Minggu, 13 April 2014

CARA BERSYUKUR UST.FIRANDA

Syukur mencakup tiga sisi:
a. Syukur dengan hati, yaitu kepuasan batin atas anugerah.
b. Syukur dengan lidah, dengan mengakui anugerah dan memuji pemberinya.
c. Syukur dengan perbuatan, dengan memanfaatkan anugerah yang diperoleh sesuai dengan tujuan penganugerahannya.
Uraian Al-Quran tentang syukur mencakup sekian banyak aspek. Berikut akan dikemukakan sebagian di antaranya
a. Syukur dengan hati
Syukur dengan hati dilakukan dengan menyadari sepenuhnya bahwa nikmat yang diperoleh adalah semata-mata karena anugerah dan kemurahan Ilahi. Syukur dengan hati mengantar manusia untuk menerima anugerah dengan penuh kerelaan tanpa menggerutu dan keberatan betapapun kecilnya nikmat tersebut. Syukur ini juga mengharuskan yang bersyukur menyadari betapa besar kemurahan, dan kasih sayang Ilahi sehingga terlontar dari lidahnya pujian kepada-Nya. Qarun yang mengingkari keberhasilannya atas bantuan Ilahi, dan menegaskan bahwa itu diperolehnya semata-mata karena kemampuannya, dinilai oleh Al-Quran sebagai kafir atau tidak mensyukuri nikmat-Nya (Baca kisahnya dalam surat Al-Qashash (28): 76-82).
Seorang yang bersyukur dengan hatinya saat ditimpa malapetaka pun, boleh jadi dapat memuji Tuhan, bukan atas malapetaka itu, tetapi karena terbayang olehnya bahwa yang dialaminya pasti lebih kecil dari kemungkinan lain yang dapat terjadi. Dari sini syukur –seperti makna yang dikemukakan dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia yang dikutip di atas– diartikan oleh orang yang bersyukur dengan “untung” (merasa lega, karena yang dialami lebih ringan dari yang dapat terjadi).
Dari kesadaran tentang makna-makna di atas, seseorang akan tersungkur sujud untuk menyatakan perasaan syukurnya kepada Allah.
Sujud syukur adalah perwujudan dari kesyukuran dengan hati, yang dilakukan saat hati dan pikiran menyadari betapa besar nikmat yang dianugerahkan Allah. Bahkan sujud syukur dapat dilakukan saat melihat penderitaan orang lain dengan membandingkan keadaannya dengan keadaan orang yang sujud. (Tentu saja sujud tersebut tidak dilakukan di hadapan si penderita itu).
Sujud syukur dilakukan dengan meletakkan semua anggota sujud di lantai yakni dahi, kedua telapak tangan, kedua lutut dan kedua ujung jari kaki –seperti melakukan sujud dalam shalat. Hanya saja sujud syukur cukup dengan sekali sujud, bukan dua kali sebagaimana dalam shalat. Karena sujud itu bukan bagian dan shalat, maka mayoritas ulama berpendapat bahwa sujud sah walaupun dilakukan tanpa berwudhu, karena sujud dapat dilakukan sewaktu-waktu dan secara spontanitas. Namun tentunya akan sangat baik bila melakukan sujud disertai dengan wudhu.
b. Syukur dengan lidah
Syukur dengan lidah adalah mengakui dengan ucapan bahwa sumber nikmat adalah Allah sambil memuji-Nya. Al-Quran, seperti telah dikemukakan di atas, mengajarkan agar pujian kepada Allah disampaikan dengan redaksi “al-hamdulillah.”
Hamd (pujian) disampaikan secara lisan kepada yang dipuji, walaupun ia tidak memberi apa pun baik kepada si pemuji maupun kepada yang lain. Kata “al” pada “al-hamdulillah” oleh pakar-pakar bahasa disebut al lil-istighraq, yakni mengandung arti “keseluruhan”. Sehingga kata “al-hamdu” yang ditujukan kepada Allah mengandung arti bahwa yang paling berhak menerima segala pujian adalah Allah Swt., bahkan seluruh pujian harus tertuju dan bermuara kepada-Nya.
Jika kita mengembalikan segala puji kepada Allah, maka itu berarti pada saat Anda memuji seseorang karena kebaikan atau kecantikannya, maka pujian tersebut pada akhirnya harus dikembalikan kepada Allah SWT, sebab kecantikan dan kebaikan itu bersumber dari Allah. Di sisi lain kalau pada akhirnya ada perbuatan atau ketetapan Tuhan yang mungkin oleh kacamata manusia dinilai “kurang baik”, maka harus disadari bahwa penilaian tersebut adalah akibat keterbatasan manusia dalam menetapkan tolok ukur penilaiannya. Dengan demikian pasti ada sesuatu yang luput dari jangkauan pandangannya sehingga penilaiannya menjadi demikian. Walhasil, syukur dengan lidah adalah “al- hamdulillah” (segala puji bagi Allah).
c. Syukur dengan perbuatan
Nabi Daud a.s. beserta putranya Nabi Sulaiman a.s. memperoleh aneka nikmat yang tiada taranya. Kepada mereka sekeluarga Allah berpesan,
“Bekerjalah wahai keluarga Daud sebagai tanda syukur!” (QS. Saba [34]: 13).
Yang dimaksud dengan bekerja adalah menggunakan nikmat yang diperoleh itu sesuai dengan tujuan penciptaan atau penganugerahannya.
Ini berarti, setiap nikmat yang diperoleh menuntut penerimanya agar merenungkan tujuan dianugerahkannya nikmat tersebut oleh Allah. Ambillah sebagai contoh lautan yang diciptakan oleh Allah SWT. Ditemukan dalam Al-Quran penjelasan tentang tujuan penciptaannya melalui firman-Nya:
“Dialah (Allah) yang menundukkan lautan (untuk kamu) agar kamu dapat memakan darinya daging (ikan) yang segar, dan (agar) kamu mengeluarkan dan lautan itu perhiasan yang kamu pakai, dan kamu melihat bahtera berlayar padanya, dan supaya kamu mencari karunia-Nya (selain yang telah disebut) semoga kamu bersyukur” (QS. An-Nahl [16]: 14).
Ayat ini menjelaskan tujuan penciptaan laut, sehingga mensyukuri nikmat laut, menuntut dari yang bersyukur untuk mencari ikan-ikannya, mutiara dan hiasan yang lain, serta menuntut pula untuk menciptakan kapal-kapal yang dapat mengarunginya, bahkan aneka pemanfaatan yang dicakup oleh kalimat “mencari karunia-Nya”.
Dalam konteks inilah terutama realisasi dan janji Allah,
“Apabila kamu bersyukur maka pasti akan Kutambah (nikmat-Ku)” (QS. Ibrahim [14]: 7)
Betapa anugerah Tuhan tidak akan bertambah, kalau setiap jengkal tanah yang terhampar di bumi, setiap hembusan angin yang bertiup di udara, setiap tetes hujan yang tercurah dan langit dipelihara dan dimanfaatkan oleh manusia?
Di sisi lain, lanjutan ayat di atas menjelaskan bahwa “Kalau kamu kufur (tidak mensyukuri nikmat atau menutupinya tidak menampakkan nikmatnya yang masih terpendam di perut bumi, di dasar laut atau di angkasa), maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih.”
Suatu hal yang menarik untuk disimak dari redaksi ayat ini adalah kesyukuran dihadapkan dengan janji yang pasti lagi tegas dan bersumber dari-Nya langsung (QS. Ibrahim [14): 7) Tetapi akibat kekufuran hanya isyarat tentang siksa; itu pun tidak ditegaskan bahwa ia pasti akan menimpa yang tidak bersyukur (QS. Ibrahim [14]: 7).
Siksa dimaksud antara lain adalah rasa lapar, cemas, dan takut.
“Allah telah membuat satu perumpamaan (dengan) sebuah negeri yang dahulunya aman lagi tenteram, rezeki datang kepadanya melimpah ruah dari segenap penjuru, tetapi (penduduknya) kufur (tidak bersyukur atau tidak bekerja untuk menampakkan) nikmat-nikmat Allah (yang terpendam). Oleh karena itu, Allah menjadikan mereka mengenakan pakaian kelaparan dan ketakutan disebabkan oleh perbuatan (ulah) yang selalu mereka lakukan” (QS. An-Nahl [16]: 112).
Pengalaman pahit yang dilukiskan Allah ini, telah terjadi terhadap sekian banyak masyarakat bangsa, antara lain, kaum Saba –satu suku bangsa yang hidup di Yaman dan yang pernah dipimpin oleh seorang Ratu yang amat bijaksana, yaitu Ratu Balqis Surat Saba (34): 15-19 menguraikan kisah mereka, yakni satu masyarakat yang terjalin persatuan dan kesatuannya, melimpah ruah rezekinya dan subur tanah airnya.
Negeri merekalah yang dilukiskan oleh Al-Quran dengan baldatun thayyibatun wa Rabbun Ghafur. Mereka pulalah yang diperintah dalam ayat-ayat tersebut untuk bersyukur, tetapi mereka berpaling dan enggan sehingga akhirnya mereka berserak-serakkan, tanahnya berubah menjadi gersang, komunikasi dan transportasi antar-kota-kotanya yang tadinya lancar menjadi terputus, yang tinggal hanya kenangan dan buah bibir orang saja. Demikian uraian Al-Quran. Dalam konteks keadaan mereka, Allah berfirman,
Demikianlah Kami memberi balasan kepada mereka disebabkan kekufuran (keengganan bersyukur) mereka. Kami tidak menjatuhkan siksa yang demikian kecuali kepada orang-orang yang kufur(QS. Saba [34]: 17).
Itulah sebagian makna firman Allah yang sangat populer:
“Jika kamu bersyukur pasti akan Kutambah (nikmat-Ku) untukmu, dan bila kamu kufur, maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih” (QS. Ibrahim [14]: 7)
bagaimana caranya agar kita dapat menjadi orang yang senantiasa bersyukur? Kita dapat menjadi hamba Allah yang mudah bersyukur dengan membiasakan diri melakukan hal-hal berikut ini.

