10 Dosa dari Hati dalam Islam
Hati adalah pusat dari iman, tetapi juga bisa menjadi sumber dosa jika tidak dijaga. Berikut adalah 10 dosa yang berasal dari hati:
1. Riyaa’ (Pamer dalam Ibadah)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Sesungguhnya yang paling aku takutkan menimpa kalian adalah syirik kecil." Para sahabat bertanya, 'Apa itu syirik kecil, ya Rasulullah?' Beliau menjawab, 'Riyaa’ (pamer).'" (HR. Ahmad, no. 23630)
Contoh: Shalat atau bersedekah agar dipuji orang lain, bukan karena Allah.
2. Hasad (Dengki dan Iri Hati)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Hati-hatilah kalian dari hasad, karena sesungguhnya hasad itu memakan kebaikan sebagaimana api memakan kayu bakar." (HR. Abu Dawud, no. 4903)
Contoh: Tidak suka melihat orang lain sukses dan berharap nikmatnya hilang.
3. Takabbur (Sombong dan Merasa Lebih Baik dari Orang Lain)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya ada kesombongan sebesar biji sawi." (HR. Muslim, no. 91)
Contoh: Meremehkan orang lain karena merasa lebih kaya, lebih pintar, atau lebih taat beragama.
4. Ujub (Bangga Diri Berlebihan)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Jika kalian tidak berdosa, aku khawatir kalian akan terjerumus ke dalam sesuatu yang lebih buruk, yaitu ujub." (HR. Al-Baihaqi, Syu’ab al-Iman, no. 6897)
Contoh: Menganggap diri sendiri paling baik dalam ibadah dan meremehkan orang lain.
5. Su’uzhan (Berprasangka Buruk Tanpa Bukti)
Allah berfirman:
"Wahai orang-orang yang beriman! Jauhilah banyak dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu dosa..." (QS. Al-Hujurat: 12)
Contoh: Mencurigai seseorang tanpa alasan yang jelas.
6. Dendam (Tidak Mau Memaafkan)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Tidak halal bagi seorang Muslim mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari..." (HR. Bukhari, no. 6076)
Contoh: Menyimpan kebencian terhadap orang lain dan tidak mau memaafkan.
7. Riya’ dalam Kebaikan (Suka Dipuji)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Barang siapa melakukan suatu amal karena ingin dipuji dan diperlihatkan, maka Allah akan menampakkan niatnya di hari kiamat." (HR. Bukhari, no. 6499)
Contoh: Beramal atau berbuat baik agar dianggap dermawan atau saleh.
8. Tamak dan Rakus terhadap Dunia
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Seandainya anak Adam memiliki dua lembah emas, ia pasti ingin memiliki yang ketiga..." (HR. Bukhari, no. 6439)
Contoh: Tidak pernah merasa cukup dengan rezeki yang diberikan Allah dan selalu menginginkan lebih tanpa bersyukur.
9. Malas Beribadah dan Berat Melakukan Kebaikan
Allah berfirman tentang orang munafik:
"Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas..." (QS. An-Nisa’: 142)
Contoh: Merasa berat untuk shalat, membaca Al-Qur’an, atau melakukan amal kebaikan.
10. Cinta Dunia Berlebihan hingga Melupakan Akhirat
Rasulullah ﷺ bersabda:
"Akan datang suatu zaman di mana umatku mencintai lima hal dan melupakan lima hal: mereka mencintai dunia dan melupakan akhirat..." (HR. Al-Hakim, Al-Mustadrak, no. 7917)
Contoh: Terlalu sibuk mengejar harta, jabatan, dan popularitas hingga melupakan ibadah.
Kesimpulan
Hati adalah sumber utama dari kebaikan dan keburukan. Jika hati bersih, maka seluruh perbuatan akan baik. Sebaliknya, jika hati kotor, maka dosa akan mudah dilakukan. Oleh karena itu, penting untuk selalu membersihkan hati dengan dzikir, istighfar, dan memperbaiki niat dalam setiap amal.