˆู…ُ ู…ِู†ْ ู…ُุตَู„ุงَّู‡ُ ุงู„َّุฐِู‰ ูŠُุตَู„ِّู‰ ูِูŠู‡ِ ุงู„ุตُّุจْุญَ ุฃَูˆِ ุงู„ْุบَุฏَุงุฉَ ุญَุชَّู‰ ุชَุทْู„ُุนَ ุงู„ุดَّู…ْุณُ ูَุฅِุฐَุง ุทَู„َุนَุชِ ุงู„ุดَّู…ْุณُ ู‚َุงู…َ ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุชَุญَุฏَّุซُูˆู†َ ูَูŠَุฃْุฎُุฐُูˆู†َ ูِู‰ ุฃَู…ْุฑِ ุงู„ْุฌَุงู‡ِู„ِูŠَّุฉِ ูَูŠَุถْุญَูƒُูˆู†َ ูˆَูŠَุชَุจَุณَّู…ُ

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam biasanya tidak beranjak dari tempat duduknya setelah shalat shubuh hingga terbit matahari. Apabila matahari terbit, beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam berdiri (meninggalkan tempat shalat). Dulu para sahabat biasa berbincang-bincang (gurau) mengenai perkara jahiliyah, lalu mereka tertawa. Sedangkan beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam hanya tersenyum saja.” (HR. Muslim).

Mungkin ini sedikit sulit diamalkan, terutama bagi warga ibu kota yang pagi hari mesti berjibaku dengan kemacetan. Biasanya usai Shubuh sudah ada yang langsung berangkat ke tempat bekerja untuk menghindari kemacetan. Andai pun ini terjadi, dzikir sepanjang jalan bisa menjadi pilihan yang diutamakan.

Imam Nawawi, ulama yang populer dengan kitab Arba’in Nawawinya, mengatakan, “Dalam hadits ini terdapat anjuran berdzikir setelah shubuh dan mengontinukan duduk di tempat shalat jika tidak memiliki z(halangan).

Sedangkan Al Qadhi mengatakan “Inilah sunnah yang biasa dilakukan oleh salaf dan para ulama. Mereka biasa memanfaatkan waktu tersebut untuk berdzikir dan berdo’a hingga terbit matahari.”

Kedua, menyibakkan kemalasan*

Ibnul Qayyim rahimahullah berkata, “Pagi hari bagi seseorang itu seperti waktu muda dan akhir harinya seperti waktu tuanya.”

Kalimat tersebut tentu menekankan betapa pentingnya mengisi pagi dengan bersegera melantaskan kebaikan-kebaikan.

Terkait hal ini ada kisah menarik. Suatu waktu Amir bin Abdul Qais melewati orang orang pemalas dan pengangguran. Mereka duduk berbincang bincang tanpa arah. Mereka pun berkata kepada Amir, “Kemarilah! Duduklah bersama kami”

Amir menjawab,” Tahanlah matahari agar ia tidak bergerak, baru saya akan nimbrung berbincang-bincang dengan kalian.”

Sedangkan Ibn ‘Uqail Al-Hambali berkata, “Tidak halal bagiku untuk menyia-nyiakan sesaat saja dari umurku, sehingga apabila lisanku telah lelah membaca dan berdiskusi, mataku lelah membaca, maka aku menggunakan pikiranku dalam keadaan beristirahat (berbaring diatas tempat tidur). Aku tidak berdiri, kecuali telah terlintas di benakku apa yang akan aku tulis. Dan aku mendapati kesungguhanku belajar.

Ibnu Abbas pernah mendapati putranya tidur pada pagi hari, lantas ia berkata

kepadanya,”Bangunlah, apakah engkau tidur pada saat rizki dibagikan?”

Ibnu Hajar Al-‘Asqalani mengatakan, “Sesungguhnya dikhususkan waktu pagi dengan keberkahan karena waktu pagi adalah waktu (untuk melakukan) kegiatan.”

Ketiga, mencapai produktivitas kebaikan*

Waktu pagi, jika diisi dengan amalan-amalan sholeh tentu akan menjadikan sang pengamalnya menjadi insan yang produktif. Baik dalam hal membaca, menghafal, menulis dan merangkum kitab atau buku-buku.