1. Melihat ke bawah untuk urusan duniawiDengan melihat ke bawah, kita akan mengetahui bahwa kita jauh lebih beruntung dan jauh lebih kaya dibandingkan jutaan manusia di muka bumi ini.
Banyak saudara kita yang tidak dapat makan, tidak memiliki tempat tinggal, menderita penyakit parah, hidup di daerah konflik, atau mengalami musibah bencana alam. Dibandingkan dengan mereka, bukankah apa yang ada pada diri kita jauh lebih baik? Jadi, tidak ada alasan kita tidak bersyukur bukan?

2. Selalu mengingat nikmat yang kita terima dari AllahKita tidak mungkin dapat menghitung nikmat yang kita terima dari Allah SWT saking banyaknya nikmat tersebut. Namun, selalu mengingat sebagian nikmat tersebut akan membawa kita pada rasa syukur.

3. Selalu mengucapkan alhamdulillahUcapan alhamdulilllah yang kita ucapkan setiap kali mendapatkan karunia dari Allah akan mengingatkan kita betapa Allah adalah Maha Pengasih dan Penyayang, yang selalu memberikan yang terbaik bagi manusia. Ucapann ini akan mengingatkan kita agar tidak lupa bersyukur.

4. Membiasakan diri untuk mengucapkan terima kasihUcapan terima kasih yang kita ucapkan setiap kali menerima kebaikan dari orang akan membiasakan kita untuk senantiasa bersyukur atas hal baik yang kita terima.

5. Berhenti mengeluhKetika menghadapi kenyataan yang tidak sesuai harapan, kita kerap kali tergoda untuk mengeluh. Mulailah mengubah kebiasaan ini. Lebih baik berhenti mengeluh dan segera produktif berkarya sehingga hasil yang baik akan kita dapat dan kita pun akan lebih mudah bagi kita untuk bersyukur.

3 Cara Bersyukur

''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS Alnahl [16]: 18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah.

Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.


Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).


25 Cara Bersyukur (Part 1) Citacinta
Seringkali kita baru ingat bersyukur saat memperoleh anugerah yang terhitung besar: naik jabatan, ditembak cowok ganteng, dan lainnya. Sementara untuk hal sederhana kita seringkali lupa, bahkan menanggap sebagai hal biasa yang nggak perlu disyukuri.

Padahal, nih, ada banyak hal di sekitar kita (termasuk yang menyebalkan sekalipun) sebenarnya merupakan 'anugerah tersembunyi' yang sudah sepantasnya kita syukuri. Berikut delapan dari 25 cara bersyukur, diantaranya:

Jalanan Macet
Bersyukurlah karena bertumpuknya kendaraan menunjukkan kita tinggal di kota besar, di mana transportasi bukanlah kendala dalam bepergian. Bandingkan dengan perjuangan teman-teman di daerah terpencil yang butuh berjalan kaki melintasi hutan dan bukit untuk beraktivitas.

Gaji kecil
Setidaknya kita punya pekerjaan tetap dan nggak termasuk dari puluhan juta pengangguran yang ada di Indonesia. Lagipula kalau mau menambahkan pemasukan, ada segudang cara, kok.

Rumah jauh
Kita masih punya tempat berteduh, nggak seperti tunawisma yang hidup nomaden di emperan toko dan kolong jembatan.

Ortu bawel
Bersyukurlah karena ortu masih punya energi ngomel-ngomel, bukannya terbaring nggak berdaya di tempat tidur karena sakit.

Rambut sulit diatur
Kita memiliki 'mahkota' untuk ditata. Meski harus bangun lebih pagi untuk catok dan blow. Bayangkan mereka yang harus kehilangan rambut akibat efek kemoterapi.

Pakaian di lemari
Kita bisa memiliki baju yang bisa dikenakan bergantian setiap hari, meski modelnya nggak up to date. Bayangkan mereka yang terpaksa memakai baju itu-itu aja hingga butut karena nggak ada pilihan lain.

Satu liter beras
Bersyukurlah karena memiliki persediaan makanan untuk hari esok, sementara banyak manusia di dunia yang kurus kering dan mengalami malsuntrisi akibat kekurangan pangan.




Kaki pegal
Kita masih bisa merasakan letih setelah kaki digunakan untuk berlari, berdiri di bus, maupun mengenakan stiletto. Bayangkan mereka yang kakinya cacat sejak lahir atau diamputasi


1. Lihatlah sisi positif dari setiap situasi
Apa yang biasanya Anda lakukan ketika Anda menghadapi situasi yang sulit? Apakah Anda marah atau gelisah? Daripada bingung, cobalah melihat dari sisi positif di situasi lain. 

Contohnya, jika Anda mendapat umpan balik yang buruk dari atasan di tempat kerja, lihatlah sisi positifnya. Anda bisa membaca umpan balik dari atasan Anda dan menentukan daerah yang bisa Anda tingkatkan.

Dengan cara ini, Anda bisa bersyukur di waktu berikutnya karena bisa memperbaiki kekurangan dan mendapatkan umpan balik yang lebih baik.

2. Melihat situasi buruk orang lain
Jika Anda mencoba melihat penderitaan orang lain, Anda langsung bersyukur dengan keadaan apapun.

Jika bos Anda memberi Anda waktu yang sulit, berpikir lah kalau situasi yang sedih dari orang-orang yang tak memiliki pekerjaan.

Jika pipa Anda rusak dan Anda merasa frustasi, berpikirlah banyak orang di dunia ini yang mati karena tak bisa minum.

Membandingkan dengan cara ekstrem seperti ini membuat Anda merasa bersyukur dengan situasi Anda sendiri, tak peduli seberapa buruk itu.

3. Pikirkan tentang bagaimana Anda bisa bertahan di masa sulit
Saat sedih, Anda akan langsung bersyukur jika Anda berpikir tentang masa terburuk yang ada di dalam hidup Anda dan Anda berhasil selamat.

Ini bisa dari pengalaman Anda putus hubungan, dipecat dari pekerjaan, atau kehilangan orang yang Anda cintai.

Berpikir tentang masa sulit bisa membuat Anda merasa lebih kuat dan membantu Anda merasa bersyukur saat ini.

4. Mencoba melihat kemurahan hati orang lain
Setiap saat dalam hidup Anda akan melibatkan interaksi dengan orang lain, termasuk teman-teman, mitra, rekan, keluarga, guru, dan rekan kerja. Cobalah melihat kemurahan hati dan kebaikan orang-orang.

Jangan berpikir tentang orang yang tidak baik dengan Anda, tapi berpikirlah tentang siapa yang telah melakukan kebaikan bukan untuk kepentingan dirinya sendiri, melainkan karena Anda.

Berpikir tentang keindahan manusia lain bisa membuat merasa bersyukur untuk bertemu dengan orang seperti itu dalam hidup Anda.

5. Hidup tanpa yang Anda sukai dalam 24 jam
Anda mungkin tak menyadari seberapa ketergantungan Anda memiliki ponsel, mobil, laptop, AC, dan gadget atau peralatan yang digunakan setiap harinya. Anda bisa mengujinya dengan hidup tanpa salah satunya yang sering Anda gunakan dalam 24 jam. 

CARA -CARA TAUBAT FIRANDA ANDIRJA,MA

DALIL DASAR TAUBAT NASUHA
QS At-Tahrim
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
QS Al-Baqarah 2:222
إِنَّ اللَّـهَ يُحِبُّ التَّوّٰبِينَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِينَ
Artinya: Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang taubat dan menyukai orang-orang yang mensucikan diri.
QS Ali Imran 3: 133-134
وَسَارِعُوٓا۟ إِلَىٰ مَغْفِرَةٍ مِّن رَّبِّكُمْ وَجَنَّةٍ عَرْضُهَا السَّمٰوٰتُ وَالْأَرْضُ أُعِدَّتْ لِلْمُتَّقِيالَّذِينَ يُنفِقُونَ فِى السَّرَّآءِ وَالضَّرَّآءِ وَالْكٰظِمِينَ الْغَيْظَ وَالْعَافِينَ عَنِ النَّاسِ ۗ وَاللَّـهُ يُحِبُّ الْمُحْسِنِينَ وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا۟ فٰحِشَةً أَوْ ظَلَمُوٓا۟ أَنفُسَهُمْ ذَكَرُوا۟ اللَّـهَ فَاسْتَغْفَرُوا۟ لِذُنُوبِهِمْ وَمَن يَغْفِرُالذُّنُوبَ إِلَّااللَّـهُ وَلَمْ يُصِرُّوا۟ عَلَىٰ مَا فَعَلُوا۟ وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: Bersegaralah kepada ampunan dari tuhanmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertakwa
yaitu orang-orang yang menafkahkan hartanya baik di waktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang dan Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
Dan juga orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampunan terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.
(Quran Surah) QS An-Nisa' 4:17
إِنَّمَا التَّوْبَةُ عَلَى اللّهِ لِلَّذِينَ يَعْمَلُونَ السُّوَءَ بِجَهَالَةٍ ثُمَّ يَتُوبُونَ مِن قَرِيبٍ فَأُوْلَـئِكَ يَتُوبُ اللّهُ عَلَيْهِمْ وَكَانَ اللّهُ عَلِيماً حَكِيماً
Artinya: Sesungguhnya taubat di sisi Allah hanyalah taubat bagi orang-orang yang mengerjakan kejahatan lantaran kejahilan, yang kemudian mereka bertaubat dengan segera, maka mereka itulah yang diterima Allah taubatnya; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana.
Hadits diriwayatkan oleh Jamaah (sekelompok perawi hadits):
كلُّ بَني آدمَ خطَّاء، وخيرُ الخطَّائين التوَّابون
Artinya: Setiap anak Adam (cenderung) berbuat kesalahan. Dan sebaik-baik orang yang salah adalah yang bertaubat.
(Quran Surah) QS At-Taubat 9:104
أَلَمْ يَعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ هُوَ يَقْبَلُ التَّوْبَةَ عَنْ عِبَادِهِ وَيَأْخُذُ الصَّدَقَاتِ وَأَنَّ اللَّهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
Artinya: Tidaklah mereka mengetahui, bahwasanya Allah menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan menerima zakat dan bahwasanya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang?
DEFINISI TAUBAT NASUHA
Taubat Nasuha adalah bertaubat dari dosa yang diperbuat saat ini dan menyesal atas dosa-dosa yang dilakukannya di masa lalu dan berjanji untuk tidak melakukannya lagi di masa medatang. Apabila dosa atau kesalahan tersebut terhadap esama manusia (haqqul adami), maka caranya adalah dengan meminta maaf kepadanya.

SYARAT DAN TATA CARA TAUBAT NASUHA

Ada 2 (dua) tipe kesalahan yaitu:
1) salah kepada Allah 
2) salah kepada sesama manusia.
1) MENYANGKUT HAK ALLAH
Imam Nawawi mengatakan bahwa ada 3 (tiga) syarat dalam melaksanakan taubat nasuha:
"قال العلماء: التوبة واجبةٌ من كلِّ ذنب؛ فإن كانت المعصيةُ بين العبد وبين الله - تعالى - لا تتعلَّق بحقِّ آدميٍّ، فلها ثلاثةُ شروط:( أحدها): أن يُقلعَ عن المعصية.( والثاني): أن يَندمَ على فِعْلها.( والثالث): أن يَعزمَ على ألاَّ يعودَ إليها أبدًا.
Artinya: Ulama berkata, taubat (nasuha) itu wajib dilakukan oleh setiap muslim atas dosa yang dilakukan. Apabila maksiat itu di antara manusia dan Allah--yang tidak berhubungan dengan hak sesama manusia (haqqul adami), maka ada 3 (tiga) syarat:
Pertama, meninggalkan perilaku dosa itu sendiri
Kedua, menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukan.
Ketiga, berniat tidak melakukannya lagi selamanya.

Apabila tidak terpenuhi ketiga syarat di atas, maka tidak sah taubatnya.
2) TAUBAT MENYANGKUT HAK SESAMA MANUSIA
Pertama, meninggalkan perilaku dosa itu sendiri
Kedua, menyesali perbuatan maksiat yang telah dilakukan.
Ketiga, berniat tidak melakukannya lagi selamanya.
Keempat, membebaskan diri dari hak manusia yang dizalimi dg cara sbb:
(a) Apabila menyangkut harta dengan cara mengembalikan harta tersebut;
(b) Apabila menyangkut non-materi seperti pernah memfitnah, ngerasani (ghibah), dll
maka hendaknya meminta maaf kepada yang bersangkutan.
Bertaubat pada sebagian dosa tertentu adalah sah pada dosa tersebut sedang dosa yang lain masih tetap demikian pendapat ahlul haq.
Selain itu, taubat nasuha hendaknya diiringi dengan amal perbuatan yang baik sebagai penebus dosa seperti memperbanyak infaq dan sedekah kepada fakir miskin, yatim piatu atau yayasan sosial Islam serta amal ibadah sunnah yang lain.
(AL FURQON 70), JAMINAN ORANG YANG TAUBAT.

HUKUM TAUBAT NASUHA
Hukum taubat nasuha adalah wajib berdasarkan pada perintah dalam beberapa ayat Quran di atas
Para ulama sepakat (ijmak) atas wajibnya seorang muslim bertaubat atas dosa yang dilakukannya.