Dan, ini telah dibuktikan oleh seorang ulama, yang beliau mampu menulis sebanyak empat puluh halaman setiap hari selama empat puluh tahun terakhir masa usianya, yakni Ibnu Jarir ath-Thabari, yang beliau melakukan murajaah(menghafal) akan ilmu dan ide-ide yang akan dituangkan dalam tulisannya di awal-awal subuh. Dengan demikian, masihkah kita akan menganggap pagi dengan sebelah mata?

Rep: Imam Nawawi

Editor: Cholis Akbar
Dikutip dari grup Wa mutiarร  subuh 1

Selasa, 23 Juni 2020

Sahabat Nabi saw:Tujuh Perinsip kebahagiaan

 Perinsip kebahagiaan
ู‚ูˆุงุนุฏ ุงู„ุณุงุนุฏุฉ ุงู„ุณุจุน ู„ุฃู…ูŠุฑ ุงู„ู…ุคู…ู†ูŠู† ุนู„ูŠ ุจู† ุงุจูŠ ุทุงู„ุจ ูƒุฑู… ุงู„ู„ู‡ ูˆุฌู‡ู‡ ،

Tujuh Perinsip kebahagiaan menurut Amirul Mukminin Sayyidina Ali bin Abi Tholib :

ูก. ู„ุงุชูƒุฑู‡ ุฃุญุฏุง ู…ู‡ู…ุง ุงุฎุทุฃ ููŠ ุญู‚ูƒ ،

Jangan pernah membenci siapapun meski mendzolimi hakmu

ูข. ู„ุงุชู‚ู„ู‚ ุฃุจุฏุง ู…ู‡ู…ุง ุจู„ุบุช ุงู„ู‡ู…ูˆู… ،
Jangan panik meski deritamu memuncak

ูฃ. ุนุด ููŠ ุจุณุงุทุฉ ู…ู‡ู…ุง ุนู„ุง ุดุฃู†ูƒ ،

Hiduplah sederhana meski statusmu/pengkatmu tinggi

ูค. ุชูˆู‚ุน ุฎูŠุฑุง ู…ู‡ู…ุง ูƒุซุฑ ุงู„ุจู„ุงุก ،
Berharaplah kebaikan meski ujianmu bertubi²

ูฅ. ุฃุนุท ูƒุซูŠุฑุง ูˆู„ูˆ ุญุฑู…ุช ،

Berikan sebanyak yg kau punya meski kau sedang kesulitan

ูฆ. ุฅุจุชุณู… ูˆู„ูˆ ุงู„ู‚ู„ุจ ูŠู‚ุทุฑ ุฏู…ุง ،

Senyumlah meski hatimu mengucurkan darah (karna terluka)

ูง. ู„ุงุชู‚ุทุน ุฏุนุงุกูƒ ู„ุฃุฎูŠูƒ ุงู„ู…ุณู„ู… ุจุธู‡ุฑ ุงู„ุบูŠุจ ،

Jangan hentikan doamu untuk saudaramu yg muslim dibelakangnya
Dikutip dari grup wa mushola annur

Nasehat : HATI YANG SAKIT*

๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š


*


✍๐ŸŒน Bunda Lilis.


➖➖➖➖➖➖➖➖

_*Apa saja hati yang sakit menurut Alquran ?*


_*๐Ÿ–ค Hati yang Berpenyakit :*_

_Yaitu hati yang tertimpa penyakit seperti keraguan, kemunafikan dan suka memuaskan syahwat dengan cara yang haram._

_*"Sehingga berkeinginanlah orang yang ada penyakit dalam hatinya."*_
_(QS.al-Ahzab:32)._


_*๐Ÿ–คHati yang buta.:*_

_Yaitu hati yang tidak dapat melihat dan menemukan kebenaran._
_
*" Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada."*_
_(QS.al-Hajj:46)._

_*๐Ÿ–คHati yang alpa :*_

_Yaitu hati yang lalai dari Alquran. Karena terlalu disibukkan dengan hal-hal duniawi dan syahwat yang menyesatkan._

_*"Hati mereka dalam keadaan lalai."*_
_(QS.al-Anbiya:3)._

_*๐Ÿ–ค Hati yang berdosa.:*_
_Yaitu hati yang menutupi kesaksian atas sebuah kebenaran._