TANDA TAUBAT YANG DITERIMA
Taubat yang diterima dapat ditandai dengan perubahan perilaku orang yang bertaubat
Ia Akan meninggalkan perbuatan dosa dan taat menjalankan perintah Allah.
Selain itu, ia semakin meningkat ghirah atau spiritual ke-Islamnya dengan mendasarkan segala perbuatannya pada pertimbangan syariah Islam.
SHALAT TAUBAT
Shalat taubat (bahasa Arab, صلاة التوبة أو سلاة التوابين) adalah shalat sunnah yang dilakukan sebagai salah satu cara untuk bertobat memohon ampun pada Allah atas dosa dan kesalahan yang telah dilakukan.
DALIL SHALAT TAUBAT
Hadits sahih riwayat Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ahmad dalam Musnad .
مَا مِنْ عَبْدٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا فَيُحْسِنُ الطُّهُورَ ، ثُمَّ يَقُومُ فَيُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللهَ إِلَّا غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
Artinya: Tidaklah seorang hamba berbuat satu dosa, lalu ia bersuci dengan baik, lalu berdiri untuk shalat dua rakaat, kemudian memohon ampun kepada Allah, melainkan Allah akan mengampuni dosanya.
Kemudian Nabi membaca surat (Quran Surah) Ali Imron 3:135
،ثم قرأ هذه الآية: [وَالَّذِينَ إِذَا فَعَلُوا فَاحِشَةً أَوْ ظَلَمُوا أَنْفُسَهُمْ ذَكَرُوا اللَّهَ فَاسْتَغْفَرُوا لِذُنُوبِهِمْ وَمَنْ يَغْفِرُ الذُّنُوبَ إِلَّا اللَّهُ وَلَمْ يُصِرُّوا عَلَى مَا فَعَلُوا وَهُمْ يَعْلَمُونَ
Artinya: Dan (juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya diri sendiri, mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah? Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka mengetahui.

SYARAT SHALAT TAUBAT
Sebagaimana setiap shalat, syarat pertama adalah mushalli (orang yang shalat) harus suci dari hadats kecil dan besar. Kalau belum hendaknya mandi junub dan berwudhu terlebih dahulu.
Setelah itu, lakukan shalat 2 raka'at.

NIAT SHALAT TAUBAT
Niat shalat taubat adalah sebagai berikut: أصلي سنة التوبة ركعتين لله تعالي
Artinya: Saya niat shalat sunnah taubat dua rokaat karena Allah.

BACAAN SHALAT TAUBAT
Rakaat pertama:Membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Kafirun
Rakaat kedua: membaca Al-Fatihah dan Surat Al-Ikhlas.

DOA DAN BACAAN SETELAH SHALAT TAUBAT
Setelah salam, lalu membaca istighfar 100 kali اَسْتَغْفِرُاللهَ الْعَظِيْمِ
Setelah istighfar, baca doa dibawah ini:
اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ تَوْ فِيْقَ اَهْلِ الْهُدَى وَاَعْمَالَ اَهْلِ التَّوْبَةِ وَعَزْمَ اَهْلِ الصَّبْرِ وَجِدَّ اَهْلِ الْخَشْيَةِ وَطَلَبَ اَهْلِ الرَّ غْبَةِ وَتَعَبُّدَ اَهْلِ الْوَرَعِ وَعِرْفَانَ اَهْلِ الْعِلْمِ حَتَّى اَخَافَكَ . اَللَّهُمَّ اِنِّى اَسْاَلُكَ مَخَا فَةً تَحْجُزُ نِى عَنْ مَعَاصِيْكَ حَتَّى اَعْمَلَ بِطَا عَتِكَ عَمَلاً اَسْتَحِقُّ بِهِ رِضَاكَ حَتَّى اُنَا صِحَكَ فِىالتَّوْ بَةِ خَوْ فًا مِنْكَ وَحَتَّى اَخْلِصَ لَكَ النَّصِيْحَةَ حُبًّا لَكَ وَحَتَّى اَتَوَ كَّلَ عَلَيْكَ فَ اْلاُمُوْرِ كُلِّهَاوَحُسْنَ ظَنٍّ بِكَ . سُبْحَانَ خَالِقِ نُوْرٍ
Artinya: Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu Taufiq(pertolongan)nya orang-orang yang mendapatkan petunjuk(hidayah),dan perbuatannya orang-orang yang bertaubat, dan cita-cita orang-orang yang sabar, dan kesungguhan orang-orang yang takut, dan pencariannya orang-orang yang cinta, dan ibadahnya orang-orang yang menjauhkan diri dari dosa (wara’), dan ma’rifatnya orang-orang berilmu sehingga hamba takut kepada-Mu. Ya Alloh sesungguhnya hamba memohon kepada-Mu rasa takut yang membentengi hamba dari durhaka kepada-Mu, sehingga hamba menunaikan keta’atan kepada-Mu yang berhak mendapatkan ridho-Mu sehingga hamba tulus kepada-Mu dalam bertaubat karena takut pada-Mu, dan sehingga hamba mengikhlaskan ketulusan untuk-Mu karena cinta kepada-Mu, dan sehingga hamba berserah diri kepada-Mu dalam semua urusan, dan hamba memohon baik sangka kepada-Mu. Maha suci Dzat Yang Menciptakan Cahaya.

WAKTU PELAKSANAAN SHALAT TAUBAT
Shalat taubat (tobat) termasuk dari shalat sunnah mutlak yang dapat dilaksanakan kapan saja.
Siang dan malam.
Kecuali waktu yang dilarang melakukan shalat sunnah.
Adapun waktu larangan shalat sunnah ada 5 (lima) sebagai berikut:
1. Dari terbit fajar kedua sampai terbit matahari.
2. Dari terbit matahari sampai matahari naik sepenggalah(قيد رمح).
3. Dari saat matahari persis di tengah-tengah sampai condong.
4. Dari shalat ashar sampai tenggelam matahari.
5. Menjelang tenggelam matahari sampai tenggelam sempurna.

DOSA BESAR
SYIRIK (1)
Dosa syirik adalah dosa terbesar dalam Islam. Syirik berarti keluar dari Islam yang biasa disebut dengan murtad. Murtad disebabkan oleh beberapa hal antara lain:
1. Pindah ke agama lain
2. Mengharamkan perkara halal atau menghalalkan perkara haram
seperti wajib shalat 5 waktu, puasa Ramadan, dll.
3. Melakukan dosa besar dan tidak menganggap itu sebagai dosa.
MEMBUNUH (2)
Membunuh atau melakukan pembunuhan merupakan dosa yang sangat besar.
Berdasarkan dalil-dalil sebagai berikut:
1. (Quran Surah) Al-Maidah 5:32:
أنه من قتل نفسا بغير نفس أو فساد في الأرض فكأنما قتل الناس جميعا ومن أحياها فكأنما أحيا الناس جميعا
Artinya: Barangsiapa yang membunuh seseorang, bukan karena orang itu membunuh orang lain, atau bukan karena berbuat kerusakan di bumi, maka seakan-akan dia telah membunuh semua manusia. Barangsiapa memelihara kehidupan seorang manusia, maka seakan-akan dia telah memelihara kehidupan semua manusia.
2. (Quran Surah) Al-An'am 6:151
وَلاَ تَقْتُلُواْ ٱلنَّفْسَ ٱلَّتِى حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلاَّ بِٱلْحَقّ
Artinya: Janganlah kamu membunuh orang yang diharamkan Allah kecuali dengan alasan yang benar. Menurut Tafsir Qurtubi, yang diharamkan untuk dibunuh adalah orang Islam dan orang kafir muahadah yaitu orang nonmuslim yang memiliki pernjanjian damai dengan negara Islam.
3. Hadits Nabi riwayat Bukhari & Muslim (muttafaq alaih):
لا يحل دم امرئ مسلم يشهد أن لا إله إلا الله وأني رسول الله إلا بإحدى ثلاث: الثيب الزاني والنفس بالنفس والتارك لدينه المفارق للجماعة
Artinya: Tidak halal darah seorang Muslim yang membaca syahadat kecuali karena tiga hal: janda yang berzina, telah membunuh orang, meninggalkan agama dan memisahkan diri dari jamaah Islam.
4. Hadits Nabi riwayat Bukhari:
اجتنبوا السبع الموبقات))، قيل: يا رسول الله، وما هن؟ قال: ((الإشراك بالله والسحر وقتل النفس التي حرم الله إلا بالحق
Artinya: Jauhilah 7 (tujuh) dosa besar.
Ditanyakan: Apa saja itu Ya Rasulullah? RAsul berkata: syirik pada Allah, sihir, membunuh kecuali karena alasan yang benar.
MENCURI/MERAMPOK (3)
Perbuatan mencuri adalah dosa besar karena merusak tatanan dan harmoni dalam masyarakat.
Dalil-dalinya adalah sebagai berikut:
1. QS Al-Maidah 5:38:
وَالسَّارِقُ وَالسَّارِقَةُ فَاقْطَعُوا أَيْدِيَهُمَا جَزَاءً بِمَا كَسَبَا نَكَالاً مِنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَزِيزٌ حَكِيمٌ
Artinya: Adapun orang laki-laki dan perempuan yang mencuri, potonglah tangan keduanya (sebagai) balasan dari perbuatan yang mereka lakukan.
2. QS Al-Mumtahanah 60:12:
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ إِذَا جَاءَكَ الْمُؤْمِنَاتُ يُبَايِعْنَكَ عَلَى أَنْ لا يُشْرِكْنَ بِاللَّهِ شَيْئاً وَلا يَسْرِقْنَ وَلا يَزْنِينَ وَلا يَقْتُلْنَ أَوْلادَهُنَّ
Artinya: Wahai Nabi apabila perempuan-perempuan mukmin datang kepadamu untuk mengadakan baiat (janji setia), bahwa mereka tidak akan mempersekutukan sesuatu apapun dengan Allah, tidak akan mencuri, tidak akan berzina dan tidak akan membunuh anak-anaknya..
BERZINA / SELINGKUHAN (4)
Zina adalah hubungan seksual di luar nikah baik suka sama suka atau tidak.
Berzina adalah salah satu dosa besar dalam Islam.
Zina awal mula timbul dari percampuran laki-laki dan perempuan secara bebas.
Karena itu, khalwat (berduaan antar lawan jenis dilarang yang bukan mahram dilarang) Dalil-dalil larangan berzina antara lain sebagai berikut:
1. QS Al-Isra' 17:32
وَلاَ تَقْرَبُواْ لزّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً
Artinya: Dan janganlah kamu mendekati zina;
(zina) itu sungguh suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.
2. QS An-Nur 24:2:
الزَّانِيَةُ وَالزَّانِي فَاجْلِدُوا كُلَّ وَاحِدٍ مِنْهُمَا مِائَةَ جَلْدَةٍ وَلا تَأْخُذْكُمْ بِهِمَا رَأْفَةٌ فِي دِينِ اللَّهِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَلْيَشْهَدْ عَذَابَهُمَا طَائِفَةٌ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Artinya: Pezina perempuan dan pezina laki-laki,deralah masing-masing 100 kali,dan janganlah belas kasihan kepada keduanya mencegah kamu untuk(menjalankan) agama (hukum) Allah,jika kamu beriman kepada Allah dan hari kemudian, dan hendaklah hukuman mereka disaksikan oleh sebagian orang-orang yang beriman.
ALKOHOL / NARKOBA ( 5)
Minum minuman beralkohol baik banyak atau sedikit adalah haram dan dosa besar.
Termasuk juga mengonsumsi narkoba dan segala macam bentuk penyalahgunaan obat-obat terlarang seperti ectassy, dan lain-lain.
Dalilnya sebagai berikut:
1. QS Al-Baqarah 2:219:
يَسْأَلونَكَ عَنِ الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ قُلْ فِيهِمَا إِثْمٌ كَبِيرٌ وَمَنَافِعُ لِلنَّاسِ وَإِثْمُهُمَا أَكْبَرُ مِنْ نَفْعِهِمَا
Artinya: Mereka menanyakan kepadamu (Muhammad) tentang khamar dan judi. Katakanlah, "Pada keduanya terdapat dosa besar dan beberapa manfaat bagi manusia. Tetapi dosanya lebih besar daripada manfaatnya."
2. QS Al-Maidah 5:90:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
Artinya: Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya minuman keras, berjudi, (berkurban untuk) berhala, dan mengundi nasib dengan anak panah, adalah perbuatan keji dan termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah (perbuatan-perbuatan) itu agar kamu beruntung.
3. QS Al-Maidah 5:91:
إِنَّمَا يُرِيدُ الشَّيْطَانُ أَنْ يُوقِعَ بَيْنَكُمُ الْعَدَاوَةَ وَالْبَغْضَاءَ فِي الْخَمْرِ وَالْمَيْسِرِ وَيَصُدَّكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَعَنِ الصَّلاةِ فَهَلْ أَنْتُمْ مُنْتَهُونَ
Artinya: Dengan minuman keras dan judi itu setan hanyalah bermaksud menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu, dan menghalang-halangi kamu dari mengingat Allah dan melaksanakan salat maka tidakkah kamu mau berhenti?
TIDAK MELAKUKAN RUKUN ISLAM 
Islam itu identik dengan 5 (lima) pilarnya.
Tidak melaksanakan 5 lima rukun Islam sengaja atau tidak adalah dosa besar.
Yaitu, syahadat, shalat lima waktu, membayar zakat, puasa Ramadan, dan haji apabila mampu.
70 DOSA BESAR LAINNYA
Alasan dan dasar hukumnya dapat dilihat sendiri dalam kitab Al-Kabair (الكبائر) karya Adz-Dhahabi.
1. Menyekutukan Allah atau Syirik
2. Membunuh manusia
3. Melakukan sihir
4. Meninggalkan shalat
5. Tidak mengeluarkan zakat
6. Tidak berpuasa ketika bulan Ramadhan tanpa alasan yang kuat
7. Tidak mengerjakan Haji walaupun berkecukupan
8. Durhaka kepada Ibu Bapa
9. Memutuskan silaturahim
10. Berzina
11. Melakukan sodomi atau homoseksual
12. Memakan riba
13. Memakan harta anak yatim
14. Mendustakan Allah S.W.T dan rasul-Nya
15. Lari dari medan perang
16. Pemimpin yang penipu dan kejam
17. Sombong
18. Saksi palsu
19. Meminum minuman beralkohol
20. Berjud
i21. Menuduh orang baik melakukan zina
22. Menipu harta rampasan perang
23. Mencuri
24. Merampok
25. Sumpah palsu
26. Berlaku zalim
27. Pemungut cukai yang zalim
28. Makan dari harta yang haram
29. Bunuh diri
30. Berbohong
31. Hakim yang tidak adil
32. Memberi dan menerima sogok
33. Wanita yang menyerupai lelaki dan sebaliknya juga
34. Membiarkan istri, anaknya atau anggota keluarganya yang lain berbuat mesum dan memfasilitasi anggota keluarganya tersebut untuk berbuat mesum
35. Menikahi wanita yang telah bercerai agar wanita tersebut nantinya bisa kembali menikah dengan suaminya terdahulu
36. Tidak melindungi pakaian dan tubuhnya dari terkena hadas kecil seperti air kencing atau kotoran
37. Riya atau suka pamer
38. Ulama yang memiliki ilmu namun tidak mau mengamalkan ilmunya tersebut untuk orang lain
39. Berkhianat
40. Mengungkit-ungkit pemberian
41. Mangingkari takdir Allah SWT
42. Mencari-cari kesalahan orang lain
43. Menyebarkan fitnah
44. Mengutuk umat Islam
45. Mengingkari janji
46. Percaya kepada sihir dan nujum
47. Durhaka kepada suami
48. Membuat patung
49. Menamparkan pipi dan meratap jika terkena bala
50. Menggangu orang lain
51. Berbuat zalim terhadap yg lemah
52. Menggangu tetangga
53. Menyakiti dan memaki orang Islam
54. Durhaka kepada hamba Allah S.W.T dan menggangap dirinya baik
55. Memakai pakaian labuhkan pakaian
56. Lelaki yang memakai sutera dan emas
57. Seorang hamba (budak) yang lari dari Tuannya
58. Sembelihan untuk selain dari Allah S.W.T
59. Seorang yang mengaku bahwa seseorang itu adalah ayahnya namun dia tahu bahwa itu tidak benar
60. Berdebat dan bermusuhan
61. Enggan memberikan kelebihan air
62. Mengurangi timbangan
63. Merasa aman dari kemurkaan Allah S.W.T
64. Putus asa dari rahmat Allah S.W.T
65. Meninggalkan sholat berjemaah tanpa alasan yang kuat
66. Meninggalkan Sholat Jumaat tanpa alasan yang kuat
67. Merebut hak warisan yang bukan miliknya
68. Menipu
69. Mengintip rahasia dan membuka rahasia orang lain
70. Mencela Nabi dan para sahabat beliau