_*"Dan janganlah kamu (para saksi) menyembunyikan kesaksian. Dan barangsiapa yang menyembunyikanya, maka sesungguhnya ia adalah orang yang berdosa hatinya."*_
_(QS.al-Baqarah: 283)._
_
*๐Ÿ–คHati yang sombong.:*_

_Yaitu hati yang congkak dan enggan mengakui Ke-Esaan Allah. Ia semena-mena melakukan kedzaliman dan permusuhan._

_*"Demikianlah Allah mengunci mati hati orang yang sombong dan sewenang-wenang."*_
_(QS.Ghafir:35)._

_*๐Ÿ–คHati yang kasar.:*_

_Yaitu hati yang tidak memiliki kasih sayang dan belas kasihan._

_*"Sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu."*
_(QS.Ali Imran:159

_*๐Ÿ–ค. Hati yang terkunci :*_
_Yaitu hati yang tidak mau mendengarkan hidayah dan enggan merenungkannya._
_*"Dan Allah telah mengunci mati pendengaran dan hatinya."*_
_(QS.al-Jatsiyah:23)._

_*๐Ÿ–ค Hati yang keras :*_

_Yaitu hati yang tidak dapat diluluhkan oleh keimanan. Tak dapat terpengaruh oleh nasihat dan peringatan. Dan ia berpaling dari mengingat Allah.
_
_*"Dan Kami adikan hati mereka keras membatu."*_
_(QS.al-Maidah:13)._

_*๐Ÿ–ค Hati yang lalai :*_

_Yaitu hati yang menolak untuk mengingat Allah dan mendahulukan hawa nafsu dibanding ketaatan kepada-Nya.
_
_*"Dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami."*_
_(QS.al-Kahfi:38

_*๐Ÿ–ค Hati yang tertutup :*_

_Yaitu hati yang tertutup rapat sehingga tidak dapat ditembus oleh ayat-ayat Allah dan sabda-sabda Nabi.
_
_*Dan mereka berkata: "Hati kami tertutup".*_
_(QS.al-Baqarah:88)._

_*๐Ÿ–ค. Hati yang jauh (dari kebenaran) :*
_
_Yaitu hati yang  jauh dari cahaya kebenaran.
_
_*"Adapun orang-orang yang dalam hatinya condong kepada kesesatan."*_
_(QS.Ali Imran:7).

_*๐Ÿ–ค. Hati yang ragu :*
_
_Yaitu hati yang selalu diombang-ambingkan oleh keraguan._

_*"Sesungguhnya yang akan meminta izin kepadamu, hanyalah  yang tidak beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hati mereka ragu-ragu, karena itu mereka selalu bimbang dalam keraguannya."*_
_(QS.at-Taubat  4 )*

_Semoga  kita terhindar dari  hati yang  sakit.
Dikutip dari grup Wa cinta Allah & Rasul


๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š๐Ÿ’š

Senin, 22 Juni 2020

HADITS: KETIKA ALLAH MENCINTAI HAMBANYA

ONE  DAY  ONE  HADITS
Kamis, 18 Juni 2020 / 26 Syawal 1441

ุนَู†ْ ุฃَุจِูŠ ู‡ُุฑَูŠْุฑَุฉَ- ุฑَุถِูŠَ ุงู„ู„ู‡ُ ุนَู†ْู‡ُ- ู‚َุงู„َ: ู‚َุงู„َ ุฑَุณُูˆْู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ : » ุฅِู†َّ ุงู„ู„ู‡َ ุชَุนَุงู„َู‰ ู‚َุงู„َ: ู…َู†ْ ุนَุงุฏَู‰ ู„ِูŠ ูˆَู„ِูŠًّุง ูَู‚َุฏْ ุขุฐَู†ْุชُู‡ُ ุจِุงู„ْุญَุฑْุจِ، ูˆَู…َุง ุชَู‚َุฑَّุจَ ุฅِู„َูŠَّ ุนَุจْุฏِูŠ ุจِุดَูŠْุกٍ ุฃَุญَุจَّ ุฅِู„َูŠَّ ู…ِู…َّุง ุงูْุชَุฑَุถْุชُู‡ُ ุนَู„َูŠْู‡ِ، ูˆَู„ุงَ ูŠَุฒَุงู„ُ ุนَุจْุฏِูŠ ูŠَุชَู‚َุฑَّุจُ ุฅِู„َูŠَّ ุจِุงู„ู†َّูˆَุงูِู„ِ ุญَุชَّู‰ ุฃُุญِุจَّู‡ُ، ูَุฅِุฐَุง ุฃَุญْุจَุจْุชُู‡ُ ูƒُู†ْุชُ ุณَู…ْุนَู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠَุณْู…َุนُ ุจِู‡ِ، ูˆَุจَุตَุฑَู‡ُ ุงู„َّุฐِูŠ ูŠُุจْุตِุฑُ ุจِู‡ِ، ูˆَูŠَุฏَู‡ُ ุงู„َّุชِูŠ ูŠَุจْุทِุดُ ุจِู‡َุง، ูˆَุฑِุฌْู„َู‡ُ ุงู„َّุชِูŠ ูŠَู…ْุดِูŠ ุจِู‡َุง، ูˆَู„َุฆِู†ْ ุณَุฃَู„َู†ِูŠ ู„َุฃُุนْุทِูŠَู†َّู‡ُ، ูˆَู„َุฆِู† ุงุณْุชَุนَุงุฐَู†ِูŠ ู„َุฃُุนِูŠْุฐَู†َُّّู‡ « ุฑูˆุงู‡ ุงู„ุจุฎุงุฑูŠ

“Dari Abu Hurairah radhiallaahu ‘anhu, dia berkata: Rasulullah Shallallรขhu ‘alaihi wasallam bersabda: ‘ Sesungguhnya Allah Ta’ala berfirman: ‘barangsiapa yang memusuhi wali-Ku, maka sungguh! Aku telah mengumumkan perang terhadapnya. Dan tidaklah seorang hamba bertaqarrub (mendekatkan diri dengan beribadah) kepada-Ku dengan sesuatu, yang lebih Aku cintai daripada apa yang telah Ku-wajibkan kepadanya, dan senantiasalah hamba-Ku (konsisten) bertaqarrub kepada-Ku dengan amalan sunnah hingga Aku mencintainya; bila Aku telah mencintainya, maka Aku adalah pendengarannya yang digunakannya untuk mendengar, dan penglihatannya yang digunakannya untuk melihat dan tangannya yang digunakannya untuk memukul dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan; jika dia meminta kepada-Ku niscaya Aku akan memberikannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku niscaya Aku akan melindunginya”. (H.R.al-Bukhรขriy)

Pelajaran yang terdapat di dalam hadist:

1- Hadits yang agung ini menunjukkan besarnya keutamaan orang yang menjadi wali Allah Ta’ala (kekasih Allah Ta’ala) yang benar, yaitu orang yang selalu menetapi ketaatan dan ketakwaan kepada Allah Ta’ala dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya.
2- Wali Allah adalah orang yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengamalkan ketaatan, mengerjakan perintah-Nya, menjauhi larangan-Nya dan memperbanyak amal-amal sunnah, maka Allah membalasnya dengan penjagaan dan pertolongan-Nya.
3- Perbedaan antara wali Allah dan wali Setan (musuh Allah Ta’ala) adalah bahwa wali Allah Ta’ala selalu mengerjakan amal shaleh yang mendekatkan diri kepada-Nya, sedangkan wali setan selalu melakukan perbuatan maksiat dan meninggalkan amal shaleh.
4- Maka jika ada seorang yang mengaku sebagai wali padahal dia tidak memahami dan mengamalkan amal-amal shaleh yang bersumber dari petunjuk al-Qur-an dan sunnah Rasulullah Shallallahu’alaihi Wasallam, ketahuilah dia itu adalah wali setan dan bukan wali Allah Ta’ala.
5- Derajat/tingkat kewalian manusia berbeda-beda sesuai dengan tingkat keimanan dan ketakwaan mereka kepada-Nya
6- Tingkat/derajat kewaliaan ada dua,
a- Derajat as-Sabiqun al-Muqarrabun (orang-orang yang sangat dekat kepada Allah Ta’ala dan selalu bersegera/berlomba dalam kebaikan). Inilah tingkatan yang teringgi, yaitu orang-orang selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan mengerjakan amal-amal shaleh yang wajib dan menjauhi perbuatan-perbuatan yang haram, serta berupaya keras melakukan amal-amal sunnah yang dianjurkan dalam Islam dan meninggalkan perkara-perkara yang makruh (dibenci).
b- Derajat al-Muqtashidun Ashabul yamin (Golongan kanan yang bersikap sederhana dalam beramal), yaitu orang-orang yang selalu mendekatkan diri kepada-Nya dengan menunaikan dan menyempurnakan amal-amal shaleh yang wajib serta menjauhi perbuatan-perbuatan yang haram.
7- Wali Allah Ta’ala akan selalu mendapatkan bimbingan dan penjagaan Allah Ta’ala dalam pendengaran, penglihatan dan seluruh perbuatan anggota badannya agar mereka selalu berada di atas keridhaan-Nya dan jauh dari segala keburukan.
8- Demikian pula dia memiliki kedudukan istimewa di sisi Allah Ta’ala, yang menjadikannya jika memohon maka Allah Ta’ala akan mengabulkan permohonannya dan jika meminta perlindungan maka Allah Ta’ala akan memberikan perlindungan kepadanya, sehingga dia akan menjadi orang yang selalu dikabulkan doanya karena kemuliaannya di sisi Allah Ta’ala.
9- Jadi, setiap orang yang menempuh selain jalan yang sudah disyari’atkan oleh Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, maka dia tidak akan mencapai wilayatullah (kewalian yang dianugerahkan oleh Allah) dan mahabbah-Nya. · Setiap Muslim sangat menginginkan agar doanya dikabulkan, amalannya diterima, permintaannya diberi serta mendapatkan perlindungan dari-Nya. Hal ini semua adalah tuntutan yang amat berharga dan anugerah yang agung yang tidak akan dapat dicapai kecuali oleh orang yang menempuh jalan menuju wilayatullah, yaitu melaksanakan ibadah-ibadah yang diwajibkan-Nya plus ibadah-ibadah sunnah seoptimal mungkin diiringi dengan niat yang tulus (an-Niyyah al-Khalishah), mengikuti Nabi serta berjalan diatas manhajnya (al-Mutaba’ah).

Tema hadist yang berkaitan dengan Al qur'an :

1- Setiap orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah adalah wali Allah Ta’ala.

ุฃَู„ุง ุฅِู†َّ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„ุง ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„ุง ู‡ُู…ْ ูŠَุญْุฒَู†ُูˆู†َ. ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุชَّู‚ُูˆู†َ. ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุจُุดْุฑَู‰ ูِูŠ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَูِูŠ ุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ، ู„ุง ุชَุจْุฏِูŠู„َ ู„ِูƒَู„ِู…َุงุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ، ุฐَู„ِูƒَ ู‡ُูˆَ ุงู„ْูَูˆْุฒُ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ُ

“Ketauhilah, sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati. (Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertaqwa (kepada Allah). Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan (dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar” (QS Yuunus: 62-64).

2- Keutamaan ibadah nawafil (sunnah)

ุซُู…َّ ุฃَูˆْุฑَุซْู†َุง ุงู„ْูƒِุชَุงุจَ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุงุตْุทَูَูŠْู†َุง ู…ِู†ْ ุนِุจَุงุฏِู†َุง ูَู…ِู†ْู‡ُู…ْ ุธَุงู„ِู…ٌ ู„ِู†َูْุณِู‡ِ ูˆَู…ِู†ْู‡ُู…ْ ู…ُู‚ْุชَุตِุฏٌ ูˆَู…ِู†ْู‡ُู…ْ ุณَุงุจِู‚ٌ ุจِุงู„ْุฎَูŠْุฑَุงุชِ ุจِุฅِุฐْู†ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฐَู„ِูƒَ ู‡ُูˆَ ุงู„ْูَุถْู„ُ ุงู„ْูƒَุจِูŠุฑُ

Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri, dan di antara mereka ada yang pertengahan dan di antara mereka ada (pula) yang lebih cepat berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.[Fathir : 32]