Kamis, 10 April 2014

Sebab hati menjadi mati KH.Anwar zahid

1.hati sedikit dzikr

SEBAB-SEBAB HATI MENJADI KERAS

20JAN
Ibnu al-Qayyim rahimahullah mengatakan dalam kitabnya Bada’i al-Fawa’id [3/743], “Tatkala mata telah mengalami kekeringan disebabkan tidak pernah menangis karena takut kepada Allah ta’ala, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya keringnya mata itu adalah bersumber dari kerasnya hati. Hati yang paling jauh dari Allah adalah hati yang keras.”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pun berdoa kepada Allah agar terlindung dari hati yang tidak khusyu’, sebagaimana terdapat dalam hadits, “Ya Allah, aku berlindung kepadamu dari ilmu yang tidak bermanfaat, dari hati yang tidak khusyu’, dari hawa nafsu yang tidak pernah merasa kenyang, dan dari doa yang tidak dikabulkan.” (HR. Muslim [2722]).
Diriwayatkan dari Uqbah bin Amir radhiyallahu’anhu, dia berkata, “Wahai Rasulullah, apakah keselamatan itu? Apakah keselamatan itu?”. Maka Nabi menjawab, “Tahanlah lisanmu, hendaknya rumah terasa luas untukmu, dan tangisilah kesalahan-kesalahanmu.” (HR. Tirmidzi [2406], dia mengatakan; hadits hasan. Hadits ini disahihkan al-Albani dalam Shahih at-Targhib [2741]).
Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah mengatakan [al-Bidayah wa an-Nihayah, 10/256], “Segala sesuatu memiliki ciri, sedangkan ciri orang yang dibiarkan binasa adalah tidak bisa menangis karena takut kepada Allah.”
Sebab kerasnya hati adalah :
  • Hati Berlebihan dalam berbicara
  • Hati selalu Nglakoni kemaksiatan 
  • Hati nglalekna kewajiban
  • Terlalu banyak tertawa
  • Terlalu banyak makan
  • Hati sering nglakoni  dosa
  • Berteman dengan orang-orang yang jelek agamanya
Agar hati yang keras menjadi lembut
Disebutkan oleh Ibnu al-Qayyim di dalam al-Wabil as-Shayyib [hal.99] bahwa suatu ketika ada seorang lelaki yang berkata kepada Hasan al-Bashri, “Wahai Abu Sa’id! Aku mengadu kepadamu tentang kerasnya hatiku.” Maka Beliau menjawab, “Lembutkanlah hatimu dengan berdzikir.”
Sebab-sebab agar hati menjadi lembut dan mudah menangis karena Allah antara lain :
  • Kenali Allah melalui nama-nama, sifat-sifat, dan perbuatan-perbuatan-Nya
  • Membaca al-Qur’an 
  • Merenungi kandungan makna Qur'an
  • Banyak berdzikir kepada Allah
  • Memperbanyak ketaatan
  • Mengingat kematian, menyaksikan orang yang sedang di ambang kematian atau melihat jenazah orang
  • Mengkonsumsi makanan yang halal
  • Menjauhi perbuatan-perbuatan maksiat
  • Sering mendengarkan nasehat
  • Mengingat kengerian hari kiamat, sedikitnya bekal kita dan merasa takut kepada Allah
  • Meneteskan air mata ketika berziarah kubur
  • Mengambil pelajaran dari kejadian di dunia seperti melihat api lalu teringat akan neraka
  • sumber 2
SEBAB-SEBAB HATI MENJADI KERAS 2

  • Tidak semua hati manusia  itu mudah menerima nasehat dan kebenaran, inilah yang menjadikan jalan hidup manusia tersesat.  Adapun sebab dari kerasnya hati tidak bisa menerima hidayah adalah karena maskiat dan lalai mengingat Allah, hati yang keras ibarat karang. Sulit menerima kebenaran dan gembira dalam kemaksiatan. tidak jarang kita temukan orang yang gemar maksiat, lalu dinasehati tetapi malah justru membantah bahkan lebih jauh dapat mengolok-olok agama,wal iyadzubillah. 
  • Model hati seperti inilah yang dilarang oleh Allah :
    “Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al-Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik. “(QS. Al-Hadid  ayat 16)
    Ibnu Rajab  (736-795 H)seorang ulama hadits, ahli fiqih dan ushul terkemuka, merinci  
    sebab hati menjadi keras dan sulit menerima hidayah.

  • 1.  Pertama, banyak bicara dan meninggalkan dzikrullah.
    Ini disimpulkan dari hadits Rasulullah saw,
    "Janganlah kamu banyak bicara kecuali dzikrullah. Sungguh, banyak bicara itu membuat hati menjadi keras, dan orang yang paling jauh dari Allah adalah yang berhati keras," (HR Tirmidzi No.2413, Malik dan Baihaqy).
     Dalam riwayat lain, beliau bahkan menyebut hati yang keras sebagai salah satu biang kesengsaraan (HR al-Bazzar, Majma az-Zawaid 10/226).

    2. Kedua, banyak tertawa.

    Kebiasaan buruk ini menjadikan hati lalai mengingat Allah, sehingga  menjadikan hati  kehilangan ruh dan kesadaran jati diri. Maka tepat, jika Rasulullah saw jauh-jauh hari mengingatkan untuk menghindari kebiasaan yang satu ini.
    "Janganlah kalian banyak tertawa, karena hal itu dapat mematikan hati,"(HR Tirmidzi dan Ibnu Majah).

    3. Ketiga, banyak makan.

    Apalagi jika yang dimakan itu berupa barang syubuhat (meragukan) atau haram, atau diperoleh dengan cara yang sama. Seorang ulama, Bisyr bin al -Harits, pernah menjelaskan bahwa banyak bicara dan makan merupakan dua penyebab hati menjadi keras. selain menyebabkan hati keras, banyak makan akan menyebabkan badan subur dan besar syahwatnya, inilah "bahan bakar" dari setan untuk melakukan maksiat. sangatlah bijak Rasulullah mengajarkan kepada kita supaya puasa karena dengan puasa nafsu syahwat akan teredam.

    4. Keempat, banyak dosa dan maksiat.

    Rasulullah saw sangat tepat dalam salah satu haditsnya, ketika mengibaratkan dosa seperti titik hitam yang menempel di hati. Jika pelakunya bertobat lalu meninggalkan kemaksiatannya dan memohon ampun pada Allah, hatinya berubah mengkilat. begitu juga dengan keimanan dapat bertambah dan berkurang dapat bertambah jika senantiasa mengingat Allah, dan berbuat kebaikan dan dapat berkurang dengan lalai mengingat Allah dan senang dengan kemaksiatan.
    “Jika kemaksiatannya bertambah, bertambah juga titik itu sehingga hatinya menjadi tinggi, sombong dan tak dapat menerima kebenaran(HR Tirmidzi).

    CARA MEMBUAT HATI LEMBUT 

    Lalu bagaimana membuat hati menjadi lembut dan mudah menerima kebenaran. Ulama-ulama generasi awal mengajukan beberapa resep melembutkan hati, berikut :

    1. Pertama, banyak mengingat Allah dalam hati dan lisan.

    Termasuk di dalamnya, membaca al-Qur'an dan merenungi kandungannya. Dikisahkan dalam "Az-Zuhd" (2/233), seseorang datang kepada Hasan bin Ali mengadukan hatinya yang keras. Beliau lalu menasehatinya, "Lunakkanlah dengan dzikir." Lebih tegas lagi, Yahya bin Mu'adz dan Ibrahim al-Khawwash, menggolongkannya dalam lima penawar hati, yaitu: membaca al Qur'an dan merenunginya, mengosongkan perut, qiyamullail, beribadah di malam hari dan berkawan dengan orang-orang shalih (Al-Hilyah 10/327).  Dzikirlah yang membuat hati menjadi teduh dan tentram, sehingga dapat jernih memandang berbagai persoalan yang dihadapi.
    Firman Allah SWT :
     "(Yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram," (QS ar-Ra'd:28).

    2. Kedua, berbuat baik pada anak-anak yatim dan fakir miskin.
     Inilah yang dipesankan oleh Rasulullah saw,
     "Jika anda ingin melunakkan hati anda, sentuhlah kepala anak yatim dan berilah makan orang miskin," (HR Ahmad).

    3. Ketiga, banyak mengingat mati.

    Merenungkan kematian yang pasti datang menjemput, suka atau tidak suka, akan menyentak kesadaran nurani kita tentang hakikat tujuan hidup sebenarnya. Segala kemegahan dan nilai di mata manusia, menjadi tak berarti. Yang berarti hanyalah nilai kita di mata Allah. Jika begitu, tak ada jalan lain kecuali menuruti aturan-Nya dengan segala keikhlasan'
    "Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (mati)," pesan Rasul saw pada umatnya (HR Tirmidzi, Ahmad, Nasa'i dan Ibnu Majah).
  • 4. Keempat, menziarahi kubur dan memikirkan keadaan penghuninya.
    Hal ini sangat bermanfaat bagi setiap muslim dalam mengevaluasi segala kealpaan diri. Melupakan sejenak segala kesenangan dan kegembiraan duniawi, lalu membenamkan diri dengan mengingat dosa dan kemaksiatan. Untuk selanjutnya, bertaubat kepada Allah, memohon ampunan-Nya dan bertekad tidak mengulang kembali kemaksiatan-kemaksiatan tersebut.
    Sabda Rasulullah saw, "Ziarahilah kuburan karena hal itu dapat mengingatkan kalian dengan kematian," (HR Muslim 976, Abu Dawud 3234, Ibnu Majah 1572 dan Ah¬mad 2/441)
    Memaksa diri agar bisa menangis di kala sendiris
sumber 3

Hati merupakan pengendali manusia, manakala hatinya baik maka ia akan mengarahkan pemiliknya kepada hal-hal yang baik dan menahannya untuk berbuat kemungkaran.  Namun  apabila  hatinya  menjadi keras maka kehidupan
seseorang menjadi tidak terkendali, dia tidak bisa membedakan mana yang benar dan mana yang salah, mana yang haq dan mana yang batil sehingga ia mudah terjerumus ke dalam lembah yang hina, bergelimang dalam dosa dan maksiat.
Hati juga merupakan sumber kebahagiaan apabila kita mampu membersihkan-nya, namun sebaliknya dia bisa menjadi sumber bencana dan penderitaan apabila kita menodainya. Amalan badan sangat tergantung dari lurus atau bengkoknya hati seseorang. Abu Hurairah Radhiallaahu ‘Anhu berkata, "Hati adalah pemimpin, sedang- kan anggota badan lainnya adalah tentaranya. Apabila pemimpinnya bagus, maka akan bagus pula tentaranya namun apabila pemimpinnya buruk, maka akan buruk pula tentaranya." Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
﴿ … أَلاَ وَ إِنَّ فيِ الْجَسَدِ مُضْغَةً  إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَ إِذَا فَسَدَتْ  فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ  أَلاَ  وَهِيَ الْقَلْبُ ﴾ رَوَاهُ البُخَارِيُّ وَ مُسْلِمٌ
“Ketahuilah, bahwa di dalam tubuh seseorang terdapat segumpal daging, apabila ia baik maka baiklah badan itu seluruhnya, dan apabila ia rusak, maka rusaklah badan itu seluruhnya, ketahuilah bahwa dia itu adalah hati”. (HR. Bukhari dan Muslim)

& Berikut ini kami sebutkan beberapa tanda-tanda apabila hati kita menjadi keras:
1. Malas Melakukan Ketaatan dan Amal Kebaikan
Merasa berat dan malas melaksanakan ibadah, baik yang wajib apalagi ibadah-ibadah sunnah. Melaksanakan shalat asal-asalan, tidak bersungguh-sungguh dan tidak khusyu’. Allah Subhanahu Wata’ala menyebutkan tentang ciri orang-orang munafik:
﴿ … وَلاَ يَأْتُونَ الصَّلاَةَ إِلاَّ وَهُمْ كُسَالَى وَلاَ يُنفِقُونَ إِلاَّ وَهُمْ كَارِهُونَ ﴾
“Dan mereka tidak mengerjakan shalat melainkan dengan malas dan tidak pula menginfakkan harta mereka, melainkan dengan rasa enggan.” (QS. At-Taubah:54)
2. Tidak Tersentuh dengan Nasehat dan Ayat-ayat Al-Qur'an 
Ketika disampaikan nasehat tentang janji dan ancaman Allah, maka dia tidak terpengaruh sama sekali, tidak mendengar dan taat, lalai dari membaca Al-Qur'an, tidak mentadabburinya bahkan berpaling dari Al-Qur'an.
3. Tidak Tersentuh dengan Ayat-ayat Kauniyah 
Tidak tersentuh dengan berbagai peristiwa atau musibah yang dapat memberikan pelajaran, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Dia memandang kematian atau orang yang sedang diusung ke kubur sebagai suatu hal yang biasa yang tidak ada apa-apanya, padahal cukuplah kematian itu sebagai nasihat.
4. Berlebihan Mencintai Dunia dan Melupakan Akhirat
Orientasi kehidupan dan segala keinginannya tertumpu untuk urusan dunia semata. Segala sesuatu ditimbang dari sisi dunia dan materi. Cinta, benci dan hubungan dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia semata. Sehingga menjadilah dia seorang yang suka mendengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap harta dunia.
5.  Tidak Mengagungkan Allah.
Orang yang memiliki hati yang keras tidak akan mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya. Sehingga tidak peduli terhadap segala kemaksiatan dan dosa-dosa yang terjadi, hilangnya rasa cemburu dalam hati, kekuatan iman melemah, tidak marah ketika larangan Allah diterjang, serta tidak mengingkari perkara yang mungkar.
6.  Kegersangan Hati
Orang yang memiliki hati yang keras tidak akan merasakan ketenangan dan kedamaian. Hatinya gersang terus-menerus dan selalu gundah terhadap segala sesuatu, dadanya sempit dan sering mengalami kegoncangan.
7.  Kemaksiatan Berantai
Termasuk fenomena kerasnya hati adalah lahirnya kemaksiatan baru akibat dari kemaksiatan yang telah dilakukan sebelumnya, sehingga menjadi sebuah lingkaran setan yang sangat sulit bagi seseorang untuk melepaskan diri.