3- Allah mencela orang-orang yang mengaku-ngaku dirinya suci

ุฃَู„َู…ْ ุชَุฑَ ุฅِู„َู‰ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ูŠُุฒَูƒُّูˆู†َ ุฃَู†ْูُุณَู‡ُู…ْ ุจَู„ِ ุงู„ู„َّู‡ُ ูŠُุฒَูƒِّูŠ ู…َู†ْ ูŠَุดุงุกُ ูˆَู„ุง ูŠُุธْู„َู…ُูˆู†َ ูَุชِูŠู„ุงً

Apakah kamu tidak memperhatikan orang yang menganggap dirinya bersih. Sebenarnya Allah membersihkan siapa yang dikehendaki-Nya dan mereka tidak dianiaya sedikit pun.[An Nisa:49]

Hadits: Meraih Kecintaan ALLAH*

*ONE DAY ONE HADITS*
Kamis,26 Syawal 1441/18 Juni 2020


*


*ุนَู†ْ ุณَุนْุฏِ ุจْู†ِ ุฃَุจِูŠْ ูˆَู‚َّุงุตٍ ุฑุถูŠ ุงู„ู„ู‡ ุนู†ู‡ ู‚ุงَู„َ: ุณَู…ِุนْุชُ ุฑَุณُูˆْู„َ ุงู„ู„َّู‡ِ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆ ุณู„ู… ูŠَู‚ُูˆْู„ُ: “ุฅِู†َّ ุงู„ู„َّู‡َ ูŠُุญِุจُّ ุงู„ْุนَุจْุฏَ ุงู„ุชَّู‚ِูŠَّ ุงู„ْุบَู†ِูŠَّ ุงู„ุฎَูِูŠَّ.” ุฃَุฎْุฑَุฌَู‡ُ ู…ُุณْู„ِู…ٌ.*

_*Dari Sa’ad bin Abi Waqqash radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Aku pernah mendengar Rasลซlullฤh shallallฤhu ‘alaihi wa sallam bersabda:*_

_*“Sesungguhnya Allฤh mencintai seorang hamba yang bertaqwa, yang merasa cukup, dan yang rajin beribadah secara diam-diam.” (HR Muslim)*_

*Pelajaran yang terdapat di dalam Hadist:*

1- Hadits ini menjelaskan tentang sifat Allah, yaitu “mencintai”, dimana Allah mencintai seorang hamba; Allah dicintai dan Allah mencintai.
2- Dan seorang hamba hendaknya berusaha untuk dicintai oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, sebagaimana perkataan Ibnul Qayyim rahimahullahu Ta’ala:

*ู„ูŠุณ ุงู„ุดุฃู† ุฃู† ุชُุญุจ ูˆู„ูƒู† ุงู„ุดุฃู† ุฃู† ุชُุญَุจ*

*Perkaranya bukan bagaimana engkau mengaku mencintai Allah, tetapi apakah kau dicintai Allah.*
_[Kitab Rawdhatul Muhibbin Wa Nuzhatul Musytaqin: 266]_
3- Ini yang paling penting.
Oleh karenanya, seorang hamba hendaknya berusaha melakukan hal-hal yang bisa membuat dia bisa meraih kecintaan Allah kepada dirinya.
4- Diantara hal-hal yang bisa mendatangkan kecintaan Allah kepada seorang hamba, (maka) Rasulullฤh shallallahu ‘alaihi wasallam menyebutkan 3 perkara, yaitu:
*⑴ At taqiyu*
Menjalankan perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala. Dan menjauhkan diri sejauh mungkin dari hal-hal yang dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
*⑵ Al Ghaniyu*
Maksudnya adalah jiwanya yang kaya, qona’ah dengan apa yang Allah berikan kepadanya. Dia ingin cukup dengan apa yang Allah berikan kepadanya.
*⑶ Al Khafiy.*
Maksudnya, orang ini berusaha menjauhkan dirinya dari pandangan manusia, dia tidak ingin riya’ dan sum’ah. Dia sibuk dalam perkara-perkara yang bermanfaat bagi dirinya; bermanfaat bagi dunianya maupun bagi akhiratnya.
Para ulama menyebutkan bahwa ini adalah dalil tentang keutamaan untuk mengasingkan diri, terutama di zaman-zaman fitnah.
Seseorang hendaknya jangan sibuk dengan fitnah, tetapi sibuk dengan yang bermanfaat, sibuk dengan ibadah. Kita mohon kepada Allah agar menganugerahkan kepada kita keikhlashan.
5- Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala menjadikan kita termasuk orang seperti ini dan bisa meraih kecintaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