Sebab-Sebab Kerasnya Hati
Setelah kita mengetahui beberapa tanda kerasnya hati, maka berikut ini kami sebutkan beberapa faktor penting yang menyebabkan kerasnya hati, antara lain:
1. Ketergantungan Hati kepada Dunia serta Melupakan Akhirat
Kalau hati sudah terlalu mencintai dunia melebihi kecintaan akan akhirat maka hati akan tergantung terhadapnya, sehingga cepat atau lambat laun keimanan akan menjadi lemah dan akhirnya merasa berat untuk melaksanakan ibadah kepada Allah. Kesenangannya hanya kepada urusan dunia belaka sehingga urusan akhirat terabaikan dan bahkan terlupakan. Hatinya lalai mengingat kematian, maka jadilah dia seorang penghayal dan panjang angan-angan.
Seorang Salaf berkata, "Tidak ada seorang hamba, kecuali dia mempunyai dua mata di wajahnya untuk memandang seluruh urusan dunia dan juga mempunyai dua mata di hatinya untuk melihat seluruh perkara akhirat. Jika Allah menghendaki kebaikan bagi seorang hamba, maka Dia membuka kedua mata hatinya dan jika Dia menghendaki selain kebaikan baginya maka dia akan biarkan hamba tersebut tidak mampu melihat dengan mata hati-nya, lalu dia membacakan ayat:
﴿ أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ أَمْ عَلَى قُلُوبٍ أَقْفَالُهَا ﴾
“Maka apakah mereka tidak memper-hatikan Al-Qur'an ataukah hati mereka terkunci.”(QS. Muhammad:24)
2.  Lalai
Lalai merupakan penyakit berbahaya apabila menjalar di dalam hati dan ber-sarang di dalam jiwa. Karena hal ini akan menjadikan anggota badan saling men-dukung untuk menutup pintu hidayah, sehingga hati akhirnya menjadi terkunci. Allah Subhanahu Wata’ala berfirman: “Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah di
kunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai” (QS. An-Nahl:108)
Orang yang lalai adalah mereka yang memiliki hati yang keras membatu, tidak mempan dengan berbagai macam nasehat. Dia seperti batu atau bahkan lebih keras lagi, karena mereka punya mata namun tidak mampu melihat kebenaran, tidak mampu membedakan antara yang bermanfaat dan yang membahayakan bagi dirinya. Mereka juga memiliki telinga, tapi hanya digunakan untuk mendengarkan berbagai macam kebatilan, kedustaan dan kesia-siaan, tidak digunakan untuk mendengarkan kebenaran dari Kitabullah dan Sunnah Rasulullah Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam (lihat Al-Qur’an Surat Al-A’raf ayat 179)
3.  Teman yang Buruk
Ini juga merupakan salah satu sebab terbesar yang menyebabkan kerasnya hati seseorang. Orang yang memiliki teman yang buruk, yang berkubang dalam dosa dan maksiat, banyak bergurau dan tertawa tanpa batas, suka mendengar musik dan meng-habiskan waktunya untuk film dan berbagai perbuatan yang sia-sia dan melalaikan maka sangat memungkinkan dia akan terpengaruh oleh kondisi tersebut.
4. Terbiasa dengan Dosa dan Maksiat

Dosa adalah penghalang jalan bagi seseorang untuk sampai kepada Allah.
Sebuah dosa akan memicu terjadinya dosa lain yang mungkin lebih besar dari yang pertama, sehingga dia menjadi bertumpuk tanpa terasa. Dianggapnya hal itu biasa-biasa saja, padahal satu persatu dosa dan maksiat tersebut masuk ke dalam hati dan menjadikan hati gelap dan keras, sehingga dosa tersebut menjadi ketergantungan yang sangat sulit dan berat untuk dilepaskan. Maka semakin melemahlah kebesaran dan keagungan Allah di dalam hati, dan melemah pula jalannya hati menuju kepada Allah dan kampung akhirat.
5.  Melupakan Kematian dan Hari Akhirat 
Hati yang keras menjadikan pemiliknya lalai dari mengingat kematian dan ngerinya
sakaratul maut, adzab kubur, huru hara padang mahsyar, timbangan amal, shirath, Surga dan Neraka, semuanya akan hilang dari ingatan dan hatinya.
6.  Melakukan Perusak Hati
Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata:“Ada lima perkara yang menjadi perusak hati yaitu banyak bergaul dengan sembarang manusia, panjang angan-angan, bergantung kepada selain Allah, berlebihan dalam makan dan berlebihan tidur.
&  Mengobati Hati yang Keras 
Hati yang lembut merupakan nikmat yang sangat besar sedangkan hati yang keras merupakan musibah yang sangat besar. Allah berfirman dalam Al-Qur’an Surat Az-Zumar ayat 22: “Maka kecelakaan besar bagi mereka yang hatinya telah keras membatu untuk mengingat Allah. Mereka itu berada dalam kesesatan yang nyata.”        
Di antara hal-hal yang dapat membantu menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lembut dan terbuka untuk menerima kebenaran dari Allah yaitu:
1. Ma'rifatullah (mengenal Allah)
Siapa yang mengenal Allah dengan baik maka hatinya pasti akan lunak dan lembut dan siapa yang jahil terhadap-Nya maka hatinya akan menjadi keras. Semakin bodoh seseorang terhadap Allah maka dia akan semakin berani melanggar batasanNya. Dan semakin seseorang berfikir tentang Allah, maka semakin sadar akan kebesaran Allah, keluasan nikmat serta kekuasaanNya.
2. Mengingat Kematian
Pertanyaan kubur, kegelapannya, sempit dan sepinya, adzab kubur juga penderitaan saat sakaratul maut, meng-hadiri jenazah, ziarah kubur, memikir-kan keadaan orang yang meninggal dunia yang meninggalkan keluarganya,  jabatannya, kekuasaannya dan semua hartanya. Kemudian dia memikirkan keadaan dirinya yang sebentar lagi juga akan mengalami hal yang sama. Maka semua hal tersebut termasuk mengingat kematian. Hal itu dapat membangunkan ketertiduran hati kita, dan mengingatkan kita dari keterlenaan.
3. Memperhatikan Ayat-ayat Al- Qur'an
Memikirkan janji dan ancaman Allah, perintah dan laranganNya. Maka dengan memikirkan kandungan Al-Qur’an hati akan tunduk, iman kita akan bergerak mendorong dan memotivasi kita untuk berjalan menuju ke jalan Allah, hati akan menjadi lunak dan takut kepada Allah.
4. Mengingat Kiamat dan hari Akhirat 
Huru-hara hari kiamat, Surga dan segala kenikmatanya, dahsyatnya adzab neraka yang disediakan bagi para pelaku dosa dan kemaksiatan.
5. Memperbanyak Dzikir dan Istighfar
Dzikir dan taubat dapat melunakan hati yang keras karena itu selayaknya seorang hamba mengobati hatinya dengan berdzikir dan memperbanyak taubat dan istighfar kepada Allah, sebab ketika kelalaian bertambah, maka keras-nya hati semakin bertambah pula.
6. Bergaul dengan Orang Shalih
Orang shaleh akan memberikan kita semangat ketika kita lemah, mengingat-kan kita ketika lupa, dan memberikan jalan ketika kita bingung dan pertemuan dengan mereka akan membantu kita dalam melakukan ketaatan kepada Allah.
7. Mengintrospeksi Diri. 
Apabila seseorang tidak melakukan introspeksi dan melihat kekurangan diri-nya maka dia tidak akan pernah tahu kalau hatinya sedang sakit dan memiliki banyak kekurangan. Jika ia tidak merasa sakit atau memiliki kekurangan, maka
bagaimana mungkin dia akan memperbaiki dirinya atau melakukan usaha untuk mengobati rasa sakit yang dideritanya.
8. Memperbanyak Do’a 
Meminta kemudahan dan pertolongan dari Allah untuk menjadikan hati kita tetap berada di atas jalanNya yang lurus.
Semoga Allah melunakkan hati kita semua untuk menerima kebenaran dan mengamalkannya. Amin Ya Rabbal Alamin.