*Tema Hadits yang berkaitan dengan Al-Qur'an :*

_1-- Diantara kriteria orang yang dicintai Allah dan mencintai Allah._

*ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ู…َู†ْ ูŠَุฑْุชَุฏَّ ู…ِู†ْูƒُู…ْ ุนَู†ْ ุฏِูŠู†ِู‡ِ ูَุณَูˆْูَ ูŠَุฃْุชِูŠ ุงู„ู„َّู‡ُ ุจِู‚َูˆْู…ٍ ูŠُุญِุจُّู‡ُู…ْ ูˆَูŠُุญِุจُّูˆู†َู‡ُ ุฃَุฐِู„َّุฉٍ ุนَู„َู‰ ุงู„ْู…ُุคْู…ِู†ِูŠู†َ ุฃَุนِุฒَّุฉٍ ุนَู„َู‰ ุงู„ْูƒَุงูِุฑِูŠู†َ ูŠُุฌَุงู‡ِุฏُูˆู†َ ูِูŠ ุณَุจِูŠู„ِ ุงู„ู„َّู‡ِ ูˆَู„َุง ูŠَุฎَุงูُูˆู†َ ู„َูˆْู…َุฉَ ู„َุงุฆِู…ٍ ุฐَู„ِูƒَ ูَุถْู„ُ ุงู„ู„َّู‡ِ ูŠُุคْุชِูŠู‡ِ ู…َู†ْ ูŠَุดَุงุกُ ูˆَุงู„ู„َّู‡ُ ูˆَุงุณِุนٌ ุนَู„ِูŠู…ٌ*

_*"Hai orang-orang yang beriman, barang siapa di antara kalian yang murtad dari agamanya, maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yang Allah mencintai mereka dan mereka pun mencintai-Nya, yang bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin, yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yang berjihad di jalan Allah, dan yang tidak takut kepada celaan orang yang suka mencela. Itulah karunia Allah, diberikan-Nya kepada siapa yang dikehendaki-Nya, dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui." [QS.Al Maidah :54]*_

_2- Allah Subhanahu wa Ta'ala memberitahukan bahwa kekasih-kekasih-Nya adalah mereka yang beriman dan bertakwa, seperti yang ditafsirkan oleh banyak ulama'. Dengan demikian, setiap orang yang bertakwa adalah wali (kekasih) Allah._

*ุฃَู„ุง ุฅِู†َّ ุฃَูˆْู„ِูŠَุงุกَ ุงู„ู„َّู‡ِ ู„َุง ุฎَูˆْูٌ ุนَู„َูŠْู‡ِู…ْ ูˆَู„ุง ู‡ُู…ْ ูŠَุญْุฒَู†ُูˆู†َ ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ูˆَูƒَุงู†ُูˆุง ูŠَุชَّู‚ُูˆู†َ  ู„َู‡ُู…ُ ุงู„ْุจُุดْุฑَู‰ ูِูŠ ุงู„ْุญَูŠَุงุฉِ ุงู„ุฏُّู†ْูŠَุง ูˆَูِูŠ ุงู„ุขุฎِุฑَุฉِ ู„َุง ุชَุจْุฏِูŠู„َ ู„ِูƒَู„ِู…َุงุชِ ุงู„ู„َّู‡ِ ุฐَู„ِูƒَ ู‡ُูˆَ ุงู„ْูَูˆْุฒُ ุงู„ْุนَุธِูŠู…ُ*

_*"Ingatlah, sesungguhnya wali-wali Allah itu tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Yaitu) orang-orang yang beriman dan mereka selalu bertakwa. Bagi mereka berita gembira di dalam kehidupan di dunia dan(dalam kehidupan) di akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat (janji-janji)Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." [QS.Yunus: 62-64]*_
Dikutip dari grup wa alquran dan hadits